Mendeteksi Kesehatan Tubuh Lewat Kentut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Semua orang buang angin, setiap hari, Tapi, tidak semua kentut diciptakan sama. Beberapa orang kentut tidak membuat suara, tapi baunya minta ampun. Lainnya berbunyi keras, tidak berbau.

Buang angin adalah salah satu fungsi tubuh yang bisa dibilang memalukan, tetapi kentut — termasuk kentut yang berbau seperti telur busuk sekalipun — merupakan pertanda bahwa sistem pencernaan Anda bekerja dengan baik.

Buang angin juga dapat menyediakan Anda wawasan seputar masalah kesehatan yang mungkin Anda miliki. Jadi, lain kali Anda kentut, mungkin ada baiknya untuk selidiki baunya karena buang angin bisa membuka banyak rahasia tubuh lebih dari sekadar apa yang Anda makan saat makan siang hari ini.

Mengapa manusia kentut?

Saat kita makan, minum, menelan air liur, bernapas terburu-buru, bahkan berbicara, kita juga menelan udara. Udara yang tertelan akan berkumpul di dalam usus. Udara dalam sistem pencernaan tubuh sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen.

Ketika kita mencerna makanan, tubuh akan melepas gas yang diproduksi oleh bakteri dalam usus. Koloni bakteri ini menghasilkan gas saat mereka memecah gula dan pati yang tidak bisa dicerna dengan mudah oleh tubuh (termasuk kacang dan biji-bijian, kebanyakan sayuran, dan gandum). Terkadang, bakteri juga berinteraksi dengan makanan fermentasi, menghasilkan asam dan gas.

Dalam usus besar, bakteri menghasilkan metana (pada beberapa orang hanya berupa residu) dan hidrogen. Itu sebabnya mengapa kentut adalah gas yang mudah terbakar dan dapat menyebabkan pembakaran di anus, rektum, dan bokong Anda jika disulut api. Selain itu, gas kentut juga mengandung karbon dioksida yang dibawa oleh darah.

Tubuh perlu untuk menyingkirkan tumpukan gas dalam usus. Pembuangan gas biasa dilakukan melalui bersendawa atau buang angin akibat perut kembung (kentut). Setiap hari ada sekitar 7-10 liter gas yang masuk ke dalam usus, tetapi hanya sebanyak 1,9 liter yang dikeluarkan melalui kentut, dicicil 15-20 kali dalam sehari.

Buang angin umumnya terjadi tanpa disadari oleh si pemilik tubuh — tidak ada bau dan tidak berbunyi. Jika kentut berbau, berarti biasanya ada sejumlah kecil gas sulfur yang terlibat. Jika makanan tidak dicerna dengan baik, sisa-sisa makanan ini akan terurai dan membusuk dalam tubuh, sehingga melepaskan sulfur.

Bau kentut yang tidak tertahankan ini diinduksi oleh asam lemak pendek, seperti asam butirat (berbau mentega tengik), komponen nitrogen (skatole, indole), dan sulfur, seperti hidrogen sulfida dan karbonil sulfida. Senyawa kimia berlemak ini merupakan hasil aktivitas makan bakteri, yang lainnya sebagai hasil dekomposisi makanan yang kita asup oleh bakteri.

Macam-macam jenis kentut untuk mendeteksi kondisi kesehatan tubuh

Gas hasil buang angin dapat mengungkapkan banyak rahasia dari kondisi tubuh, yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya — dan ada sejumlah tanda-tanda peringatan yang harus diperhatikan.

Bau kentut normal

Bau kentut yang masih dalam batas wajar (apapun itu) adalah gas hasil olahan beberapa makanan yang merangsang pembentukan gas dalam tubuh, seperti brokoli, kembang kol, daging mereah, susu dan produk susu, bawang, serta gandum dan roti gandum utuh. Tetapi, seberapa baunya kentut Anda setelah makan siang dengan menu makanan di atas, hal ini masih tergolong sehat dan normal.

Aroma gas saat buang angin juga dapat dipengaruhi oleh hormon. Ketika Anda akan menyambut menopause atau dalam kondisi lain yang mengacaukan hormon Anda (menstruasi atau kehamilan, misalnya), efeknya mungkin juga terbawa hingga ke masalah kentut. Banyak wanita dalam usia menopause melaporkan bahwa sistem pencernaannya tidak lagi bekerja sebaik saat usia muda. Walaupun begitu, masih belum dapat dipastikan apakah estrogen atau progesterone yang bertanggung jawab dalam hal ini.

Satu aroma yang harus Anda khawatirkan adalah bau kentut yang tercium seperti kombinasi daging dan telur (berat, sedikit amis dan berlemak), sebagai hasil dari tingginya kadar hidrogen sulfida yang menjadi indikator kerusakan usus, infeksi peradangan saluran pencernaan, atau bahkan kanker usus.

Kentut sangat bau

Aroma kentut yang sangat bau — hingga mencubit hidung, saling tuding menuding mencari pelakunya, dan mencemari satu ruangan — seringnya merupakan hasil dari pola makan berserat tinggi, atau makan makanan yang mengandung tinggi hidrogen sulfida, seperti brokoli, kembang kol, dan kacang-kacangan.

Namun, gas berbau tengik minta ampun dan sering, juga bisa menandakan bahwa Anda sedang sembelit. Feses terdiri dari banyak bakteri. Saat feses menumpuk di perut dan tidak bergerak, bakteri-bakteri ini akan berakumulasi dan berinteraksi, memfermentasikan feses dan melepaskan gas yang lebih bau daripada biasanya.

Aroma gas yang sangat bau juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki intoleransi laktosa. Bahkan jika mengonsumsi produk susu tidak membuat Anda jatuh sakit, melepaskan gas non-stop setelah Anda menenggak segelas susu, misalnya, berarti tubuh Anda sedang menghadapi kesulitan memecahkan laktosa. Alasan lain dari kentut berbau busuk yang termasuk langka dapat menjadi masalah kronis, seperti sindrom iritasi usus besar, infeksi gastroenteritis, gangguan malabsorpsi atau autoimun seperti penyakit Celiac. Bisa ada masalah malabsorpsi nyata yang terjadi terkait dengan penyakit Celiac atau gangguan autoimun lain ketika tubuh tidak bereaksi dengan baik terhadap gluten dan malah mulai memecah lapisan dinding usus kecil.

Kentut tidak berbunyi

Suara yang dihasilkan oleh kentut Anda tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda makan sebelumnya. Sederhananya, suara ini — tidak berbunyi, pelan, kencang, panjang, hingga yang pendek-pendek dan berulang — diakibatkan oleh gas yang keluar melewati rektum sehingga menyebabkan getaran di bukaan anus.

Tinggi-rendah, panjang-pendek nada suara kentut akan bergantung pada keketatan sfingter (cincin otot lurik yang mengelilingi kanal anus) serta kecepatan gas yang dikeluarkan. Beberapa orang dapat secara sukarela menahan gas dengan mengencangkan rektum mereka, namun di malam hari Anda akan cenderung melepaskan gas dengan bunyi nyaring karena otot sfingter Anda dalam keadaan rileks.

Sering kentut

Jika Anda menyadari Anda sering buang gas, lebih dari 22 kali dalam sehari, Anda mungkin terlibat dalam perilaku atau pola makan yang memproduksi gas dalam kadar tinggi. Anda bisa minum banyak kopi (yang merenggangkan sfingter, membiarkan kentut menyelinap keluar lebih sering), makan banyak karbohidrat dan makanan lain yang sulit dipecah oleh usus Anda untuk, diet vegetarian, atau bahkan hanya makan makanan dengan terburu-buru (yang dapat menyebabkan Anda menelan semakin banyak udara). Namun, bukan berarti perilaku ini membahayakan kesehatan, dan tentu semua ini bisa diubah.

Beberapa orang mungkin memiliki defisiensi beberapa enzim dalam usus kecilnya (misalnya akibat intoleransi laktosa) yang menyebabkan diare dan perut kembung. Hal ini diakibatkan oleh gula yang menetap dalam usus kecil dan menyebabkan lebih banyak produksi gas.

Meski perut kembung berlebihan dapat mengungkapkan kurangnya senyawa dalam saluran cerna, hal ini juga dapat menunjukkan hal komponen saluran pencernaan yang berlebihan. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi sering kentut dapat menandakan adanya pertumbuhan bakteri usus kecil berlebih (small intestinal bacterial overgrowth/SIBO). Artinya, usus kecil Anda kini menjadi rumah bagi terlalu banyak bakteri, yang dapat membuat perut kembung dan mengeluarkan gas lebih sering.

Buang gas berlebihan yang disertai dengan bau busuk termasuk jarang, dan seringnya juga diikuti oleh perubahan dalam feses dan kebiasaan pencernaan. Tetapi hal ini juga dapat disebabkan oleh pola makan tertentu, stres, dan campuran obat-obatan. Selain itu, individu yang baru saja menjalani operasi pada saluran pencernaan atau baru saja sembuh dari gangguan pencernaan seperti norovirus juga mungkin mengalami ketidakseimbangan bakteri.

Tapi pada umumnya, sering kentut tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Buang angin adalah bagian alami dari kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

    Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

    Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

    Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

    Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    teh tanpa kafein

    3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Waktu Efektif Minum Kopi

    Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Psoriasis kulit kepala

    Psoriasis pada Kulit Kepala

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit