home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Makanan Asam Bisa Picu Kanker?

Benarkah Makanan Asam Bisa Picu Kanker?

Suka dengan makanan asam? Tanpa disadari, makanan yang sering kita makan mengandung asam. Makanan asam tidak selalu mempunyai rasa yang asam, tetapi memiliki ph rendah. Contohnya saja, gula, minuman bersoda, daging olahan, ikan, dan masih banyak lagi. Apakah makanan asam ini berbahaya? Telah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa asam berkaitan dengan kanker. Tapi, apakah makanan asam dapat menyebabkan kanker?

Benarkah makanan asam dapat menyebabkan kanker?

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kanker dapat berkembang dengan mudah di lingkungan asam dan kurang dapat berkembang di lingkungan yang normal atau basa. Selain itu, bukan hanya lingkungan asam saja yang dapat menyebabkan kanker tapi kanker sendiri menciptakan lingkungan yang asam. Ya, sel kanker dapat membuat ph tubuh Anda menjadi lebih asam. Hal ini disebabkan karena sel kanker memproduksi asam laktat. Jadi, jika Anda mengidap kanker, ph tubuh Anda menjadi rendah dan tubuh menjadi terlalu asam.

Lingkungan tubuh yang asam dapat menjadi tempat yang baik bagi sel kanker untuk berkembang biak. Tapi, apakah makanan asam dapat memengaruhi ph tubuh Anda? Makanan asam yang masuk ke tubuh Anda tidak dapat langsung mengubah ph tubuh menjadi asam. Makanan asam mungkin dapat memengaruhi ph urin Anda, tetapi tidak bisa memengaruhi ph darah Anda.

Sebenarnya, tubuh Anda mempunyai mekanisme tersendiri untuk mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Beberapa mekanisme dalam tubuh yang terlibat dalam fungsi ini adalah ginjal dan saluran pernapasan. Melalui mekanisme ini, maka kelebihan asam atau basa dalam tubuh akan dibuang melalui urin sehingga keseimbangan ph tubuh tetap terjaga. Mengonsumsi makanan, minuman atau suplemen dapat memengaruhi keasaman atau kebasaan urin, tapi hanya cairan urin ini saja yang terpengaruh. Keseimbangan ph tubuh tidak terpengaruh oleh makanan yang Anda makan.

Jadi, beberapa makanan mungkin dapat memengaruhi risiko kanker, tapi keasaman atau kebasaan makanan yang Anda makan mungkin tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah Anda harus memilih makanan yang tepat untuk Anda makan, seperti memakan berbagai jenis sayuran dan buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan, serta membatasi konsumsi daging merah, daging olahan, dan alkohol.

Makanan apa saja yang harus dihindari oleh penderita kanker?

Makanan seperti daging merah dan olahannya, serta makanan dengan kalori tinggi harus dihindari oleh penderita kanker. Sementara, daging putih, seperti ayam dan ikan, tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker. Hal ini terjadi karena terdapat bahan kimia alami dari daging merah yang diawetkan atau dimasak pada suhu tinggi yang dapat meningkatkan risiko kanker. Daging merah mengandung pigmen merah alami yang disebut hem. Hem ini dapat merusak sel dalam tubuh atau juga bisa menjadi bahan bakar bakteri untuk menghasilkan bahan kimia berbahaya sehingga memperburuk risiko kanker. Daging yang diawetkan dan yang dimasak dengan suhu tinggi juga dapat menghasilkan zat kimia yang meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, makanan yang diawetkan dengan garam, seperti acar, ikan asin, dan daging asap juga dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker lambung. Garam dapat merusak lapisan lambung, sehingga menyebabkan peradangan dan akhirnya meningkatkan risiko kanker lambung. Garam juga dapat membuat lapisan lambung menjadi lebih sensitif terhadap bahan kimia penyebab kanker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cancer Research UK. (2016). How healthy eating prevents cancer. [online] Available at: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/causes-of-cancer/diet-and-cancer/how-healthy-eating-prevents-cancer [Accessed 23 Jan. 2017].

Leech, Joe. The Alkaline Diet: An Evidence-Based Review. [online] Authority Nutrition. Available at: https://authoritynutrition.com/the-alkaline-diet-myth/ [Accessed 23 Jan. 2017].

American Institute for Cancer Research. (2008). EGEH: Busting Cancer Myths: Acidic Foods and Cancer Risks. [online] Available at: http://preventcancer.aicr.org/site/News2?page=NewsArticle&id=13914&news_iv_ctrl=0&abbr=pr_ [Accessed 23 Jan. 2017].

Cancer Fighting Strategies. pH and Cancer – Acidic pH Levels and their link to Cancer. [online] Available at: http://www.cancerfightingstrategies.com/ph-and-cancer.html [Accessed 23 Jan. 2017].

Cancer Research UK. (2014). Don’t believe the hype – 10 persistent cancer myths debunked. [online] Cancer Research UK – Science blog. Available at: http://scienceblog.cancerresearchuk.org/2014/03/24/dont-believe-the-hype-10-persistent-cancer-myths-debunked/#acidic-diets [Accessed 23 Jan. 2017].


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 21/06/2021
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x