Benarkah Hobi Ngemil Bikin Gemuk?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ngemil merupakan kegiatan yang sangat disukai oleh sebagian besar orang. Ngemil bisa membuat kita menjadi lebih baik dalam situasi apapun, entah bagaimana ini bisa terjadi. Beragam camilan tersedia, mulai dari camilan sehat sampai dengan camilan yang tidak sehat, seperti camilan dengan kalori kosong yang mengandung banyak lemak. Namun, tetap saja banyak orang yang lebih menyukai camilan tidak sehat ini. Ya, rasanya memang sangat enak untuk dinikmati.

Berbagai camilan dapat menemani kita dalam melakukan aktivitas, terutama aktivitas yang menghabiskan waktu di depan layar, seperti menonton TV, bermain video game, bekerja depan komputer, dan lain sebagainya. Sampai-sampai mungkin Anda tidak sadar bila kebiasaan ngemil ini telah membuat Anda menjadi gemuk.

Tubuh kita juga butuh camilan

Mungkin tidak semua kebiasaan ngemil dapat membuat Anda mengalami kenaikan berat badan yang berujung pada kegemukan. Ini semua tergantung dari kebiasaan ngemil Anda, apakah Anda terbiasa ngemil dengan camilan yang sehat atau tidak, berdasarkan penjelasan ahli pada The Institute of Food Technologists 2011 Annual Meeting and Food Expo di New Orleans, dilansir dari MedicineNet.

Pada dasarnya, ngemil atau mengonsumsi makanan selingan dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan gizi tubuh. Menurut Richard D. Mattes, PhD, seorang profesor food and nutrition di Purdue University, West Lafayette, Ind, ngemil bukan menyangkut camilan sehat atau tidak sehat, tetapi lebih kepada apa yang Anda makan dan bagaimana makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi Anda. Kebiasaan ngemil yang mengandung banyak kalori dan tidak diimbangi dengan konsumsi makanan yang lebih sedikit di lain waktu atau peningkatan aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Jadi, ngemil tidak harus dihindari, bahkan sebenarnya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Hanya yang harus diperhatikan adalah ukuran dan jenis camilannya. Banyak ahli gizi yang menyarankan untuk mengonsumsi camilan sehat di antara makan besar dalam porsi kecil, sehingga tubuh berenergi sepanjang hari.

Ngemil seperti apa yang menyebabkan kegemukan?

Ngemil dapat menyebabkan kegemukan jika apa yang Anda makan melebihi kebutuhan tubuh Anda dalam jangka waktu yang panjang.

1. Jenis camilannya

Kebanyakan orang lebih memilih untuk ngemil makanan maupun minuman ringan yang mengandung kalori tinggi, hampir menyumbang seperempat kebutuhan kalori individu. Di Indonesia sendiri, sudah menjadi kebiasaan orang-orang untuk mengonsumsi gorengan yang mengandung tepung dan lemak tinggi dari minyak, serta mengandung kalori kosong. Bahkan ini sudah menjadi kebudayaan, di mana setiap kali ada kegiatan, misalnya rapat, tamu-tamu disuguhi dengan camilan, ungkap Grace Judio-Kahl, seorang dokter pakar fisiologi dan pemerhati gaya hidup, dilansir dari health.kompas.com.

Jadi, bukan suatu yang mengherankan jika kebiasaan ngemil yang tidak sehat ini dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan bahkan kegemukan.

2. Yang dilakukan sembari ngemil

Selain itu, satu hal lagi yang sebaiknya Anda hindari saat ngemil adalah melakukannya sambil menonton televisi. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ngemil depan televisi dengan kenaikan berat badan atau kegemukan.

Penelitian oleh Pearson tahun 2011 menunjukkan bahwa makan sambil menonton tv dapat menyebabkan individu membuat pilihan makan yang buruk dan makan berlebihan. Remaja yang menonton tv lebih dari 2 jam sehari lebih banyak mengonsumsi makanan ringan yang tinggi kalori, seperti keripik dan minuman soda, serta lebih sedikit mengonsumsi makanan ringan yang rendah kalori, seperti buah dan air putih, dibandingkan dengan remaja yang lebih sedikit menonton televisi. Akibatnya, remaja yang lebih banyak menonton tv memiliki tambahan 106 kalori daripada remaja yang jarang menonton tv.

Orang yang suka menonton tv cenderung terganggu saat makan sehingga ia tidak sadar sudah berapa banyak makanan yang ia konsumsi, menyebabkan ia makan berlebihan. Peningkatan konsumsi makanan juga dapat disebabkan karena Anda makan tanpa berpikir, yang terjadi ketika isyarat makan dari luar, seperti dari gambar dan suara saat Anda sedang menonton tv, menutupi isyarat makan dari dalam diri Anda (perasaan sebenarnya dari lapar dan kenyang). Sehingga, saat menonton tv, Anda tidak mengenali perasaan lapar dan kenyang sebenarnya, Anda tidak menyadari seberapa banyak makanan yang telah Anda makan.

Seperti pada penelitian oleh University of Birmingham yang dilakukan untuk melihat bagaimana perhatian dan ingatan mempengaruhi asupan makanan, menyimpulkan bahwa terganggu saat makan atau tidak memperhatikan makanan yang dimakan dapat membuat orang makan lebih banyak, dan memberi perhatian saat makan berhubungan dengan makan yang lebih sedikit di lain waktu.

Saat Anda tidak sadar apa yang sudah terjadi pada mulut Anda, otak Anda juga tidak memproses informasi tersebut, sehingga Anda tidak ingat jika Anda sudah makan. Hal ini membuat Anda untuk makan lagi dan lagi, akibatnya Anda akan mengalami kenaikan berat badan dan kegemukan.

Jadi, sebaiknya pusatkan perhatian Anda saat makan, hindari makan sambil melakukan aktivitas lainnya, sehingga Anda menyadari saat tubuh Anda sudah merasa kenyang dan juga menyadari apa saja dan berapa banyak makanan yang sudah Anda makan.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

    Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    lemak paha sulit dihilangkan

    Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan sehat untuk orang sibuk

    13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit
    diet eliminasi

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit