4 Fungsi Fosfor Bagi Tubuh, Selain untuk Kesehatan Tulang dan Gigi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda mungkin sudah sering mendengar mineral fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi, di samping mineral kalsium. Ya, sekitar 85% fosfor dalam tubuh Anda tersimpan di dalam tulang dan gigi. Sebagian kecil fosfor juga terdapat dalam sel dan jaringan dalam tubuh.

Mineral ini mempunyai fungsi yang banyak sekali dalam tubuh Anda. Fosfor dapat membantu tubuh dalam mengurangi nyeri otot selepas berolahraga. Fosfor juga berperan penting dalam bagaimana tubuh menyimpan dan menggunakan energi. Dan, masih banyak lagi fungsi fosfor lainnya yang tentu dibutuhkan oleh tubuh.

Apa saja fungsi fosfor?

Selama ini yang sering Anda dengar mengenai fungsi fosfor mungkin adalah hanya untuk kesehatan tulang dan gigi. Tapi, sebenarnya fungsi fosfor bagi tubuh Anda sangat banyak, tak sebatas hanya itu. Beberapa fungsi fosfor adalah:

1. Membantu kerja ginjal

Mineral fosfor dapat membantu ginjal dalam menyaring zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh keluar. Namun, terlalu banyak fosfor dalam tubuh juga dapat mengganggu kerja ginjal. Sehingga, ginjal harus membuang kelebihan fosfor ini keluar tubuh agar kadar fosfor dalam tubuh selalu seimbang. Bagi Anda yang mempunyai penyakit ginjal, disarankan agar Anda membatasi konsumsi fosfor agar tidak memberatkan kerja ginjal Anda.

2. Pembentukan DNA

Fosfor juga dibutuhkan dalam pembentukan DNA dan RNA. Tubuh Anda tidak bisa membentuk DNA untuk menyimpan informasi genetik jika tubuh Anda kekurangan fosfor. Jadi, Anda sangat membutuhkan fosfor karena DNA ada pada hampir semua sel Anda. Ini diperlukan untuk membentuk sel-sel baru dan memperbaiki kerusakan jaringan.

3. Fungsi otot dan saraf

Bersama dengan kalsium, fosfor dapat membantu otot bekerja, termasuk otot jantung. Sehingga, fosfor juga diperlukan dalam menjaga jantung berdetak dengan teratur. Fungsinya terhadap otot ini juga menjelaskan mengapa fosfor dapat mengurangi nyeri otot setelah olahraga. Fosfor juga berperan dalam komunikasi saraf, membantu saraf mengirimkan sinyal ke otak dan juga membantu otak dalam bereaksi terhadap berbagai rangsangan dari luar.

4. Mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh

Fungsi fosfor lainnya, yaitu untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa (ph) dalam tubuh. Keseimbangan ph dalam tubuh ini penting untuk mendukung semua bagian tubuh bekerja sesuai fungsinya. Selain itu, fosfor juga dibutuhkan untuk membantu tubuh dalam menggunakan vitamin dan mineral, seperti vitamin D, yodium, magnesium, dan seng. Juga, berperan dalam pengaturan penyimpanan dan penggunaan energi.

Makanan dan minuman yang mengandung fosfor

Kebutuhan fosfor berbeda-beda antar individu, mulai dari 500 mg/ hari untuk anak-anak, 1200 mg/ hari untuk remaja, dan 700 mg/ hari untuk dewasa. Anda bisa memenuhi kebutuhan fosfor ini melalui berbagai macam makanan, seperti:

  • Daging, ayam, dan ikan
  • Susu dan produk susu
  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Kentang
  • Bawang putih
  • Buah kering, seperti kismis

Bahaya kelebihan fosfor

Kelebihan fosfor dapat menjadi racun dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan diare, memberatkan kerja organ, dan juga jaringan.

Kadar fosfor yang terlalu tinggi dalam tubuh juga dapat mengganggu fungsi zat besi, kalsium, magnesium, dan seng. Kadar fosfor bersama dengan kalsium yang terlalu tinggi dapat menumpuk dalam otot dan mengganggu kerja otot. Beberapa penelitian juga telah menghubungkan asupan fosfor tinggi dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Bagi Anda yang mempunyai penyakit ginjal, Anda tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung fosfor tinggi karena dapat memberatkan kerja ginjal.

Bahaya kekurangan fosfor

Kekurangan fosfor biasanya terjadi karena kondisi kesehatan maupun karena obat-obatan. Kondisi kesehatan, seperti diabetes, dan obat-obatan, seperti antasida, diuretik, kortikosteroid, dan lainnya, dapat membuat kadar fosfor dalam tubuh menjadi rendah. Hal ini mengakibatkan Anda menjadi kurang nafsu makan, cemas, nyeri tulang dan sendi, kelelahan, lemas, napas tidak teratur, dan pertumbuhan tulang yang buruk pada anak.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 21, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca