Kenapa Setelah Makan Tak Boleh Langsung Tidur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Merasa ngantuk setelah makan adalah hal yang cukup sering terjadi, sehingga langsung tidur setelah makan pun tidak bisa dihindari. Tanpa disadari, ini membawa dampak negatif terhadap kesehatan. Pernahkah Anda tidur setelah makan dan bagian atas perut Anda terasa panas? Ini merupakan salah satu akibatnya. Tidur setelah makan membuat tidur tidak nyaman dan juga dapat mengakibatkan dampak lainnya.

Apa bahaya yang ditimbulkan jika kita langsung tidur setelah makan?

Langsung tidur setelah makan dapat membuat kualitas tidur Anda tidak optimal, bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti stroke. Sebaiknya makan malam terakhir dilakukan beberapa jam sebelum tidur. Jika Anda sangat lapar dan terpaksa harus makan sebelum tidur, sebaiknya pilih makanan yang mudah dicerna dan makan dalam porsi kecil, seperti buah.

Jika Anda makan makanan berat mendekati waktu tidur, Anda akan mengalami akibat, seperti:

1. Heartburn

Jika Anda makan mendekati waktu tidur, apalagi makan makanan yang tinggi lemak, Anda akan merasa penuh dan kembung. Lebih dari itu, langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan heartburn, yaitu sensasi panas pada perut bagian atas atau terkadang sampai ke tenggorokan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung. Sensasi panas ini membuat tidur malam Anda tidak nyenyak.

Makan malam mendekati waktu tidur juga mungkin membuat Anda kurang lapar di pagi hari sehingga Anda melewatkan sarapan. Melewatkan sarapan dapat membuat Anda makan berlebihan saat makan siang atau mengonsumsi makanan ringan yang tidak sehat secara berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan dampak berkepanjangan dan membuat pola makan Anda rusak.

Tidur setelah makan juga membuat sistem pencernaan Anda sulit untuk mencerna makanan yang Anda makan dan ini akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan Anda, bahkan dapat meningkatkan risiko stroke.

2. Stroke

Penelitian oleh University of Ioannina Medical School di Yunani menunjukkan bahwa  tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko penyakit stroke. Penelitian ini melibatkan 500 orang sehat yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu 250 orang yang mempunyai riwayat penyakit stroke sebelumnya dan 250 orang yang didiagnosis sindrom koroner akut. Sindrom koroner akut adalah jenis penyakit jantung yang paling umum, di mana aliran darah ke jantung menurun yang disebabkan oleh penyumbatan arteri dan dapat mengakibatkan sesak pada dada sampai serangan jantung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki jarak paling lama antara makan dan tidur berada dalam risiko terendah untuk terkena stroke. Mereka yang setidaknya makan satu jam sebelum tidur menurunkan risiko stroke sekitar 66%. Sedangkan mereka yang mempunyai jarak antara makan malam dan tidur sebesar 70 menit sampai 2 jam dapat menurunkan risiko stroke sebesar 76%.

Penelitian ini tidak menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tetapi terdapat teori yang mengatakan bahwa makan mendekati waktu tidur meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke tenggorokan sehingga menyebabkan sleep apnea yang berhubungan dengan stroke.

Teori lain yang juga mungkin dapat menjelaskan hubungan antara makan sebelum tidur dengan stroke adalah bahwa setelah makan terjadi perubahan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah. Ketiga perubahan ini mungkin dapat berdampak pada peningkatan risiko stroke. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Apa benar makan malam sebelum tidur dapat menaikkan berat badan?

Beberapa orang beranggapan bahwa makan malam sebelum tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, ini belum tentu benar. Kenaikan berat badan terjadi ketika kalori yang masuk ke tubuh Anda lebih dari kalori yang keluar melalui aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari. Sehingga jika Anda makan siang berlebihan melebihi kalori yang Anda butuhkan dan melewatkan makan malam, Anda bisa saja mengalami kenaikan berat badan. Ini berarti kapan Anda makan tidak sepenting berapa banyak makanan yang Anda makan. Makan siang atau makan malam, kalori tetaplah kalori, yang jika berlebihan akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Mungkin saja makan mendekati waktu tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena apa dan berapa kalori yang Anda makan. Biasanya orang akan lebih tertarik untuk makan makanan dengan kandungan lemak tinggi, seperti mi instan, pizza, atau gorengan, dibandingkan dengan makanan sehat, seperti buah atau salad pada malam hari. Hal inilah yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika Anda sering makan malam. Sekali lagi, bukan masalah waktu Anda makan, tetapi lebih kepada apa yang Anda makan.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

False Hunger: Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca