Kapan Waktu Terbaik dan Terburuk untuk Makan Buah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sayur dan buah merupakan jenis makanan yang wajib masuk dalam menu harian Anda. Porsi sayur dan buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang dewasa adalah 400-600 gram per harinya. Dari porsi tersebut, 2/3 terdiri dari sayur dan 1/3 nya adalah buah. Jika dianalogikan, dalam sehari Anda disarankan mengonsumsi 2,5 porsi sayur (atau setara dengan 250 gram) dan 3 potong buah (misalnya 3 buah pisang ambon ukuran sedang, atau 3 buah jeruk berukuran sedang)

Apa faktor yang menentukan waktu terbaik untuk makan buah dan sayur?

Kerja sistem pencernaan kita dalam memproses makanan merupakan salah satu penentu kapan kita harus makan buah dan sayur.

Buah-buahan mayoritas terdiri dari gula buah yaitu fruktosa. Sejak gigitan pertama, mulut akan menghasilkan enzim yang bekerja untuk memecah karbohidrat menjadi komponen yang lebih mudah dicerna. Selanjutnya kerja enzim pemecah karbohidrat di perut terhenti karena lingkungannya yang bersifat terlalu asam. Proses ini akan berlanjut lagi di usus halus untuk menghasilkan komponen karbohidrat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Sebenarnya, fruktosa yang terkandung dalam buah sendiri sudah tergolong karbohidrat sederhana. Lalu apakah karena sudah berbentuk sederhana maka buah lebih cepat dicerna dibanding makanan lain? Belum tentu, karena masih ada komponen lain dalam buah yaitu serat, yang dapat memperlambat proses pencernaan.

Berbeda lagi dengan sayuran. Sayuran memiliki kandungan gizi yang lebih beraneka ragam jika dibandingkan dengan buah, karena terdapat karbohidrat, protein, dan juga lemak pada sayuran yang Anda makan. Masing-masing zat gizi menjalani proses yang berbeda dengan enzim-enzim yang berbeda pula. Dengan lebih beragamnya jenis zat gizi serta jumlah serat yang lebih banyak, sayur memiliki waktu cerna yang lebih lama jika dibandingkan dengan buah.

Jadi kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi sayur buah? Jawabannya adalah kapan saja. Anda mungkin biasa mengonsumsi sayur buah bersamaan dengan waktu sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Hal ini sah-sah saja selama Anda dapat memenuhi kebutuhan sayur buah harian Anda.

Kapan sebaiknya harus berhati-hati saat makan buah dan sayur?

Jika melihat cara sayur buah dicerna, ada beberapa keadaan di mana Anda mungkin harus mempertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk makan sayur dan buah.

1. Sebelum berolahraga

Anda mungkin ingin mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah terutama jika sedang berdiet. Namun jika Anda hendak berolahraga, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi sayur buah yang tinggi serat. Karena, serat lama dicerna dan bisa menimbulkan masalah pencernaan jika Anda berolahraga dengan perut yang masih terisi. Beri jeda kurang lebih 2-3 jam setelah makan baru Anda bisa mulai berolahraga.

Jika Anda ingin hidangan segar sebelum mulai berolahraga, Anda bisa mencoba buah-buahan yang rendah serat seperti pisang, atau buat campuran sayur buah favorit Anda menjadi smoothies agar lebih mudah dicerna.

2. Sebelum tidur

Mengonsumsi seporsi salad buah lengkap dengan dressing mungkin menjadi camilan Anda sebelum tidur. Namun hal ini tidak disarankan, karena dengan begitu tubuh kita akan bekerja menghasilkan insulin untuk menjaga kestabilan gula darah yang naik setelah mengonsumsi karbohidrat.

Naiknya insulin akan menurunkan hormon melatonin, yaitu hormon penting yang bekerja ketika kita hendak tidur. Pastikan Anda makan setidaknya 3 jam sebelum waktu tidur agar tubuh Anda dapat beristirahat dengan maksimal.

3. Saat sedang diare

Meskipun sayur dan buah baik bagi kesehatan, tetapi mengonsumsinya ketika Anda sedang diare dapat memperparah frekuensi buang air besar. Serat yang terdapat pada sayur buah membantu pencernaan menjadi lebih lancar. Hal ini tentu menguntungkan jika Anda sedang dalam kondisi sehat, namun mungkin Anda ingin menghindari hal tersebut ketika sedang diare.

Bukan berarti Anda tidak boleh makan sayur dan buah, Anda bisa memilih jenis sayur buah yang kandungan seratnya tergolong rendah sebagai alternatif.

Berbagai mitos tentang waktu yang tepat untuk makan buah

Berikut ini beberapa mitos terkait waktu yang tepat untuk makan buah.

1. “Tidak boleh makan buah di pagi hari saat perut kosong”

Hal tersebut boleh saja dilakukan. Sarapan dapat diibaratkan ‘buka puasa’ setelah kurang lebih 8 jam tidak makan apapun. Kandungan karbohidrat sederhana dalam buah dapat membantu Anda memperoleh energi Anda kembali.

Namun, sarapan yang baik menurut anjuran Kementerian Kesehatan terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak dengan jumlah yang seimbang. Sehingga, jika Anda hanya makan buah saja untuk sarapan, Anda mungkin akan cepat kembali merasa lapar.

2. “Jika hanya makan buah saja, tubuh akan lebih fokus untuk mencerna zat gizinya”

Tubuh kita bekerja secara unik, ketika makanan masuk ke sistem pencernaan, enzim yang dilepas akan sesuai dengan jenis zat gizi yang hendak dicerna. Jadi sistem pencernaan kita sudah dirancang untuk mencerna berbagai jenis zat gizi dalam satu waktu karena tidak ada satu jenis makanan yang hanya mengandung satu zat gizi saja.

3. “Mengonsumsi buah bersamaan dengan makanan lain akan membuat perut kembung”

Dekomposisi adalah proses penguraian yang terjadi karena adanya kerja bakteri. Pada saat makanan masuk ke perut kita, tidak ada enzim dan bakteri yang dapat bekerja karena lingkungannya yang bersifat asam, sehingga kurang tepat jika dikatakan buah dapat terurai terlebih dahulu dan gasnya dapat menyebabkan kembung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh manusia dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berikut 10 makanan sumber protein tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Apa yang membuat beras merah selalu diyakini lebih baik dari beras putih? Dan apakah benar beras merah dapat membantu menurunkan berat badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Apakah selama ini Anda asal menyendokkan makanan ke piring? Jangan salah. Begini cara tepat untuk menghitung porsi makan ideal untuk orang dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan untuk yang kurang tidur

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
sumber karbohidrat paling sehat

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit