Obat Kulit Krim, Lotion, dan Salep: Mana yang Paling Manjur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ketika berobat ke dokter untuk masalah kulit, sering kali Anda diberikan obat luar yang harus dioleskan pada kulit. Jenis obat ini disebut obat topikal. Bentuk obat kulit topikal bermacam-macam mulai dari krim, lotion, hingga salep. Sebenarnya apa, sih, perbedaan dari ketiga sediaan obat tersebut? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Perbedaan krim, salep, dan lotion

Obat kulit krim

krim racikan dokter

Krim sebenarnya merupakan campuran antara cairan dan salep. Krim terdiri dari air, minyak, dan emulgator (bahan aktif untuk menyatukan minyak dan air).

Selain itu, krim biasanya ditambah dengan bahan pengawet misalnya paraben. Dalam beberapa kasus, krim kulit juga dapat dicampur dengan parfum. Hal ini yang mungkin dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Berbagai bahan aktif dapat dimasukkan di dalam krim. Krim sendiri banyak dipakai pada kosmetik. Selain itu, dokter biasanya memberikan krim pada penyakit kulit yang sifatnya luas dan subakut (sudah lama diderita tapi belum sampai menjadi kronis). Ini karena penyerapan krim lebih baik dibandingkan dengan bedak. Krim juga boleh digunakan di berbagai bagian tubuh, bahkan di bagian tubuh yang berambut.

Obat kulit lotion

obat kulit lotion
Sumber: Glamour Magazine

Bahan dari lotion sebenarnya mirip dengan krim. Akan tetapi, biasanya formulanya lebih tipis dan ringan. Konsistensi lotion juga biasanya lebih cair. Kebanyakan dari lotion juga mengandung sedikit alkohol, yang fungsinya untuk menstabilkan zat aktif dan menghambat penguapan/ evaporasi zat terlarut pada lapisan kulit.

Lotion dapat digunakan pada area kulit yang luas dan dapat digunakan pada bagian tubuh yang berambut dan lipatan-lipatan kulit.

Obat kulit salep

salep antibiotik
Sumber: Health Tap

Bahan salep merupakan bahan yang berlemak atau seperti lemak. Bahan dasarnya biasanya vaselin, tetapi dapat pula terbuat dari lanolin atau minyak. Biasanya salep digunakan pada penyakit kulit dengan kondisi kulit yang kering, kronis, dan dalam. Daya penyerapan salep paling kuat dibandingkan dengan bahan dasar lainnya.

Selain itu, salep juga dapat digunakan pada kulit dengan penyakit kulit yang berisisik. Akan tetapi, tidak seperti krim dan lotion, salep sebaiknya tidak digunakan pada bagian tubuh yang berambut dan kulit yang rentan terhadap bisul (folicullitis) atau pada cuaca yang panas karena konsistensinya yang lengket dan dapat menahan keringat.

Penggunaan salep hanya dapat digunakan pada bagian tubuh tertentu dan tidak dianjurkan dipakai di seluruh tubuh.

Jadi, obat kulit mana yang paling ampuh?

Memilih bahan dasar untuk obat kulit merupakan langkah awal yang cukup penting dalam memberikan pengobatan. Pemilihan bahan dasar dari obat topikal sebenarnya bervariasi. Ini tergantung dari jenis penyakit kulit, keadaan kelainan kulit setiap pasien misalnya kering atau berminyak, dan area kulit mana yang akan diobati.

Kesimpulannya, keampuhan obat kulit tidak bisa dilihat dari bentuk sediaannya saja. Dokter juga harus memperhitungkan faktor lainnya. Misalnya kalau kulit Anda sangat kering, biasanya dokter akan memberikan obat kulit dalam bentuk salep, bukan lotion.

Itulah mengapa ketika memilih obat topikal, jangan lupa untuk berkonsultasi langsung dengan dokter agar Anda mendapat penanganan yang paling tepat dan efektif.

Baca Juga:

Sumber