Facial adalah salah satu perawatan kulit yang populer ditawarkan di salon atau klinik kecantikan. Meski Anda sebenarnya juga bisa facial sendiri di rumah. Namun hati-hati, facial wajah tak boleh dilakukan sembarangan. Cari tahu berbagai hal yang boleh dan tak boleh dilakukan saat facial dalam artikel ini.

Sebenarnya, apa itu facial wajah?facial saat puasa

Facial adalah prosedur yang ditujukan untuk membersihkan wajah dari kotoran, debu, minyak, sel-sel kulit mati dan komedo.

Perawatan kecantikan satu ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembersihan wajah (cleansing), scrubbing, pemijatan, penguapan, ekstraksi komedo, dan pemakaian masker yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing pasien.

Facial wajah idealnya dilakukan setiap 4 minggu sekali karena proses regenerasi sel kulit terjadi dalam waktu kurang lebih 28 hari.

Sayangnya, tak semua orang boleh facial

cara menghilangkan flek hitam bekas jerawat

Orang yang sedang mengalami iritasi atau infeksi pada kulit wajahnya tidak disarankan untuk melakukan facial. Tetap memaksa facial meski kondisi kulit wajah sedang tidak memungkinkan justru akan memperparah masalahnya.

Oleh sebab itu, ada baiknya tunggu hingga masalah kulit yang Anda sembuh total dulu atau setidaknya mereda sebagian. Jika sudah membaik, barulah Anda boleh melakukan facial.

Adakah efek samping dari facial wajah?

pembuluh darah di wajah

Sama seperti perawatan kecantikan lainnya, facial wajah juga memiliki potensi efek samping. Meski begitu, efek sampingnya cenderung ringan.

Beberapa efek samping yang paling sering terjadi setelah facial wajah di antaranya ruam kemerahan, gatal pada kulit, kulit kering, reaksi alergi, iritasi, dan muncul bruntusan atau jerawat. Biasanya efek samping muncul karena kulit Anda ternyata tidak cocok dengan bahan-bahan yang dipakai selama facial.

Dalam kasus tertentu, seseorang juga bisa saja mengalami efek samping yang cukup berat, seperti terjadi kerusakan tekstur kulit. Hal ini terjadi akibat prosedur ekstraksi jerawat atau komedo yang tidak tepat sehingga kulit wajah mengalami luka, lecet atau bahkan bopeng.

Bolehkah facial saat jerawatan?

facial wajah berjerawat

Facial saat berjerawat boleh-boleh saja. Namun, perhatikan dulu seberapa parah jerawatnya. Ingat, facial bukan untuk menyembuhkan jerawat. Facial bertujuan untuk membersihkan wajah dan membersihkan komedo saja.

Jika jerawat Anda aktif dan meradang, bahkan hingga merah atau bernanah, saya tidak menyarankan Anda untuk facial dulu. Perawatan ini nantinya malah berisiko memperparah reaksi radang. Selesaikan perawatan jerawat Anda dan tunggu sampai kondisi kulit membaik, barulah boleh facial.

Sembarangan facial saat sedang jerawatan malah memperparah jerawat

penyebab wajah jamuran

Perlu digarisbawahi bahwa pada facial untuk kulit yang berjerawat, proses ekstraksi hanya dilakukan pada komedo, baik komedo hitam (blackhead comedones) maupun komedo putih (whitehead comedones). Jerawat yang sedang meradang, merah atau bernanah TIDAK BOLEH diekstraksi maupun dipencet.

Memencet jerawat yang sedang aktif dan melakukan ekstraksi komedo yang asal-asalan tanpa teknik khusus dapat mengakibatkan jerawat bertambah besar dan meradang.

Bukannya jerawat sembuh, bisa-bisa malah makin meradang hingga terinfeksi atau malah menyebabkan munculnya bopeng di kemudian hari.

Anda boleh facial wajah di rumah, asalkan…

panduan facial wajah ala salon di rumah

Anda boleh melakukan facial sendiri di rumah. Namun hanya sebatas membersihkan wajah dan scrubbing, tanpa ekstraksi komedo. Pasalnya, ekstraksi komedo harus dilakukan oleh terapis kecantikan yang terlatih dan tersertifikasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi atau memburuknya kondisi kulit Anda di kemudian hari.

Oleh sebab itu, jika Anda berniat untuk facial termasuk ekstraksi komedo, pastikan Anda melakukannya di klinik kecantikan yang dikelola oleh dokter kecantikan atau dermatolog profesional dan berpengalaman. Tak hanya itu, pastikan juga kalau klinik kecantikan yang Anda pilih memiliki terapis facial yang terlatih dan tersertifikasi.

Baca Juga:

dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di ...
Selengkapnya
dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas yang sama. Meraih gelar Sp.KK dalam waktu 3,5 tahun, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Mita ini adalah salah satu lulusan tercepat dalam menempuh pendidikan spesialis. Kecintaan yang tinggi dalam dunia dermatologi diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada pasien, meliputi semua keluhan mengenai kulit, mukosa, rambut dan kelamin, serta tindakan-tindakan medis dalam bidang dermatologi seperti bedah kulit hingga laser, filler, botox dan threadlift. dr. Mita peduli akan pentingnya pengetahuan untuk pencegahan timbulnya gangguan pada kulit dan kelamin sehingga sering memberikan edukasi secara berkala mengenai kesehatan.  
Selengkapnya
Artikel Terbaru