Mengenal Berbagai Jenis Karotenoid, dan Segudang Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/01/2018 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Beberapa sumber makanan yang terbilang tinggi kandungan karotenoid adalah ubi jalar, kubis, bayam, semangka, blewah, paprika, tomat, wortel, mangga, dan jeruk. Semua buah dan sayur ini memang memiliki manfaatnya masing-masing. Namun apakah Anda tahu apa sebenarnya karotenoid itu, dan apa manfaatnya bagi kesehatan? Yuk, intip info lengkapnya di bawah ini.

Apa itu karotenoid?

Karotenoid adalah senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Pigmen ini menghasilkan warna kuning cerah, merah, dan oranye pada tanaman, sayuran, dan buah-buhan.

Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang dapat melindungi Anda dari berbagai risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Ada lebih dari 600 jenis karotenoid. Beberapa jenisnya yang paling umum adalah alfa karoten, beta karoten, beta cryptoxanthin, lutein, zeaxanthin, dan lycopene.

Mengenal berbagai jenis karotenoid yang paling umum

Pengelompokan jenis karotenoid terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu xantofil (pada mayoritas buah dan sayuran berwarna kuning) dan karoten (terkandung dalam mayoritas sumber makanan nabati berwarna oranye).

Xantofil

Xantofil mengandung oksigen. Xantofil dapat melindungi tubuh dari sinar matahari. Lutein, zeaxanthin, dan beta cryptoxantin termasuk ke dalam jenis ini. Lutein dan zaezanthin dikenal bermanfaat untuk kesehatan mata.

Makanan yang termasuk dalam kategori xantofil antara lain, kubis, bayam, labu kuning, labu, alpukat, buah berwarna kuning, jagung, dan kuning telur.

Karoten

Karoten tidak mengandung oksigen, melainkan mengandung senyawa hidrokarbon. Karoten berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman. Alfa karoten, beta karoten dan lycopene termasuk dalam kategori ini.

Makanan dalam kategori karoten antara lain adalah wortel, blewah, ubi jalar, pepaya, jeruk keprok, tomat, dan labu.

Dari situ, karotenoid dikelompokkan lagi menjadi provitamin A dan non-provitamin A. Provitamin dapat diubah menjadi vitamin A di usus atau hati. Vitamin A itu sendiri merupakan komponen penting bagi kesehatan manusia, yang membantu menjaga kesehatan mata dan kekebalan tubuh.

Alpha-karoten, beta-karoten dan beta cryptoxanthin termasuk ke dalam kelompok provitamin A. Sedangkan lutein, zeaxanthin dan lycopene adalah kelompok non-provitamin A.

Manfaat karotenoid untuk kesehatan

1. Kesehatan mata

Salah satu penyebab utama kebutaan adalah degenerasi makula terkait usia. Paparan sinar biru jangka panjang dapat menyebabkan hal ini dan berdampak negatif pada bagian mata. Namun, asupan lutein dan zeaxanthin dapat membantu menyerap sinar biru yang masuk ke retina.

Penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan setidaknya enam miligram lutein dalam makanan Anda sehari dapat mengurangi risiko terkena degenerasi makula sebesar 43 persen. Meningkatkan jumlah lutein dan zeaxanthin dalam makanan Anda juga dapat membantu memperlambat atau menghentikan dan mencegah kerusakan mata.

2. Kesehatan jantung

Manfaat antiperadangan pada pigmen pewarna alami ini sering dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung. Mengurangi peradangan membantu melindungi terhadap penyakit jantung dan mencegah aterosklerosis (penyumbatan dinding arteri jantung).

3. Penurunan risiko kanker

Karotenoid adalah antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas pemicu kanker. Manfaat karotenoid khususnya seringkali dengan penurunan risiko kanker paru-paru dan kanker kulit.

Pada kanker kulit, karotenoid dapat dipecah vitamin A, nutrisi yang berperan penting untuk melindungi dari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Paparan sinar berlebih dalam jangka panjang diketahui menjadi salah satu faktor risiko terbesar dari perkembangan kanker kulit melasma dan melanoma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Sedang diet keto, tapi bingung mau sahur pakai apa? Tenang, berbagai resep menu sahur untuk diet keto berikut mungkin bisa jadi inspirasi Anda esok hari. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 16/05/2020 . 4 menit baca

Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Kacang brazil kaya akan lemak sehat, selenium, serat, dan antioksidan. Ini sederet manfaat kacang brazil bagi kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 15/05/2020 . 5 menit baca

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020 . 4 menit baca

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 03/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

resep dessert vegan

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 menit baca
makan nasi merah setiap hari

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 4 menit baca
makanan lebaran sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 5 menit baca