6 Tips Jitu Melawan Ngantuk Saat Nyetir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah dengar soal bahaya menyetir mobil atau mengendarai motor di bawah pengaruh minuman beralkohol. Berkendara saat mabuk bahkan bisa mengantar Anda ke sel tahanan. Akan tetapi, masih ada satu hal lagi yang tak kalah berbahaya, yaitu berkendara saat mengantuk. Hal ini sudah sering dialami banyak orang. Dalam kasus-kasus yang cukup ekstrem, rasa ngantuk saat nyetir mobil atau mengendarai motor bisa menyebabkan kecelakaan yang berujung pada kematian.

Data yang dihimpun oleh National Sleep Foundation di Amerika Serikat mencatat ada sekitar 100.000 kasus kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk di jalan setiap tahunnya. Anda bisa menghindari hal serupa terjadi pada Anda atau orang tercinta karena kelelahan atau mengantuk saat berkendara. Simak baik-baik berbagai tips untuk melawan ngantuk saat menyetir mobil atau motor berikut.

BACA JUGA: Waspada Bahaya Microsleep, Ketiduran Singkat Beberapa Detik

Tanda-tanda Anda sudah tak sanggup menyetir kendaraan

Meskipun Anda sudah tahu bahaya menyetir sambil menahan kantuk, kadang Anda berpikir bahwa rasa kantuk tersebut masih bisa ditahan. Rasa kantuk juga bisa muncul tiba-tiba saat Anda mengemudi. Atau Anda sedang terburu-buru dan akhirnya memutuskan untuk tetap menyetir walau sudah setengah sadar. Memang sulit untuk membedakan rasa kantuk dan lelah yang bisa Anda lawan dan mana yang sudah benar-benar tak tertahankan. Biasanya Anda baru tahu bedanya kalau sudah kehilangan kesadaran dan tertidur di balik kemudi selama beberapa detik. Maka, perhatikan berbagai tanda Anda sudah tak bisa melanjutkan menyetir dan berkendara lagi di bawah ini.

  • Kelopak mata terasa sangat berat sehingga Anda sering mengedipkan mata perlahan-lahan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Bengong, pikiran melayang ke mana-mana, atau pikiran kosong
  • Kebablasan, salah jalan, lupa sedang berada di mana, dan tidak memerhatikan rambu-rambu jalan
  • Menguap berkali-kali atau menggosok-gosok mata
  • Kepala terkantuk-kantuk
  • Kendaraan menyimpang dari jalur, menyerempet bahu jalan atau kendaraan lain, menyetir dengan kecepatan tidak wajar (lebih cepat atau lambat), dan kehilangan keseimbangan (jika mengendarai sepeda motor)

BACA JUGA: 9 Tanda Tubuh Anda Butuh Lebih Banyak Tidur

Melawan ngantuk saat nyetir mobil atau mengendarai motor

Kalau Anda sudah mengalami salah satu atau beberapa tanda di atas, itu berarti Anda sudah berada di luar batas kemampuan untuk menyetir mobil atau mengendarai motor. Mungkin hal pertama yang Anda lakukan untuk mengusir kantuk adalah menyetel radio atau musik keras-keras. Akan tetapi, ternyata cara kuno ini tidak ampuh untuk melawan kantuk saat menyetir. Ini dia tips-tips yang ampuh mengusir kantuk saat menyetir mobil atau mengendarai motor.

1. Minum kopi

Jika mata dan tubuh Anda sudah benar-benar lelah, Anda butuh kafein untuk membantu menjaga kesadaran. Salah satu sumber kafein terbesar adalah kopi. Namun, kopi membutuhkan waktu kira-kira setengah jam sebelum efeknya terasa. Selain itu, secangkir kopi saja mungkin tidak cukup bagi orang yang sehari-harinya sudah sering mengonsumsi kopi.

BACA JUGA: Berapa Kali Minum Kopi Dalam Sehari yang Masih Dianggap Sehat?

2. Menepi dan tidur sejenak (bagi pengemudi mobil)

Apabila efek kopi belum terasa, cara terbaik untuk melawan kantuk adalah dengan tidur sejenak. Menepi dan tidurlah selama kira-kira 15 menit. Ingat, lebih baik menghabiskan waktu 15-20 menit untuk tidur sejenak daripada memaksakan diri untuk tetap menyetir dengan risiko yang besar.

3. Menepi dan melakukan peregangan (bagi pengendara motor)

Biasanya rasa kantuk tak tertahankan muncul saat Anda mengendarai motor di jalanan yang cukup lengang dalam cuaca yang bersahabat. Maka, segera menepi sesaat dan turunlah dari motor. Lakukan peregangan otot dan berjalan-jalanlah kira-kira selama 10 menit. Bergerak secara aktif bisa membantu pikiran tetap terjaga.

4. Jangan minum obat dan alkohol sebelum atau saat berkendara

Mengonsumsi obat-obatan dan alkohol bisa memengaruhi konsentrasi dan kewaspadaan Anda. Hindari minum obat anti mabuk, obat anti masuk angin, atau obat lain dengan efek samping mengantuk sebelum atau saat berkendara. Pasalnya, Anda akan merasa sangat mengantuk. Kalau Anda memang harus minum obat-obatan tertentu yang diresepkan dokter, sebaiknya jangan menyetir mobil atau mengendarai motor sama sekali.  

5. Beristirahat setiap dua jam

Serangan kantuk saat menyetir atau mengendarai motor dalam perjalanan panjang adalah hal yang sangat wajar. Untuk mencegahnya, sebaiknya Anda beristirahat setiap dua jam untuk melakukan peregangan otot atau tidur sejenak. Kalau dipaksa menyetir terus tanpa jeda, tubuh dan mata Anda justru jadi cepat lelah dan terasa berat. Maka, meskipun Anda tidak sedang mengantuk atau letih, usahakan untuk tetap beristirahat setiap beberapa jam sekali.  

6. Minta ditemani saat mengemudi

Kalau Anda kurang tidur, kurang istirahat, atau sedang kelelahan berat, hindari mengemudi seorang diri. Apalagi jika jaraknya cukup jauh. Ajaklah seorang teman atau anggota keluarga yang bisa menemani Anda sepanjang jalan. Dengan begitu, Anda bisa mengobrol bersamanya jika Anda mulai mengantuk. Dia juga bisa menjadi ‘polisi’ kalau Anda sudah mulai kehilangan kewaspadaan, terkantuk-kantuk, atau hampir tertidur. Akan lebih baik lagi jika orang yang menemani Anda bersedia untuk bergantian mengemudi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

    Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

    Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

    Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

    Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    Konten Bersponsor
    keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

    4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    memanaskan makanan

    Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit