Mitos Bekas Jerawat yang Harus Diketahui

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kadang sulit membedakan mana mitos dan fakta seputar perawatan bekas jerawat. Apakah bekas jerawat perlu dibiarkan begitu saja atau sebaiknya ditangani? Tubuh memang memiliki caranya sendiri untuk menyembuhkan noda jerawat yang membandel.

Agar tak lagi hilang arah, ketahui penjelasan berikut seputar mitos dan fakta tentang bekas jerawat.

Menguak mitos mengenai bekas jerawat

Ketika memasuki usia remaja, jerawat jadi persoalan utama penampilan. Perubahan hormonal membuat segala perubahan dalam tubuh, termasuk timbulnya jerawat. Mungkin Anda mengira ketika beranjak dewasa dan usia bertambah, hal ini tak lagi jadi persoalan.

Namun kenyataannya, tidak. Setelah tuntasnya masalah jerawat, timbul lah masalah bekas jerawat. Ditambah lagi, dengan ilmu yang terbatas, beberapa orang melakukan hal yang mungkin menurut mereka bisa menghilangkan bekas jerawat, seperti membersihkan wajah secara rutin untuk menghilangkan noda bekasnya.

Tapi apakah yang kita lakukan selama ini sudah benar adanya? Ketahui mitos dan fakta bekas jerawat di bawah ini.

1. Bekas jerawat bisa hilang dengan sendirinya

Bisa jadi ini mitos bekas jerawat. Sebagian bekas jerawat memang bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi kebiasaan seperti memencet bekas jerawat akan meninggalkan bekas seperti skar hipertrofik, keloid, maupun hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Ketiganya memerlukan perawatan agar bekas jerawat hilang dengan segera. Perawatan bisa dilakukan secara mandiri dengan pengaplikasian gel penghilang bekas jerawat secara rutin. Metode ini mampu menyamarkan bekas jerawat yang membandel.

Pilih gel dengan kandungan allium cepa, niacinamide, mucopolysaccharide (MPS), serta pionin. Keempatnya diformulasikan untuk menyamarkan noda bekas jerawat dan juga meratakan kondisi kulit, serta mengurangi iritasi.

Ketika muncul bekas jerawat, lakukan perawatan sedini mungkin agar kulit kembali pulih seperti semula. Sehingga Anda bisa tampil percaya diri.

2. Tidak membersihkan wajah bisa menimbulkan jerawat pada bekasnya

Ini mitos seputar bekas jerawat. Mungkin selama ini Anda mengira bahwa jerawat yang timbul pada jejak sebelumnya disebabkan oleh kebersihan yang kurang optimal. Padahal, tidak juga.

Kecenderungan sering mencuci wajah (lebih dari dua kali sehari) dan scrubbing wajah berlebihan dengan menggunakan astringent ternyata bisa merusak kulit wajah.

Melansir laman Everyday Health, metode ini dapat membuat trauma kulit wajah dan memperparah kondisi setelah perawatan.

Menurut dr Clare A. Pipkin, MD, seorang dermatologis dan asisten profesor dari Duke University School of Medicine, menyarankan untuk membersihkan wajah dua kali sehari menggunakan air suam-suam kuku, mild cleanser, dan dibersihkan dengan gerakan lembut.

3. Memencet jerawat tak akan menimbulkan bekas jerawat

Godaan memencet jerawat memang sulit untuk dihindarkan. Memencet jerawat tidak meninggalkan bekas jerawat, jelas ini mitos. Pada poin sebelumnya sudah dijelaskan bahwa kebiasaan ini dapat memicu peradangan dan meninggalkan noda jerawat.

Memencet jerawat memang membuka pori-pori. Namun, inflamasi setelahnya membuat bekas jerawat bertahan lebih lama. Bahkan, setelahnya bisa timbul jerawat di tempat yang sama.

Alangkah baiknya Anda menahan diri untuk tidak memencet atau memegang jerawat. Lebih baik terapkan perawatan untuk menangani masalah jerawat Anda.

4. Tak perlu pakai sunscreen

Masalah jerawat sudah tuntas. Hanya bekas jerawat saja yang tertinggal dan tak perlu pakai sunscreen, cukup perawatan saja untuk menuntaskannnya. Ini sebuah mitos soal bekas jerawat.

Justru, kulit dengan bekas jerawat masih butuh perlindungan ekstra dengan menggunakan sunscreen. Pasalnya, sinar UV dapat memicu peradangan kembali. Maka dari itu, penting untuk menerapkan sunscreen meskipun Anda telah mengoleskan gel penghilang bekas jerawat.

5. Sebaiknya tidak usah pakai makeup bila masih ada bekas jerawat

Pernyataan ini termasuk mitos mengenai bekas jerawat. Tentu saja Anda masih bisa menggunakan makeup. Pilihlah foundation ringan yang bebas minyak dan berlabel non-comedogenic.

Label non-comedogenic dapat meminimalkan penyumbatan pori-pori. Selain itu, pilih makeup yang bersifat hypoallergenic dan non-irritating, serta berbahan dasar air. Pemilihan kandungan ini juga mencegah iritasi kulit yang mampu menimbulkan jerawat pada noda bekas yang sama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan Bekas Jerawat yang Cocok untuk Remaja

Menghilangkan bekas jerawat remaja dilakukan dengan pemilihan produk perawatan secara tepat. Berikut produk perawatan bekas jerawat yang bisa diterapkan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
menghilangkan bekas jerawat remaja
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 14 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Kandungan Skincare yang Ampuh Atasi Bekas Jerawat

Pilih skincare untuk mengatasi bekas jerawat yang mengandung empat komponen utama. Keempatnya bekerjasama untuk mengatasi masalah jerawat secara optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
skincare untuk mengatasi bekas jerawat
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 14 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Life Hack Cara Menutupi Bekas Jerawat Membandel

Cara menutupi bekas jerawat dapat dilakukan secara mudah dengan post acne gel dan green color corrector. Ikuti cara mengaplikasikannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
cara menutupi bekas jerawat
Jerawat, Health Centers 13 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

Kebiasaan Buruk Penyebab Semakin Parahnya Bekas Jerawat

Penyebab bekas jerawat biasanya timbul dari kebiasaan yang tidak kita sadari. Memencet jerawat atau membersihkannya terlalu sering bisa memperparah kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
penyebab bekas jerawat
Jerawat, Health Centers 13 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
cara menyamarkan bekas jerawat

Apakah Bekas Jerawat Membandel Bisa Hilang Total?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
memperbaiki tekstur kulit wajah

Tips dan Trik Menghaluskan Tekstur Wajah yang Tidak Rata Akibat Bekas Jerawat

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
bekas jerawat hitam

Bekas Jerawat

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit
minyak zaitun untuk jerawat

Seberapa Ampuh Minyak Zaitun Ampuh Mengobati Jerawat dan Bekasnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit