5 Manfaat Kesehatan Daun Peppermint, Si Dingin yang Menyegarkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Daun peppermint terkenal karena manfaatnya sebagai penyegar mulut dan mencegah bau napas tak sedap. Tak heran jika Anda sering menemukan produk pasta gigi, obat kumur, dan permen karet dengan rasa peppermint. Tetapi ternyata, khasiat daun hasil persilangan watermint dan spearmint ini bukan cuma itu saja. Baik dalam versi daun segar, suplemen herbal, maupun minyak esensialnya, peppermint masih menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaat peppermint?

Manfaat peppermint untuk kesehatan

1. Meredakan gangguan pencernaan

Peppermint dapat membantu memperbaiki masalah pencernaan, terutama irritable bowel syndrome (IBS). IBS adalah gangguan usus yang menyebabkan perut kembung, kram perut, dan BAB tak teratur. Studi terbaru yang dimuat di jurnal Digestive Diseases and Sciences menunjukkan bahwa suplemen herbal yang mengandung minyak peppermint dapat meredakan gejala IBS yang kambuh. Peppermint mengaktifkan saluran antinyeri di usus besar, yang dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan peradangan usus.

Manfaat peppermint lainnya untuk pencernaan adalah meredakan mual, termasuk gejala morning sickness saat hamil. Menurut University of Maryland Medical Center (UMM), peppermint dapat menenangkan otot perut dan memperbaiki aliran empedu, yang digunakan tubuh untuk mencerna lemak.

Selain lewat suplemen herbal, jika gejala mual menghampiri segera hirup aromaterapi peppermint atau seduh daun peppermint kering dan hirup selagi hangat untuk menenangkan saluran pencernaan. Namun, jika gangguan pencernaan Anda terkait dengan refluks asam lambung atau GERD, sebaiknya jangan menggunakan peppermint untuk pengobatan.

2. Meredakan gatal akibat gigitan serangga

Daun peppermint bersifat dingin dan sangat menyejukkan. Maka, minyak esensial peppermint bisa digunakan untuk meredakan iritasi kemerahan dan gatal-gatal pada kulit akibat gigitan serangga atau tanaman beracun. Cukup oleskan minyak peppermint yang sebelumnya sudah diencerkan tepat di kulit yang bentol kemerahan. dan tunggu beberapa saat sampai efek dinginnya meredakan masalah kulit Anda.

3. Meredakan flu dan pilek

Mentol yang terkandung dalam peppermint bisa membuat saluran hidung terasa lebih lega. Meski tidak benar-benar bersifat dekongestan untuk mengencerkan ingus yang menyumbat hidung, peppermint merangsang reseptor sensorik di hidung yang mendeteksi suhu dingin sehingga Anda merasa seolah-olah Anda bernapas lebih bebas. Manfaat peppermint untuk pernapasan ini juga dapat meredakan hidung yang tersumbat, pilek, dan/atau batuk-batuk akibat alergi debu.

Anda bisa menghirup minyak aromaterapi peppermint, menghirup teh peppermint, atau menggosokkan balsem dengan ekstrak peppermint di dada dan sekitar hidung untuk meredakan gejalanya.

4. Menyembuhkan sakit kepala dan migrain

Peppermint bersifat menenangkan dan membuat kebas. Sifat-sifat ini dipercaya bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami migrain dan sakit kepala tensi akibat stres.

Meskipun tidak banyak penelitian medis yang dapat membuktikan kemanjuran minyak peppermint, beberapa peneliti menduga bahwa peppermint membantu mengendalikan aliran darah di dalam tubuh dan membuka saluran sinus untuk memungkinkan aliran oksigen yang lebih lancar ke otak. Menurut salah satu penelitian melaporkan bahwa minyak peppermint memiliki manfaat yang sama dengan tylenol atau paracetamol untuk menghilangkan rasa sakit.

Anda bisa mengusapkan balsem dengan aroma peppermint di kedua sisi pelipis dan dahi ketika sakit kepala mulai menghampiri. Pijat area kepala dengan lembut. Alternatifnya, Anda bisa mencairkan beberapa tetes minyak peppermint ke dalam baskom, tundukkan kepala dan tutupi dengan handuk untuk memerangkap uapnya. Hirup uap hangat peppermint selama 1-2 menit.

Selain itu, Anda bisa berendam air hangat. Berendam bisa membantu mengurangi keparahan sakit kepala. Tambahkan beberapa tetes minyak peppermint ke bak mandi Anda untuk benar-benar meningkatkan manfaat relaksasi. Matikan lampu kamar mandi dan gunakan lilin jika migrain Anda memburuk dengan cahaya terang.

5. Merawat rambut

Minyak peppermint adalah bahan yang cukup populer ditemukan pada beberapa shampo berkat aroma segar dan sifat menenangkannya. Menerapkan peppermint ke kulit kepala menyegarkan kulit kepala, membersihkan ketombe, dan menstimulasi aliran darah ke kulit kepala yang mampu membantu merangsang pertumbuhan rambut.

Selain membersihkan rambut dari sel kulit mati, peppermint juga mengikat folikel rambut dengan protein. Manfaat peppermint ini dipercaya memberikan penampilan rambut yang sehat dan bercahaya.

Sebelum pakai minyak peppermint, perhatikan dulu hal ini

Jika Anda ingin menggunakan minyak esensial peppermint murni untuk pijat atau sekadar dioleskan ke kulit, tes dulu apakah Anda alergi dengan minyak esensial peppermint atau tidak. Caranya, oleskan sedikit ke punggung tangan atau di belakang telinga, tunggu 1×24 jam dan perhatikan apakah ada reaksi alergi yang muncul. Jika tidak, Anda boleh menggunakan minyak esensial ini untuk tujuan pengobatan seperti di atas.

Minyak ini juga sebaiknya diencerkan dulu dengan minyak pembawa (misalnya, minyak zaitun), jika ingin dioleskan ke kulit. Campurkan 3-5 tetes minyak esensial peppermint dengan 2 sdm minyak zaitun sebelum dipakai langsung di kulit.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca