Sudah Makan Banyak Tapi Tidak Gemuk Juga, Kenapa Bisa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 16, 2020
Bagikan sekarang

Anda sudah merasa makan banyak tapi timbangan berat badan tidak bertambah? Atau Anda heran dengan teman Anda yang sering makan tapi tidak gemuk? Begini penjelasannya.

Hubungan genetik dengan berat badan

Penelitian yang dilaporkan dalam National Institute Health menyatakan bahwa gen manusia juga mempengaruhi dalam pendistribusian lemak, indeks massa tubuh, dan nafsu makan.  Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 5.000 orang selama 10 tahun dan bermaksud melihat hubungan gen dengan perubahan berat badan. Hasilnya adalah terdapat gen yang disebut MMP2 yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lemak pada wanita yang memilikinya. Selain itu, pada penelitian yang sama ditemukan juga sebanyak 87% responden wanita mempunyai gen FTO, yaitu gen yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan berat badan.

Metabolisme yang berbeda-beda

Terdapat anggapan bahwa metabolisme lambat menyebabkan pertambahan berat badan lebih mudah dan memiliki metabolisme yang cepat tidak akan membuat berat badan bertambah, apakah itu benar?

Metabolisme memang sangat erat dengan berat badan, namun apa yang disebut dengan metabolisme yang lambat dapat membuat berat badan bertambah sangat jarang terjadi. Metabolisme sendiri adalah proses kimiawi yang dilakukan oleh tubuh untuk mengubah makanan yang telah dimakan menjadi energi dan berbagai zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketika Anda beristirahat, metabolisme dalam tubuh tetap terjadi. Hal ini tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh untuk melakukan fungsi dasar tubuh seperti bernapas, memperbaiki sel dan jaringan, dan sebagainya. Oleh karena itu cepat atau tidaknya metabolisme bukanlah alasan mengapa berat badan Anda selalu naik atau turun.

Kadar hormon pertumbuhan

Sebuah studi yang pernah dilakukan oleh Horowitz di University of Michigan, memberikan 2000 kalori per hari kepada respondennya. Kemudian, sebagian peserta mendapatkan terapi hormon pertumbuhan dan sebagian lagi tidak. Beberapa minggu kemudian terlihat peningkatan berat badan pada kelompok yang tidak mendapatkan hormon pertumbuhan, sedangkan kelompok yang mendapatkan terapi hormon pertumbuhan tidak mengalami perubahan berat badan sama sekali. Terdapat juga peserta yang mengalami penurunan berat badan, dan diketahui bahwa kelompok ini memiliki hormon pertumbuhan yang lebih banyak.

Kemudian Horowitz mengambil contoh jaringan otot pada kelompok yang mengalami  penurunan berat badan dan tidak mengalami perubahan berat badan, untuk melihat sintesis protein yang terjadi pada kelompok tersebut. Hasilnya adalah pada jaringan otot yang diambil, terlihat sintesis protein yang terjadi telah membakar banyak energi. Maka dia menyimpulkan bahwa hormon pertumbuhan mungkin membuat orang susah untuk meningkatkan berat badannya dengan cara meningkatkan proses aktivitas yang ada di dalam tubuh, agar tubuh mengeluarkan lebih banyak energi dalam satu hari. Hasil ini juga didukung dengan penelitian yang meneliti tikus sebagai objeknya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi hormon pertumbuhan yang dimiliki, semakin resisten terhadap kenaikan berat badan.

Horowits juga menyimpulkan bahwa semakin tua usia kita akan semakin mudah berat badannya meningkat, hal ini seiring dengan hormon pertumbuhan yang kadarnya semakin menurun seiring dengan pertambahan usia. Namun, dengan melakukan aktivitas fisik, dapat memicu hormon pertumbuhan untuk bekerja lebih efektif. Oleh karena itu, olahraga merupakan salah satu faktor penentu dari perubahan berat badan seseorang.

Faktor lainnya

Mungkin Anda berpikir telah makan banyak, namun ternyata Anda malah melewatkan waktu makan, dan Anda tidak menyadarinya. Selain itu, jika Anda mengeluarkan atau menghabiskan energi lebih banyak dibandingkan energi yang Anda dapatkan dari makanan, maka Anda akan susah untuk meningkatkan berat badan. Sebaiknya Anda catat apa saja yang sudah Anda konsumsi dalam sehari. Hal itu akan membantu Anda untuk menyeimbangkan energi yang masuk dengan energi yang dikeluarkan. Stress dan kurang tidur juga dapat menyebabkan Anda susah untuk menaikkan berat badan. Kedua hal tersebut dapat menurunkan massa otot, yang dapat mempengaruhi berat badan Anda.

Strategi menaikkan berat badan

Sama halnya dengan program menurunkan berat badan, kunci untuk menaikkan berat badan adalah konsumsi makanan yang sehat, teratur, dan porsi yang tepat dengan kebutuhan. Namun untuk Anda yang ingin menaikkan berat badan, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan karbohidrat, serta cukup lemak. Selain itu melakukan olahraga juga penting. Anda bisa melakukan olahraga yang menguatkan jantung dan otot tubuh, dengan begitu massa otot akan meningkat. Tidur setidaknya 8 jam per hari. Lalu, catat kalori yang masuk dengan kalori yang keluar. Jika diperlukan, konsultasikan keadaan Anda ke ahli gizi untuk mempermudah dalam mencapai tujuan Anda.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Hari Raya, Ramadan Mei 9, 2020

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

    Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 3, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

    3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh dr. Maizan Khairun Nissa
    Tanggal tayang Mei 21, 2020
    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
    Tanggal tayang Mei 17, 2020
    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Monika Nanda
    Tanggal tayang Mei 14, 2020
    Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

    Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 12, 2020