Anda sudah diet ketat untuk menurunkan berat badan tetapi hasilnya belum juga terasa? Jangan-jangan ada yang salah dengan metode turun berat badan Anda. Menurut para ahli, menurunkan berat badan itu tak sekadar mengurangi porsi makan saja, lho. Anda juga harus memerhatikan jam makan yang tepat. Dengan begitu, berat badan tubuh jadi lebih mudah untuk Anda kendalikan. Punya tubuh yang ramping dan ideal pun tak hanya mimpi lagi. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung simak tips diet dengan mengatur jam makan berikut ini, ya.

Mengapa harus mengatur jam makan saat diet?

Sejumlah penelitian telah berhasil membuktikan bahwa trik mengatur jam makan yang tepat saat diet efektif menurunkan berat badan. Salah satunya adalah penelitian oleh para pakar metabolisme di Harvard University Medical School. Dalam penelitian tersebut, dijelaskan bahwa sesehat apa pun makanan yang Anda konsumsi, jika jadwal makan Anda tidak mengikuti jam biologis tubuh maka sistem metabolisme Anda bisa jadi kacau.

Salah satu dampak dari metabolisme yang terganggu adalah naiknya kadar gula darah. Padahal, gula darah yang melonjak bisa mengakibatkan produksi insulin yang bertugas untuk menyimpan lemak dalam tubuh. Maka, bukannya dibakar menjadi energi, lemak Anda justru akan semakin menumpuk.

Dengan mengatur jadwal makan yang sejalan dengan jam biologis Anda, sistem metabolisme jadi bisa bekerja dengan baik untuk membakar lemak dan gula. Selain itu, sebuah penelitian di Inggris dalam jurnal Frontiers Public Health menguak bahwa mengatur jadwal makan mampu membantu mengurangi kadar kalori secara signifikan.  

Panduan jam makan yang tepat saat diet

Anda keliru kalau mengira bahwa diet terbaik itu hanya makan sekali saja dalam sehari. Anda tak perlu sampai menahan lapar atau puasa seharian ketika menurunkan berat badan. Bukannya tambah kurus, Anda malah rentan mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan gangguan sistem imun. Jadi, sebaiknya tetaplah makan seperti biasa dengan jadwal berikut ini.

Sarapan

Sebuah penelitian pada 2015 dalam jurnal internasional Obesity menguak bahwa mengonsumsi sarapan tinggi protein pada pukul 6 sampai 9.45 pagi paling ampuh mencegah penumpukan lemak dan munculnya rasa lapar palsu seharian. Ahli gizi sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics di Amerika Serikat, Jim White, juga menyetujui hal ini. Menurutnya, makan satu jam setelah bangun tidur adalah waktu terbaik. Jangan menunggu sampai jam 10 pagi baru sarapan.  

Camilan pagi

Ngemil di pagi hari memang tidak wajib. Namun, kalau Anda terbiasa makan sangat pagi tapi jam makan siangnya masih lama, camilan sehat bisa jadi solusinya. Untuk memastikan camilan Anda tak akan jadi lemak yang menumpuk begitu saja, pastikan Anda ngemil 2-4 jam setelah sarapan. Itulah waktu yang dibutuhkan bagi sistem pencernaan untuk mengolah makanan Anda ketika sarapan. Dengan begitu, pada saat Anda makan camilan, tubuh memang sudah siap untuk memproses makanan yang masuk.

Makan siang

Menurut para peneliti dalam The American Journal of Clinical Nutrition, makan siang lebih cepat terbukti efektif dalam menurunkan berat badan dibandingkan dengan makan siang yang sudah kesorean. Berdasarkan studi lain dalam International Journal of Obesity, Anda bisa menurunkan berat badan 25% lebih banyak kalau makan sebelum pukul 3 sore.

Camilan siang

Seperti halnya camilan pagi Anda, ngemil di siang atau sore hari juga bisa membantu mengganjal perut supaya nantinya tidak makan kebanyakan. Kuncinya adalah ngemil di jam yang tepat, yaitu 2-4 jam setelah makan siang, serta memilih camilan yang sehat seperti buah-buahan atau kacang.

Makan malam

Usahakan untuk makan pukul 5 sore hingga paling malam pukul 7. Jam makan ini dianggap paling tepat supaya ketika Anda mau tidur, tubuh sudah selesai mencerna makanan dengan sempurna. Kemudian, saat Anda terlelap adalah waktunya bagi tubuh untuk membakar kalori dan lemak. Sedangkan kalau Anda makan sebelum tidur, tubuh jadi tak sempat membakar kalori dan lemak karena masih sibuk mencerna makanan.  

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca