Kenali Gejala Hiperkalsemia Akibat Tubuh Kelebihan Kalsium

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kalsium merupakan salah satu mineral penting bagi tubuh, terutama untuk kesehatan tulang dan gigi. Kadar kalsium dalam darah juga selalu terkontrol untuk mendukung kerja otot, saraf, dan jantung. Kekurangan kalsium terkait dengan risiko pengeroposan tulang. Lalu, apa akibatnya jika tubuh kelebihan kalsium? Kondisi kelebihan kalsium, disebut hiperkalsemia, termasuk jarang. Namun jika terjadi, risikonya bisa membahayakan tubuh. Berikut informasi lengkapnya. 

Berapa kebutuhan kalsium per hari?

Kebutuhan kalsium tubuh berbeda-beda tergantung usia. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013, anak usia 10-18 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1200 mg per hari. Kemudian, kebutuhan kalsium menurun menjadi 1100 mg per hari pada usia 19-29. Untuk orang-orang yang berusia lebih dari 29 tahun dan seterusnya, kebutuhan kalsium menurun menjadi 1000 mg per hari. Meski begitu, batas toleransi kebutuhan kalsium harian maksimum bagi orang dewasa dan anak di atas usia 1 tahun pada umumnya adalah 2.500 mg per hari.

Kebutuhan kalsium akan meningkat pada wanita yang sedang hamil. Hal ini karena selain untuk ibu, asupan kalsium saat hamil juga diperlukan oleh janin. Peningkatan asupan kalsium saat hamil adalah sebesar 200 mg per hari. Jadi, jika Anda hamil di usia 25 tahun, kebutuhan kalsium Anda per hari menjadi 1300 mg. Sedangkan, jika Anda hamil pada usia 18 tahun, kebutuhan kalsium Anda akan lebih besar, yaitu sebesar 1400 mg per hari.

Namun begitu, Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 500 mg pada satu waktu. Ini dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia.

Apa itu hiperkalsemia?

Hiperkalsemia adalah kondisi di mana tubuh menyerap kalsium melebihi dari kapasitas normalnya. Kelebihan kalsium ini pada umumnya dapat dibuang lewat urin atau feses. Namun, tak menutup kemungkinan juga bahwa sisa kelebihannya akan disimpan dalam tulang, sehingga bisa menimbulkan efek samping merugikan. Kadar kalsium yang sangat tinggi bisa mengancam nyawa.

Penyebab utama hiperkalsemia adalah hiperparatiroidisme. Kadar kalsium dalam darah diatur oleh kelenjar paratiroid. Ketika kelenjar paratiroid menjadi terlalu aktif dan melepaskan terlalu banyak hormon paratiroid, maka kadar kalsium dalam darah akan meningkat. Penyebab tersering lainnya adalah penyakit paru dan kanker, efek samping obat-obatan, dan konsumsi suplemen yang berlebihan.

Hiperkalsemia bisa mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan terbentuknya batu ginjal, serta mengganggu kerja jantung dan otak. Fungsi ginjal yang menurun karena kelebihan kalsium juga dapat menyebabkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi, zink, magnesium, dan fosfat menjadi terganggu. Padahal, mineral-mineral tersebut sangat penting dalam menunjang fungsi normal tubuh. Dilansir dari Mayo Clinic, hiperkalsemia juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mual, muntah, dan sembelit.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kelebihan asupan kalsium dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan penyakit jantung. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami kemungkinan hubungan ini.

Apa saja tanda dan gejala kelebihan kalsium?

Gejala hiperkalsemia berkisar dari ringan hingga berat. Anda mungkin tidak menampakkan gejala berarti nyata jika Anda memiliki hiperkalsemia ringan. Semakin berat kasusnya, semakin tampak jelas gejala yang dirasakan.

Berikut daftar gejala yang mungkin timbul jika tubuh memiliki kelebihan kalsium:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Haus yang berlebihan
  • Buang air kecil berlebihan
  • Mual muntah
  • Sakit perut
  • Nafsu makan menurun
  • Sembelit
  • Dehidrasi
  • Nyeri tulang
  • Nyeri otot
  • Kebingungan mental (linglung); gampang lupa; mudah tersinggung
  • Berat badan menurun
  • Rasa sakit antara punggung dan perut bagian atas di salah satu sisi karena batu ginjal
  • Detak jantung abnormal
  • Osteoporosis
  • Masalah otot: kedutan, kram, dan kelemahan
  • Patah tulang

Kasus hiperkalsemia berat bisa menyebabkan koma.

Apa pilihan pengobatan untuk hiperkalsemia?

Anda mungkin tidak memerlukan perawatan medis darurat jika Anda memiliki kasus hiperkalsemia ringan, tergantung apa penyebabnya. Namun, Anda perlu memonitor perkembangan gejalanya. Selain itu, penting juga berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebab dasarnya.

Risiko gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari kelebihan kalsium dalam darah bukan hanya datang dari banyak jumlahnya, namun juga kecepatan kadar kalsium untuk meningkat dalam waktu cepat. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengikuti nasehat dokter untuk upaya tindak lanjutnya. Kadar kalsium yang sedikit meningkat pun bisa menyebabkan batu ginjal dan kerusakan ginjal seiring berjalannya waktu.

Jika kasusnya sedang dan terlanjur berat, Anda mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk mengembalikan kadar kalsium Anda ke normal. Pengobatan juga bertujuan untuk mencegah kerusakan pada tulang dan ginjal Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rekomendasi Vitamin dan Mineral untuk Menguatkan Tulang Keropos

Obat saja belum tentu cukup untuk menguatkan tulang keropos. Konsumsi berbagai vitamin dan mineral ini untuk memaksimalkan pengobatan osteoporosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Gangguan Muskuloskeletal, Osteoporosis, Health Centers 04/12/2019 . Waktu baca 5 menit

5 Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Mengobati Tulang Keropos

Selain obat dari dokter, penderita osteoporosis juga sebaiknya makan makanan sehat. Makanan memberi tambahan nutrisi untuk mengobati tulang yang keropos.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Gangguan Muskuloskeletal, Osteoporosis, Health Centers 27/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Kalsium untuk Ibu Menyusui, Beserta Kebutuhannya Setiap Hari

Sama seperti masa kehamilan, selama menyusui pun ibu tetap disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian, termasuk kalsium. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 15/10/2019 . Waktu baca 7 menit

Prenagen Esensis

Prenagen esensis adalah susu yang harus diminum sebelum hamil. Cari tahu informasi tentang dosis dan cara membuat susu hamil ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 18/06/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu untuk osteoporosis

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan pencegah osteoporosis

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit
Nutrisi untuk diet yang sering dilupakan

5 Macam Nutrisi yang Tidak Boleh Disisihkan dari Menu Diet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit
kekurangan kalsium pada anak

Apa Dampaknya Jika Anak Kekurangan Kalsium?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit