Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Balik Lezatnya Kol Goreng

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Makan seporsi ayam goreng atau pecel lele rasanya kurang lengkap tanpa adanya kol goreng. Jika dahulu kol hanya dihidangkan dalam bentuk lalapan bersama selada dan mentimun, kol yang digoreng kini menjadi favorit bagi banyak orang karena cita rasanya amat menggugah selera.

Namun, teman bersantap yang satu ini ternyata menyimpan beragam bahaya bila terlalu sering dikonsumsi. Apa saja bahaya tersebut?

Bahaya terlalu banyak makan kol goreng

Kol mentah mungkin tidak banyak disukai karena rasanya kurang sedap, baunya amat khas, dan teksturnya keras. Menggoreng kol membuat rasanya menjadi lebih gurih dan manis. Teksturnya pun lebih lembut sehingga Anda tak perlu susah mengunyahnya.

Walau demikian, proses pengolahan kol dengan cara digoreng ternyata turut menimbulkan dampak sebagai berikut:

1. Menambah jumlah kalori

Seperti jenis sayuran pada umumnya, kol sangat rendah kalori. Setengah bonggol kol mentah seberat 100 gram bahkan hanya mengandung 22 kalori. Hal ini disebabkan karena sekitar 92 persen dari seluruh bobot kol adalah air.

Kalori kol goreng lebih tinggi karena adanya kalori ekstra dari minyak. Saat digoreng, kol juga menyerap banyak minyak. Jika sesendok makan minyak goreng memberikan hampir 45 kalori, kini bayangkan jika Anda memakan banyak kol goreng dalam sekali waktu.

2. Merusak kandungan nutrisinya

makanan gorengan penyebab sakit kepala

Kol sangat kaya akan nutrisi. Seratus gram kol segar mengandung 2,1 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 3,6 gram karbohidrat. Sayuran ini juga kaya akan serat, vitamin C, K, dan B kompleks, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.

Sayangnya, proses menggoreng dengan suhu tinggi bisa merusak nutrisi tersebut, seperti dilansir dari studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. Mengukus, merebus, dan menumis adalah metode yang lebih baik untuk menjaga nutrisi sayuran.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Meski lezat, kol goreng nyatanya tidak bersahabat dengan jantung. Saat dipanaskan melampaui titik asapnya, struktur kimia minyak akan berubah. Pengolahan berulang dengan minyak yang sama juga dapat mengubah minyak menjadi lemak trans.

Lemak trans adalah lemak jahat yang bisa meningkatkan kolesterol jahat dan memicu pembentukan plak pada pembuluh darah. Lambat laun, plak dapat menghambat aliran darah sehingga mengakibatkan stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

4. Meningkatkan risiko kanker

sayur goreng

Kol memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane. Sulphoraphane bekerja dengan menghambat enzim histone deacetylase. Enzim ini berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, dan prostat.

Akan tetapi, proses pengolahan kol goreng justru menyebabkan pembentukan senyawa acrylamide yang bersifat karsinogenik (memicu kanker). Acrylamide diketahui berperan dalam perkembangan kanker rahim, ovarium, paru-paru, ginjal, dan kerongkongan.

Menggoreng kol memang akan meningkatkan cita rasanya, tapi manfaat dan nilai nutrisinya justru berkurang. Mengonsumsi kol yang digoreng bahkan bisa meningkatkan risiko sejumlah penyakit termasuk stroke, penyakit jantung, hingga beragam kanker.

Sekali waktu, Anda boleh saja melahap sayuran goreng termasuk kol sebagai pendamping menu makan. Namun, ingatlah untuk membatasi jumlahnya dan jangan mengonsumsinya terlalu sering guna mencegah berbagai risiko penyakit yang dapat timbul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Tubuh Mencerna Makanan Berlemak?

Meski sering dicap buruk, lemak sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Namun memang, cara tubuh mencerna makanan berlemak lebih rumit daripada makanan biasa.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat 25/12/2018 . Waktu baca 4 menit

8 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Cegah Kanker Prostat

Pencegahan kanker prostat harus dilakukan karena dapat mengancam nyawa Anda. Berikut cara mencegah kanker prostat yang sederhana, tetapi ampuh untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Pria, Hidup Sehat, Tips Sehat 06/12/2018 . Waktu baca 6 menit

Apa Bahayanya Boraks Buat Tubuh? Plus, Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Boraks

Anda salah satu penggemar bakso, mie, lontong, dan bahkan gorengan? Hati-hati, berbagai makanan tersebut rentan dicampur boraks.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Meski Lezat, Sayur Goreng Masih Sehat Apa Tidak, Sih?

Kol goreng, keripik bayam goreng, tempura sayur, terong goreng – segala jenis sayur goreng memang membangkitkan selera. Tapi sehatkah jika sayuran digoreng?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/10/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
ranitidin ditarik

Berpotensi Sebabkan Kanker, BPOM Perintahkan Penarikan Ranitidine dari Peredaran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/10/2019 . Waktu baca 4 menit
ranitidin ditarik

Obat Ranitidine Mengandung Zat Pemicu Kanker, Masih Boleh Digunakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/09/2019 . Waktu baca 4 menit
cara mengurangi makan gorengan

4 Kiat Jitu Mengurangi Kebiasaan Makan Gorengan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2019 . Waktu baca 4 menit