5 Gangguan Jiwa yang Gejalanya Bisa Diatasi Dengan Yoga

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada stigma yang masih merekat kental di tengah masyarakat bahwa gangguan jiwa tidak bisa disembuhkan. Ini salah. Dengan penanganan yang tepat seperti psikoterapi, konseling, dan obat yang diresepkan dokter, gangguan jiwa bisa diatasi. Memang ada beberapa jenis gangguan jiwa yang tidak bisa sembuh total, misalnya skizofrenia. Akan tetapi, Anda masih bisa mengendalikan gejala dan mengurangi intensitas kekambuhannya. Salah satu cara alternatif untuk mengatasi gejala gangguan jiwa adalah dengan senam yoga.

Gangguan jiwa yang gejalanya bisa dikendalikan dengan senam yoga

Dengan melakukan senam yoga, Anda akan belajar untuk menyelaraskan ritme pernapasan dengan gerakan, serta tubuh, jiwa, dan pikiran. Hal ini yang membuat Anda secara tidak langsung belajar mengendalikan reaksi diri terhadap lingkungan di sekitar Anda. Lantas, gejala gangguan jiwa apa saja yang bisa diatasi dengan yoga? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

1. Depresi

Senam yoga telah lama dikenal sebagai olahraga yang efektif untuk menenangkan tubuh, jiwa, dan pikiran — serta menyatukannya secara lebih holistik agar Anda lebih mawas diri terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu yoga juga dipercaya ampuh untuk mengendalikan depresi. Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa senam yoga bermanfaat untuk mengurangi gejala depresi kronis, yang sudah berlangsung lama. 

Yoga juga dikenal dapat membuat Anda bahagia. Dengan melepaskan semua energi negatif dan mengalihkan persepsi buruk yang biasanya tidak bisa dikendalikan, gerakan yoga yang menenangkan akan memperbaiki pikiran kalut dan mengubah suanana hati seseorang jadi lebih positif.

2. Gangguan kecemasan (anxiety disorder)

Yoga pun bisa membantu meringankan gejala gangguan kecemasan. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Pennsylvania pada tahun 2016 menemukan bahwa terjadi penurunan kegelisahan dan kecemasan pada mereka yang rajin beryoga. Sedangkan mereka yang menggunakan obat-obatan namun tidak berlatih yoga, para peneliti tidak melihat adanya perubahan atas gejala kecemasan dan depresi yang dialami.

Dikutip dari laman Medical Daily, Erin Wiley, seorang psikoterapis klinis di Ohio percaya bahwa senam yoga membantu menenangkan sistem saraf pasien yang mengalami gangguan kecemasan ataupun depresi yang berlebih. Pasalnya, yoga mengajarkan bahwa Anda memiliki kendali penuh atas reaksi stres yang  dialami tubuh. Selain itu, yoga pun menenangkan diri, jiwa, dan pikiran yang nantinya diharapkan bisa membantu Anda melewati masa-masa sulit ketika dihadapkan dengan rasa takut, gelisah, ataupun cemas.

3. Gangguan makan

Senam yoga ternyata bermanfaat pada pasien dengan gejala gangguan jiwa yang terkait dengan gangguan makan atau biasa disebut dengan eating disorder. Misalnya adalah anoreksia, bulimia, atau binge eating.

Berlatih yoga akan membuat pikiran lebih tenang dan selaras dengan dorongan dari dalam diri. Hal ini membuat Anda jadi lebih bisa memegang kendali dan kesadaran atas tubuhnya sendiri. Inilah yang kemudian membuat orang dengan gangguan makan kemudian memiliki keinginan merawat tubuhnya lebih baik melalui pola dan menu makan yang lebih sehat.

4. Psikosis dan skizofrenia

Rutin beryoga juga bisa membantu orang-orang yang sedang berjuang mengendalikan gejala gangguan jiwa terkait psikosis dan skizofrenia. 

Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa senam yoga yang dilakukan rutin selama delapan minggu (yang mencakup perbaikan postur tubuh, teknik pernapasan, dan meditasi relaksasi) dapat memperbaiki gejala gangguan jiwa yang dimiliki serta membuat orang-orang dengan skizofrenia atau psikosis lebih bisa berpikiran positif.

Secara keseluruhan penelitian tersebut menyebutkan bahwa yoga membawa perbaikan gejala yang signifikan dan meningkatkan kualitas hidup orang yang memiliki skizofrenia dan psikosis.

5. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Gangguan stres pasca trauma alias PTSD terjadi ketika seseorang memiliki trauma berat terkait masa lalunya, sehingga dapat memicu stres berat bahkan depresi, dan tak menutup kemungkinan timbulnya gejala gangguan jiwa lainnya. Gejala PTSD dapat kambuh ketika seseorang dihadapkan dengan suatu pemicu tertentu atau kembali mengingat masa lalunya.

Gejala PTSD bisa dikendalikan dengan rutin melakukan senam yoga. Yoga membuat pikiran jadi lebih tenang, memunculkan potensi diri, dan membuat orang berani melawan trauma.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Traumatic Stress menemukan bahwa yoga memperbaiki kehidupan wanita dengan PTSD saat mereka mengambil 12 sesi mencakup gerakan asana  dan teknik pernapasan. Para peneliti percaya bahwa terapi ini dapat membantu Anda belajar bagaimana mengendalikan dan menenangkan diri saat sedang di bawah tekanan besar

Selain gangguan mental yang sudah disebutkan di atas, senam yoga secara rutin juga bisa menyembuhkan kecanduan narkoba atau alkohol. Tertarik mencoba?

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca