6 Gangguan Mata Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Fotofobia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setelah menonton bioskop dan pergi ke tempat yang lebih terang, Anda pasti akan mengedipkan mata beberapa kali. Hal ini terjadi karena mata Anda perlu beradaptasi kembali dengan pencahayaan. Selain nonton bioskop, mata sensitif terhadap cahaya ini ternyata bisa jadi tanda dari masalah kesehatan tertentu. Apa saja gangguan mata yang menyebabkan fotofobia tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Masalah mata pemicu mata sensitif terhadap cahaya

Mata sensitif terhadap cahaya dikenal juga dengan fotofobia. Ini bukan penyakit, tapi gejala yang sering muncul akibat adanya masalah pada mata. Jadi, ada masalah pada koneksi antara sel-sel mata yang mendeteksi cahaya dengan saraf yang ada di sekitarnya sehingga menyebabkan mata perih dan tidak nyaman melihat cahaya terang. Beberapa gangguan mata yang menimbulkan gejala fotofobia, antara lain:

1. Mata kering

Air mata bukan hanya keluar saat Anda sedang bersedih. Saat Anda berkedip, air mata juga akan keluar tapi jumlahnya lebih sedikit, tujuannya untuk melembapkan mata. Namun, saat produksi air mata tidak mencukupi, mata akan jadi kering.

Kondisi mata kering ini menimbulkan berbagai gejala, seperti mata merah, mata berlendir atau berair, terasa gatal dan terbakar, serta mata sensitif terhadap cahaya.

2. Uveitis

Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata yang disebut dengan uvea atau uveal. Lapisan ini meliputi bagian iris (bagian berwarna mata), koroid (selaput tipid dengan banyak pembuluh darah), dan badan silinder (bagian penghubung lapisan).

Gangguan mata tersebut menyebabkan adanya pembengkakan dan kerusakan jaringan mata, membuat penglihatan semakin memburuk bahkan kebutaan. Gejalanya meliputi mata merah disertai rasa sakit, pandangan kabur dan fotofobia, serta munculnya bintik-bintik kecil saat Anda melihat sesuatu (floaters).

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah nama lain dari mata merah. Gangguan mata ini terjadi akibat adanya peradangan pada konjungtiva, yaitu jaringan tipis bening yang terletak di atas bagian putih mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata. Penyebab utamanya adalah infeksi virus, bakteri, jamur, atau paparan zat iritan dan alergen.

Selain mata sensitif terhadap cahaya, konjungtivitis juga menyebabkan mata merah, bengkak, berair, terasa sangat gatal, dan mengeluarkan lendir hijau keputihan.

4. Iritis

Iris adalah selaput berpigmen yang memberikan warna pada mata yang dilengkapi dengan serat otot. Tugasnya mengatur jumlah cahaya yang masuk ke pupil. Adanya infeksi virus dan trauma pada iris bisa menyebabkan peradangan yang disebut iritis.

Gangguan mata ini menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri pada mata hingga alis, mata merah, penglihatan jadi kabur, sakit kepala dan jadi sangat sensitif terhadap cahaya.

5. Abrasi kornea

Kornea merupakan lapisan bening yang menutupi iris. Nah, tindakan seperti menggosok mata berlebihan, kelilipan zat asing, atau infeksi dapat menyebabkan goresan pada kornea.

Gangguan mata ini dapat menyebabkan seperti ada benda mengganjal di mata, mata terasa sakit saat berkedip, penglihatan kabur, serta terlalu peka dengan cahaya dan kemerahan.

6. Katarak

Katarak adalah kondisi lensa mata yang menjadi keruh berawan akibat adanya penggumpalan protein. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit, tapi sangat menggangu penglihatan.

Mata akan sensitif terhadap cahaya, tapi sulit untuk melihat di malam hari. Selain itu, kemampuan mata untuk mendeteksi warna jadi menurun dan terjadinya penglihatan ganda (berbayang).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

Memilih dokter mata yang bagus memang tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menemukan yang paling cocok buat Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 14 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

Kelopak Mata Berkedut Tiba-tiba, Apa Sebabnya?

Kedutan kelopak mata bisa terjadi dalam intensitas yang berbeda. Kadang ringan, tapi bisa juga cukup kuat hingga terasa mengganggu. Penyakit atau bukan, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 November 2018 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Mengatasi Mata yang Perih dan Terasa Panas Berdasarkan Penyebabnya

Stop! Mengucek mata bukanlah cara yang baik untuk mengatasi mata perih. Cari tahu dulu apa penyebabnya, dan intip cara mengobati mata perih di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 6 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Agar Bisa Tidur Nyenyak, Atasi Mata Gatal di Malam Hari Dengan 4 Cara Ini

Jangan biarkan mata gatal di malam hari mengganggu tidur Anda. Yuk, cari tahu cara mengobati mata gatal di waktu malam di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 3 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata seperti melihat kilatan cahaya

Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
freckles di mata

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
efek rematik

Efek Rematik pada Bagian Tubuh Lain yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit
mata merah

7 Mitos Mata Merah Akibat Konjungtivitis yang Perlu Diluruskan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit