Apa Bahayanya Bagi Tubuh Jika Kadar Fosfat Terlalu Tinggi Dalam Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada begitu banyak mineral dalam tubuh yang berfungsi membantu melancarkan seluruh proses metabolisme, salah satunya fosfor atau disebut juga fosfat. Normalnya, kadar fosfat darah dalam tubuh orang berusia 18 tahun ke atas adalah 2.5-4.5 mg/dL. Sama seperti kadar zat dan mineral lainnya, kadar fosfat dalam darah idealnya harus selalu dalam batas wajar — tidak boleh terlalu sedikit, apalagi berlebihan. Nah, hiperfosfatemia adalah kondisi fosfat yang terlalu tinggi dalam darah. Kondisi ini bisa berbahaya bagi kesehatan tulang dan jantung apabila tidak cepat ditangani.

Penyebab hiperfosfatemia adalah gangguan ginjal

Fosfat adalah mineral yang memiliki banyak fungsi di dalam tubuh, termasuk membantu menjaga kekuatan tulang dan gigi. Kadar fosfat dalam tubuh diatur oleh ginjal. Kelebihan fosfat biasanya dibuang lewat urin. Jika ginjal mengalami gangguan dan tidak bisa berfungsi dengan baik, ginjal tidak mungkin dapat membuang sisa fosfat dari dalam tubuh. Akibatnya, kadar fosfat jadi terlalu tinggi dalam darah.

Selain karena penyakit ginjal, beberapa kondisi lainnya yang juga dapat menyebabkan hiperfosfatemia adalah:

  • Diabetes yang tidak terkontrol. Diabetes yang tidak terkontrol menimbulkan tingginya kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan dalam organ tubuh, salah satunya ginjal.
  • Diabetik asidosis
  • Hormon paratiroid rendah
  • Kelebihan vitamin D
  • Hipokalemia
  • Infeksi serius di seluruh tubuh
  • Mengonsumsi suplemen fosfat dosis tinggi (>250 mg) setiap hari

Peningkatan kadar fosfat dalam darah yang terjadi secara tiba-tiba di dalam darah bisa terjadi akibat minum obat pencahar yang mengandung fosfor sebagai persiapan kolonoskopi.

Seperti apa gejala hiperfosfatemia?

Gejala hiperfosfatemia tidak begitu jelas terlihat. Biasanya, gejala penyakit atau kondisi dasar penyebabnyalah yang lebih tampak terlihat. Misalnya, jika hiperfosfatemia Anda disebabkan oleh komplikasi diabetes, maka yang tampak adalah gejala diabetesnya.

Apa akibat dari hiperfosfatemia pada tubuh?

Dalam darah, fosfat berikatan dengan kalsium. Maka, dampak dari hiperfosfatemia adalah penurunan kalsium dalam darah. Ketika kalsium dalam darah Anda berkurang, maka tubuh akan mengambil persediaan dari tulang sebagai. Lama-kelamaan, simpanan kalsium dalam tulang akan habis terkuras karenanya dan bisa menyebabkan pengeroposan tulang.

Selain itu, risiko kalsifikasi pada dinding pembuluh darah, jaringan maupun organ lain pun meningkat. Kalsifikasi adalah pengendapan plak kalsium garam dalam jaringan lunak tubuh yang kemudian mengeras. Pengerasan dinding arteri jantung, misalnya, adalah aterosklerosis yang menjadi awal mula dari stroke.

Apa penanganan yang bisa dilakukan di rumah?

Hiperfosfatemia bisa ditanggulangi sendiri di rumah dengan mengubah pola makan yang lebih sehat, dan membatasi porsi makanan-makanan berikut:

  • Susu
  • Daging merah
  • Daging ayam atau daging unggas lainnya
  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Kuning telur

Makanan-makanan di atas adalah sumber makanan tinggi protein. Mengonsumsi protein terlalu berlebihan akan menyebabkan ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan limbah yang dihasilkan oleh protein tersebut.Oleh karena itu, jangan terlalu berlebihan mengonsumsi protein.

Dilansir dalam laman Healthline, dokter juga dapat meresepkan obat penurun kadar fosfat dalam darah, seperti:

  • Kalsium aserar dan kalsium bikarbonat
  • Lanthanum (Fosrenol)
  • Sevelamer hydrochloride (Renagel)

Sebelum menggunakan obat-obtan tersebut, Anda harus berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Bagaimana pencegahannya?

Cara utama mencegah hiperfosfatemia adalah dengan melindungi kesehatan ginjal, atau segera mendapatkan pengobatan untuk penyakit ginjal Anda untuk melindunginya dari kerusakan lebih lanjut. Menjaga tekanan darah tetap stabil juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Urine adalah hasil buangan dalam tubuh dan jika ada sel epitel dalam urine. Apa artinya dan berbahayakah? Simak penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Urologi 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Kreatinin adalah produk limbah kimia hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi. Apa gunanya pemeriksaan kreatinin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Urologi 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Hemodialisis merupakan prosedur membersihkan tubuh dari limbah berbahaya, garam ekstra, dan air ekstra. Berikut pertanyaan umum tentang hemodialisis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab batu ginjal

Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Nefritis Interstisial adalah

Nefritis Interstisial

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
aps adalah antiphospholipid syndrome

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit