Obat Kulit Krim, Lotion, dan Salep: Mana yang Paling Manjur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Ketika berobat ke dokter untuk masalah kulit, sering kali Anda diberikan obat luar yang harus dioleskan pada kulit. Jenis obat ini disebut obat topikal. Bentuk obat kulit topikal bermacam-macam mulai dari krim, lotion, hingga salep. Sebenarnya apa, sih, perbedaan dari ketiga sediaan obat tersebut? Mari simak penjelasannya berikut ini.

    Perbedaan krim, salep, dan lotion

    Obat kulit krim

    krim racikan dokter

    Krim sebenarnya merupakan campuran antara cairan dan salep. Krim terdiri dari air, minyak, dan emulgator (bahan aktif untuk menyatukan minyak dan air).

    Selain itu, krim biasanya ditambah dengan bahan pengawet misalnya paraben. Dalam beberapa kasus, krim kulit juga dapat dicampur dengan parfum. Hal ini yang mungkin dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.

    Berbagai bahan aktif dapat dimasukkan di dalam krim. Krim sendiri banyak dipakai pada kosmetik. Selain itu, dokter biasanya memberikan krim pada penyakit kulit yang sifatnya luas dan subakut (sudah lama diderita tapi belum sampai menjadi kronis). Ini karena penyerapan krim lebih baik dibandingkan dengan bedak. Krim juga boleh digunakan di berbagai bagian tubuh, bahkan di bagian tubuh yang berambut.

    Obat kulit lotion

    obat kulit lotion
    Sumber: Glamour Magazine

    Bahan dari lotion sebenarnya mirip dengan krim. Akan tetapi, biasanya formulanya lebih tipis dan ringan. Konsistensi lotion juga biasanya lebih cair. Kebanyakan dari lotion juga mengandung sedikit alkohol, yang fungsinya untuk menstabilkan zat aktif dan menghambat penguapan/ evaporasi zat terlarut pada lapisan kulit.

    Lotion dapat digunakan pada area kulit yang luas dan dapat digunakan pada bagian tubuh yang berambut dan lipatan-lipatan kulit.

    Obat kulit salep

    salep antibiotik
    Sumber: Health Tap

    Bahan salep merupakan bahan yang berlemak atau seperti lemak. Bahan dasarnya biasanya vaselin, tetapi dapat pula terbuat dari lanolin atau minyak. Biasanya salep digunakan pada penyakit kulit dengan kondisi kulit yang kering, kronis, dan dalam. Daya penyerapan salep paling kuat dibandingkan dengan bahan dasar lainnya.

    Selain itu, salep juga dapat digunakan pada kulit dengan penyakit kulit yang berisisik. Akan tetapi, tidak seperti krim dan lotion, salep sebaiknya tidak digunakan pada bagian tubuh yang berambut dan kulit yang rentan terhadap bisul (folicullitis) atau pada cuaca yang panas karena konsistensinya yang lengket dan dapat menahan keringat.

    Penggunaan salep hanya dapat digunakan pada bagian tubuh tertentu dan tidak dianjurkan dipakai di seluruh tubuh.

    Jadi, obat kulit mana yang paling ampuh?

    Memilih bahan dasar untuk obat kulit merupakan langkah awal yang cukup penting dalam memberikan pengobatan. Pemilihan bahan dasar dari obat topikal sebenarnya bervariasi. Ini tergantung dari jenis penyakit kulit, keadaan kelainan kulit setiap pasien misalnya kering atau berminyak, dan area kulit mana yang akan diobati.

    Kesimpulannya, keampuhan obat kulit tidak bisa dilihat dari bentuk sediaannya saja. Dokter juga harus memperhitungkan faktor lainnya. Misalnya kalau kulit Anda sangat kering, biasanya dokter akan memberikan obat kulit dalam bentuk salep, bukan lotion.

    Itulah mengapa ketika memilih obat topikal, jangan lupa untuk berkonsultasi langsung dengan dokter agar Anda mendapat penanganan yang paling tepat dan efektif.

    Kalkulator BMI

    Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

    Ayo Cari Tahu!
    general

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

    Ada macam-macam penyakit kulit dari yang menular hingga yang tidak. Agar tak keliru, kenali jenis penyakit kulit berdasar penularannya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Kulit 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

    Penyebab Panu yang Perlu Anda Ketahui Beserta Faktor Risikonya

    Penyakit panu adalah penyakit gangguan kulit yang datang apabila Anda tidak menjaga kebersihan diri. Cari tahu penyebab panu dan cara mencegahnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 11 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Panu

    Panu (tinea versicolor) adalah penyakit kulit yang ditandai dengan bercak putih atau gelap. Kondisi ini kerap bikin gatal. Bagaimana mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit

    Kutu Air (Tinea Pedis)

    Kutu air (tinea pedis atau athlete's foot) adalah infeksi jamur menular yang biasanya muncul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    folikulitis

    Folikulitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 9 menit
    kebotakan alias alopecia

    Alopecia (Kebotakan)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit
    mengatasi ketombe

    5 Trik Jitu Mengatasi Ketombe di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    obat memar

    7 Obat Memar Paling Efektif Tanpa Harus ke Dokter

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit