Olahraga lari adalah salah satu olahraga yang mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu menggunakan sepatu dan berlari di sepanjang jalan yang Anda pilih. Berlari tidak memerlukan lapangan atau tempat khusus.

Bagi Anda yang hobi melakukan olahraga lari, baik sekadar jogging atau bahkan maraton, Anda pasti pernah mengalami nyeri pada tulang kering Anda. Ini adalah salah satu cedera tersering yang dialami oleh pelari. Nyeri ini disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut shin splints.

Apa itu shin splints?

Shin adalah tulang tibia atau tulang kering. Seperti namanya, ciri khas dari shin splints adalah nyeri pada tulang kering. Ini sering terjadi pada pelari yang baru saja meningkatkan intensitas larinya atau mereka yang menganti rutinitas larinya. Akibatnya, otot, tendon, dan jaringan tulang sekitar tulang kering bekerja terlalu keras dan menimbulkan nyeri. Kondisi ini juga disebut sebagai medial tibial stress syndrome.

Bagaimana mencegah nyeri tulang kering (shin splints)?

Bila Anda belum pernah mengalami shin splints, sebaiknya Anda melakukan tips-tips ini agar terhindar dari rasa nyeri akibat shin splints. Rasa nyeri tentu akan membuat Anda tidak nyaman dan bila Anda terlanjur mengalaminya, Anda terpaksa harus berhenti berlari selama beberapa waktu hingga kaki Anda telah sembuh. Tentu ini akan sangat menyebalkan bagi Anda yang hobi lari. Terlebih lagi bagi Anda yang aktif mengikuti kompetisi maraton.

Berikut adalah tips yang bisa Anda coba.

  • Hindari berlari terlalu intens. Berlari terlalu intens akan menimbulkan shin splints.
  • Pilih sepatu yang tepat. Sepatu yang baik memiliki bantalan dan bentuk yang mendukung aktivitas Anda. Dengan memakai sepatu yang tepat, Anda akan terhindar dari berbagai cedera.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan sesudah berolahraga.
  • Kurangi benturan pada kaki Anda. Anda dapat melakukan olahraga selingan yang tidak terlalu memberikan banyak benturan pada kaki Anda seperti berenang dan bersepeda.
  • Tambahkan latihan kekuatan pada rutinitas Anda. Fokus untuk meningkatkan kekuatan otot pada batang tubuh, pinggul, dan pergelangan kaki.

Bagaimana cara mengatasi shin splints?

Bila Anda terlanjur berlari terlalu keras dan mengalami shin splints, Anda bisa mencoba memberikan penanganan sendiri.

1. Istirahat

Hindari aktivitas yang dapat memperparah rasa nyeri atau mengakibatkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman. Namun Anda tetap harus terus beraktivitas. Sembari kaki Anda menjalani proses penyembuhan, Anda dapat melakukan olahraga low-impact, seperti berenang dan bersepeda. Hindari berlari selama kaki Anda masih nyeri. Ini hanya akan memperparah kerusakan yang sudah terjadi.

2. Kompres es

Anda dapat mengompres area yang nyeri dengan es. Ambil es, bungkus es dalam plastik, kemudian selubungi plastik dengan handuk agar kulit Anda terasa nyaman selama mengompres. Kompres area yang nyeri selama 15-20 menit. Ulangi sebanyak 4-8 kali dalam sehari.

3. Gunakan pereda nyeri

Anda dapat mengonsumsi ibuprofen, paracetamol, atau pereda nyeri lainnya yang dapat Anda dapatkan di toko obat.

Baca Juga:

Sumber
dr. Tania Savitri Kedokteran Olahraga
dr. Tania Savitri adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejak kecil, ia mencintai berbagai olahraga terutama sepakbola ...
Selengkapnya
dr. Tania Savitri Kedokteran Olahraga

    dr. Tania Savitri adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sejak kecil, ia mencintai berbagai olahraga terutama sepakbola. Ia pun aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah kedokteran olahraga nasional maupun internasional, salah satunya XXV International Conference on Sports Rehabilitation and Traumatology di London, UK.

    Saat ini dr. Tania sedang menjalani pendidikan FIFA Football Medicine Diploma dari F-MARC untuk memperdalam keahliannya di bidang kedokteran olahraga.

    Selengkapnya