Aturan Pola Makan yang Mampu Meringankan Gejala Penyakit Autoimun

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Diet sebenarnya tidak hanya berlaku untuk orang yang ingin menurunkan berat badan saja. Diet ini berarti mengatur pola makan untuk membuat tubuh lebih sehat. Maka itu, ada beberapa jenis diet yang dibuat khusus untuk menunjang suatu penyakit tertentu. Salah satunya yaitu diet khusus untuk pasien dengan penyakit autoimun. Lantas, bagaimana panduan dari diet ini? Seberapaa penting diet ini untuk para pasien?

Apa itu diet penyakit autoimun?

mengatasi nyeri lutut

Autoimmune protocol (AIP) diet atau diet penyakit autoimun adalah pedoman makan yang ditujukan bagi para pengidap penyakit autoimun. Diet tersebut bertujuan untuk meredakan peradangan sekaligus berbagai gejala yang disebabkan oleh penyakit autoimun.

Psoriasis, rheumatoid arthritis, serta lupus adalah beberapa jenis penyakit autoimun. Penyakit tersebut cukup berbahaya karena menyerang sistem kekebalan, sekaligus merusak jaringan yang sehat di dalam tubuh.

Diet penyakit autoimun ini juga bisa disebut sebagai paleo autoimmune protocol, tapi dalam versi yang jauh lebih ketat dari diet paleo. Jika diet paleo lebih ditekankan untuk mengonsumsi daging, ikan, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian, diet AIP agak berbeda.

Pedoman makan untuk diet AIP mengharuskan Anda untuk tidak makan makanan yang berisiko menimbulkan peradangan di dalam usus. Sebaliknya, Anda akan lebih dianjurkan untuk memperbanyak makan makanan yang kaya zat gizi.

Penyakit autoimun kerap dikaitkan dengan kondisi usus yang bermasalah karena luka, sehingga membuatnya seolah “bocor”. Alhasil, makanan yang masuk pun tidak dapat diserap sempurna oleh tubuh.

Kondisi tersebut diyakini sebagai salah satu penyebab respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan, dan justru menyerang jaringan yang sehat. Nah, diet penyakit autoimun ini bertujuan untuk menyembuhkan masalah usus tersebut.

Caranya dengan memperbanyak makan makanan bergizi, yang sekaligus dapat mencegah peradangan pada tubuh.

Apa saja manfaat diet penyakit autoimun?

kebutuhan gizi susu sapi

Rutin menjalani diet ini diyakini bermanfaat baik bagi tubuh, seperti:

  • Mengembalikan kerja sistem kekebalan tubuh seperti seharusnya.
  • Mencegah munculnya respon buruk dari autoimun.
  • Mengurangi gejala penyakit autoimun.
  • Mencegah kemungkinan terjadinya penyakit autoimun sekunder.

Secara khususnya, diet AIP dipercaya dapat membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh dan kondisi usus yang bermasalah. Di mana masalah-masalah tersebutlah yang berakibat pada peradangan tubuh karena penyakit autoimun.

Penting untuk dipahami, bahwa orang yang melakukan diet ini tidak bisa asal-asal. Jika ingin hasil yang optimal, Anda dianjurkan untuk menjalani diet AIP selama beberapa minggu secara rutin. Selanjutnya, Anda akan diberikan kembali secara perlahan berbagai makanan yang sebelumnya dihindari.

Jika ternyata muncul reaksi buruk, artinya Anda tidak disarankan makan makanan tersebut untuk waktu yang cukup lama.

Apa saja makanan yang dianjurkan selama diet AIP?

diet LCHF

Selama menjalani diet penyakit autoimun, Anda disarankan agar memperbanyak makan makanan seperti:

  • Daging merah, daging ayam, dan ikan
  • Minyak zaitun dan kelapa
  • Sayuran kecuali tomat, terong, paprika, dan kentang
  • Ubi jalar
  • Buah dalam jumlah sedikit
  • Makanan fermentasi bebas susu seperti kombucha dan kefir dengan santan
  • Madu dalam jumlah sedikit
  • Daun kemangi, mint, dan oregano
  • Teh hijau dan teh herbal tanpa biji
  • Kaldu tulang
  • Cuka seperti sari apel dan balsamic

Meski bisa dimakan dalam jumlah sedikit, tapi buah-buahan sebenarnya termasuk makanan yang tidak selalu boleh dimakan selama menjalani diet AIP.

Ada beberapa aturan yang masih memperbolehkan konsumsi buah-buahan dalam jumlah sedikit, atau sekitar 2 potong per hati. Namun, ada juga yang tidak memperbolehkannya sama sekali.

Apa saja makanan yang harus dihindari selama diet AIP?

susu cair UHT

Sementara beberapa jenis makanan yang tidak dianjurkan untuk dimakan selama menjalani diet penyakit autoimun, yakni:

  • Semua jenis biji-bijian, termasuk gandum dan beras
  • Semua produk susu
  • Kacang-kacangan seperti kacang tanah dan kedelai
  • Tomat, terong, paprika, kentang
  • Semua gula termasuk penggantinya, kecuali penggunaan madu yang diperbolehkan sesekali
  • Mentega
  • Makanan olahan, terutama yang mengandung zat aditif
  • Semua jenis minyak termasuk minyak nabati atau canola, kecuali minyak zaitun dan kelapa
  • Telur
  • Alkohol
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti¬†ibuprofen (Advil), aspirin (Bufferin), dan naproxen sodium (Aleve)

Namun terkadang, konsumsi telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian tidak selalu dilarang pada diet untuk penyakit autoimun. Hanya saja, jumlah konsumsinya tetap harus dibatasi.

Dalam hal ini, Anda bisa mengonsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik sesuai kondisi Anda.

Bagaimana jika diet AIP ini dirasa sulit?

berat badan susah turun

Diet penyakit autoimun memang tampak sangat ketat karena memiliki pantangan untuk makan beberapa jenis makanan tertentu. Anda mungkin akan merasa kesulitan dalam menjalaninya, terlebih ketika pembatasan makanan tersebut sampai memengaruhi gaya hidup sehari-hari.

Solusinya, Anda sebenarnya masih bisa melakukan diet AIP tapi dengan menghilangkan beberapa jenis makanan yang dilarang secara bertahap. Jangan lupa, pastikan juga Anda menjauhi makanan tinggi lemak dan kolesterol selama melakukan tahapan diet ini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca