Kulit Putih vs Kulit Sawo Matang: Mana yang Lebih Sehat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kulit putih mulus dan bersih sampai saat ini masih dijadikan standar tolak ukur untuk menilai seberapa cantik atau menariknya paras seseorang. Maka tak heran jika hampir semua orang menjadi korban iklan dan berusaha mati-matian untuk memutihkan kulitnya dengan beragam produk pemutih kulit. Banyak juga yang beranggapan bahwa orang dengan kulit putih secara umum lebih sehat karena selalu melakukan perawatan. Tapi nyatanya tidak demikian. Belum tentu kulit putih lebih sehat daripada warna kulit yang lebih gelap.

Kulit putih bukan penentu seberapa baik kondisi kesehatan seseorang

Warna kulit manusia dapat bervariasi dari sangat pucat hingga sangat gelap. Variasi warna ini berasal dari kombinasi paparan sinar matahari serta seberapa banyak jumlah dan jenis dari pigmen kulit yang disebut melanin. Seperti banyak sifat lainnya, jumlah dan jenis pigmen pada kulit Anda dikendalikan oleh gen. Masing-masing gen tersebut bekerja sama untuk menciptakan produk akhir — warna kulit Anda.

Ada dua jenis melanin — eumelanin dan pheomelanin. Sebagian besar orang yang memiliki kulit putih atau sangat pucat seperti pada ras kaukasia, atau yang sering kita kenal dengan sebutan “bule”, memiliki memiliki lebih banyak pheomelanin, yang menghasilkan warna kulit lebih terang. Sedangkan pada banyak orang ras Asia yang berkulit sawo matang, justru eumelaninlah yang lebih banyak.

Singkatnya, semakin banyak eumelanin di kulit Anda, akan semakin gelap warna kulit Anda. Orang-orang yang memiliki pheomelanin lebih banyak akan memiliki warna kulit yang lebih pucat dan berbintik (freckles).

Tapi, terang gelap warna kulit tidak bisa dijadikan patokan seberapa sehat kondisi seseorang. Ini juga bukan penentu apakah kulit Anda sehat dan terawat atau tidak. Kalau kulit putih jadi patokan kesehatan, lalu bagaimana dengan mereka yang terlahir dengan kulit gelap karena memiliki susunan genetik yang berbeda? Pasalnya, kulit gelap yang mereka miliki pun sama normalnya dengan mereka yang memiliki kulit putih. Namun memang, orang-orang yang berkulit gelap memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker kulit daripada orang-orang yang punya kulit putih.

Kulit gelap justru lebih awet muda

“Orang-orang yang berkulit gelap memiliki lebih banyak melanin di kulit mereka yang melindungi mereka dari sinar matahari,” kata dokter kulit Monica Halem, MD, dari Columbia University, dikutip dari webmd.com. Seorang etnis Afrika berkulit hitam legam, misalnya, tidak merasakan efek penuaan dini dari radiasi matahari separah orang kaukasia pada umumnya yang berkulit seputih kertas.

Radiasi ultraviolet (UV) adalah faktor lingkungan utama yang mempengaruhi fungsi dan kelangsungan hidup berbagai jenis sel, dan dianggap sebagai faktor penyebab utama kanker kulit seperti karsinoma sel basa, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma ganas. Pigmentasi pada kulit dipercaya dapat melindungi dari efek buruk ini, karena melanin memiliki properti antioksidan dan penangkal radikal bebas. Banyak bukti penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan kulit lebih gelap memiliki tingkat kejadian kanker kulit yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang kulit putih.

Kolagen juga memainkan andil dalam melawan penuaan dini. Sementara melanin menyerap radiasi UV dan melindungi kulit dari dalam, kolagen adalah molekul pembentuk jaringan kulit yang bertindak memberikan perlindungan terhadap penyakit dan cedera. Semakin tebal kulit dan semakin banyak melanin yang terkandung di dalamnya, semakin baik pula perlindungan terhadap proses penuaan, termasuk timbulnya keriput dan garis halus. Maka dari itu, orang yang memiliki kulit lebih gelap sering terlihat lebih awet muda dari orang-orang berkulit pucat.

Meski begitu, orang-orang berkulit gelap tidak sepenuhnya terjamin dari kerusakan akibat sinar matahari. Maka dari itu, penting untuk selalu menggunakan pelembab kaya vitamin E dan C, serta tabir surya minimum SPF-30 setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan, bahkan bagi Anda yang berkulit gelap.

Seberapa sehat kulit Anda?

Terang gelap warna kulit tidak bisa dijadikan standar kesehatan maupun juga standar kelayakan seseorang. Terlepas dari apa warna kulit Anda, yang lebih penting adalah memiliki kulit yang sehat dan terawat. Berikut ini adalah ciri-ciri dari kulit yang sehat:

1. Warna kulit merata

Beberapa studi menunjukkan bahwa banyak orang yang lebih tertarik dan suka melihat kulit dengan warna yang merata dan konsisten. Tidak terdapat bintik-bintik atau noda yang biasanya disebabkan oleh paparan sinar matahari.

2. Kulit terasa halus

Kulit dengan permukaan yang halus ternyata terbukti lebih menarik ketimbang yang tidak. Jika Anda melihat kulit Anda, coba periksa apakah permukaan kulit Anda halus atau kasar dan tidak rata? Kalau kulit Anda sudah putih, tetapi memiliki permukaan yang kasar maka tandanya kulit Anda tidak sesehat yang Anda bayangkan. Kulit kasar bisa disebabkan oleh adanya komedo, jerawat, kerutan-kerutan halus, dan luka.

3. Kulit lembap

Kulit yang lembap menunjukkan bahwa Anda telah merawat kulit dengan baik. Sebaliknya, kulit kering bisa menjadi tanda kalau kulit Anda kurang sehat dan ‘haus’. Kulit yang kering biasanya juga bersisik. Hal ini biasanya diakibatkan jarang minum air putih, jarang mengonsumsi sayur dan buah, serta tidak membiasakan diri menggunakan tabir surya.

4. Tidak muncul gejala mencurigakan

Bila Anda memiliki kulit yang sehat, maka Anda akan sangat jarang merasakan gatal, rasa panas, atau rasa yang tidak nyaman lainnya pada kulit. Bisa saja, rasa gatal timbul akibat terdapat infeksi atau jamur yang tumbuh di kulit. Kulit yang sehat juga tidak menampakkan ciri dan gejala kanker kulit.

Jadi, tidak masalah jika Anda punya kulit putih, kuning langsat, sawo matang, kecoklatan, bahkan hitam. Selama kulit Anda yang memenuhi kriteria di atas, maka Anda memiliki kulit yang sehat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca