Sayuran merupakan salah satu sumber vitamin dan dapat memberikan serat yang cukup bagi tubuh. Makan sayuran sangat dianjurkan untuk siapa saja, terutama bagi orang yang baru saja sembuh dari kanker. Namun, cara makan sayuran yang seperti apa yang baik untuk cancer survivors? Yang sudah dimasak atau dimakan mentah langsung? Simak di bawah ini.

Makan sayuran baik untuk orang yang baru sembuh dari kanker

kanker pada anak

Sayuran umumnya mengandung nutrisi  bermanfaat, yaitu fitokimia dan nutrisi yang disebut dengan nutraceuticals atau fitonutrien. Zat ini juga bermanfaat bagi tubuh untuk melawan kanker.

Penelitian menyebutkan mengonsumsi lebih banyak sayuran dapat menurunkan risiko kanker paru-paru, mulut, faring atau laring, kerongkongan, dan usus. Perlu diingat pula bahwa masing-masing sayuran memiliki zat fitokimia yang berbeda-beda dan dapat bertindak dengan cara yang berbeda dalam mengurangi risiko kanker.

Penelitian juga menunjukkan bahwa survivor kanker payudara yang mengonsumsi minimal lima porsi sayur dan buah setiap harinya, serta rajin berolahraga (30 menit berjalan, sebanyak 5-6 kali seminggu) memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payudara untuk kedua kalinya.

Lebih baik makan sayuran mentah atau dimasak?

menu buka puasa sehat dengan sayur

Sayuran mentah ataupun dimasak umumnya masih sama-sama mengandung gizi yang baik. Semakin sebentar dimasaknya, semakin banyak nutrisi yang masih terjaga. Namun, tergantung jenis sayuran apa juga yang dikonsumsi dan diolah.

Beberapa sayuran lebih mudah dicerna tubuh setelah melalui proses memasak. Maka, makanan matang mungkin lebih baik dibandingkan makanan mentah. Beberapa penelitian pun telah menunjukkan bahwa memasak sayuran dapat meningkatkan kadar antioksidan yang dikandungnya, seperti betakaroten dan lutein.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2002 menunjukkan bahwa wortel yang dimasak mempunyai kadar betakaroten yang lebih tinggi daripada wortel mentah.

Antioksidan likopen yang banyak dikandung tomat juga lebih mudah diserap tubuh jika tomat dimasak terlebih dahulu, bukan memakannya dalam kondisi mentah. Ya, tomat yang sudah dimasak memiliki kandungan likopen yang lebih besar dua kali lipat dibandingkan tomat mentah.

Hal ini karena panas dapat menghancurkan dinding sel tebal dalam tomat, sehingga memudahkan tubuh dapat menyerap nutrisi yang terikat pada dinding sel tersebut. Selain itu, kandungan antioksidan total dalam tomat meningkat lebih dari 60 persen setelah proses memasak.

Walaupun memasak makanan memberikan manfaat tersendiri pada makanan, nilai gizi dalam makanan juga bisa saja berkurang. Hal inilah yang membuat beberapa sayuran mentah lebih baik daripada sayuran yang dimasak.

Sayuran yang lebih baik dimakan mentah

Beberapa sayuran yang lebih baik dimakan mentah adalah:

  • Brokoli. Panas dapat mengurangi kandungan sulforaphane dalam brokoli. Padahal, senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Kol. Pemasakan dapat menghancurkan enzim myrosinase, yang juga dapat mencegah kanker.
  • Bawang putih. Juga mengandung senyawa sulfur (yaitu allicin) yang dapat mencegah pertumbuhan kanker. Senyawa allicin ini rentan terhadap panas.
  • Bawang bombai. Mengonsumsi bawang bombai mentah dapat membantu Anda dalam mencegah penyakit jantung karena kandungan antiplateletnya. Suhu panas dapat mengurangi kandungan ini.

Sayuran yang lebih baik dimasak dulu

Sebelum makan sayuran ini, lebih baik dimasak terlebih dahulu:

  • Tomat. Memasak tomat dapat meningkatkan kandungan likopen, di mana likopen ini berhubungan dengan penurunan risiko kanker dan serangan jantung.
  • Wortel. Memasak dapat meningkatkan betakaroten yang dikandungnya.
  • Bayam. Nutrisi dalam bayam seperti zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc lebih mudah diserap tubuh saat bayam dimasak.
  • Asparagus. Asam ferulat, folat, vitamin A, C, dan E, lebih mudah diserap tubuh jika asparagus dimasak.
  • Kentang. Memasak bisa memudahkan kentang dimakan dan dicerna tubuh.
  • Jamur. Memasak bisa menurunkan kadar agaritine (zat berbahaya dalam jamur) dan ergothioneine (antioksidan dalam jamur yang kuat).

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca