4 Kebaikan Buat Tubuh Kalau Anda Rutin Ikut Senam Irama

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Buat Anda yang tidak suka lari atau tidak punya waktu pergi ke gym, berminat mencoba senam irama?  Jenis senam ini sedikit berbeda dengan senam aerobik biasanya karena Anda akan ditemani oleh alunan musik yang membuat semangat. Gerakannya juga mirip koreografi tarian yang tentunya seru buat dicontoh. Kapan lagi kita bisa berpura-pura sebagai penari profesional sambil menjaga kebugaran tubuh?

Apa itu senam irama?

Senam irama adalah jenis olahraga aerobik yang memadukan gerakan senam, alunan musik, dan unsur tarian yang mengalir seperti balet. Senam irama pada awalnya dikembangkan dari gagasan Jean-Georges Noverre, François Delsarte, dan Rudolf Bode yang sama-sama percaya pada kekuatan tarian atau gerakan sebagai alat ekspresi diri sekaligus melatih kebugaran tubuh.

Senam aerobik ini bisa dilakukan seorang diri atau berkelompok yang umumnya terdiri dari lima orang, dengan atau tanpa alat-alat tambahan. Alat bantu yang biasa digunakan dalam rutinitas senam ini termasuk tali sintetis berbahan rami, tongkat, hula hoop, pita panjang warna-warni, atau bola karet. Semua alat harus memiliki beban yang ringan untuk dapat mengakomodasi rangkaian gerak dan tarian si pesenam.

Senam dengan nama lain senam ritmik ini mengharuskan pesenam memiliki keanggunan, kelincahan, keluwesan, koordinasi, kelenturan, dan kekuatan tubuh untuk terus bergerak, berjalan, berlari, melompat, mengayun, hingga berputar sembari tetap mengikuti irama musiknya. Untuk bisa melakukan semua itu, Anda perlu stamina, kemantapan postur tubuh, serta kebugaran jantung dan paru yang tidak main-main.

Senam ritmik masuk cabang olahraga Olimpiade sejak 1984

Melihat deskripsinya, tak heran jika senam ritmik kerap dipandang sebelah mata sebagai olahraga sungguhan. Padahal, senam ritmik sudah resmi diakui oleh IFG (Fédération Internationale de Gymnastique) sebagai cabang olahraga kompetitif sejak tahun 1960-an.

Pada tahun 1984, senam ritmik secara resmi pertama kali diperkenalkan ke dalam Olimpiade dan terus diikutsertakan hingga saat ini. Beberapa atlet pesenam ritmik yang pernah mengharumkan nama negara asalnya dalam kejuaraan kompetitif adalah Alina Kabaeva, Yevgeniya Kanayeva, dan Margarita Mamun. Ingin seperti mereka?

Manfaat senam untuk kesehatan tubuh

senam lantai

Bukan hanya sekadar menari sesuka hati, seluruh gerakan yang dilakukan dalam senam ritmik pada dasarnya juga bermanfaat baik bagi tubuh.

1. Membangun kekuatan dan kelenturan

Senam termasuk jenis yang baik untuk membangun, membesarkan, dan menguatkan otot tubuh. Sebab, Anda akan terus melatih otot dari atas sampai bawah untuk bisa menopang beban tubuh sendiri selama bersenam.

Selain itu, olahraga yang secara sengaja meregangkan otot dapat membantu Anda meningkatkan kelenturan serta kemampuan sendi untuk memperluas jangkauan gerak.

Gerakan senam irama yang luwes juga memungkinkan Anda melatih kelenturan tubuh, sehingga mencegah cedera dan kekakuan pada otot-otot tubuh.

2. Menjaga kesehatan tulang

Tidak banyak yang tahu bahwa senam ritmik termasuk salah satu jenis olahraga terbaik untuk memelihara kesehatan tulang.

Kebanyakan gerakan senam irama membutuhkan Anda bertumpu pada tubuh sendiri untuk menahan beban badan. Seiring waktu, latihan ini bisa membantu menjaga kekuatan tulang sejak dini dan menghindarinya dari berbagai risiko kerusakan. Menahan beban tubuh selama senam secara tidak langsung membantu mencegah risiko terkena osteoporosis kelak.

3. Mencegah serangan penyakit

Sama seperti senam lain pada umumnya, senam ritmik termasuk olahraga kardio yang baik menjaga kesehatan jantung serta paru.

Menjaga kebugaran tubuh merupakan salah satu kunci untuk menurunkan risiko kemunculan berbagai penyakit. Mulai dari asma, kanker, obesitas, penyakit jantung, serta diabetes. Terlebih lagi senam akan membantu Anda untuk menjalani gaya hidup sehat, dengan terus rutin beraktivitas fisik dan menjaga pola makan seimbang.

4. Meningkatkan fungsi kognitif

Senam juga tak kalah baik untuk meningkatkan fungsi kognitif otak untuk mempertajam fokus dan ingatan, serta memelihara kesehatan jiwa secara keseluruhan.

Dalam hal ini, senam irama membantu tubuh untuk menurunkan hormon kortisol dan epineprin, dua hormon pemicu stres, dan menggantikannya dengan meningkatkan hormon norepineprin yang berfungsi sebagai antidepresan.

Hati-hati risiko cedera

cedera pergelangan kaki sindroma sinus tarsi

Di samping manfaatnya, tentu tetap ada risiko yang menyertai olahraga senam ritmik. Semakin sulit gerakan senam, maka semakin tinggi pula risiko cedera. Terutama bagi pemula yang ingin mengikuti gerakan pesenam profesional dengan jam terbang tinggi.

Gerakan senam irama memang tampak indah dan mengagumkan. Anda mungkin tak sabar untuk menirunya. Namun jika tidak dilakukan dengan hati-hati, akan berisiko menimbulkan cedera karena terkilir atau keseleo. Bahkan mungkin juga patah tulang atau cedera kepala.

Aksi senam irama yang selalu terlihat indah membutuhkan keterampilan khusus yang diasah terus lewat latihan. Perlu dipahami bahwa untuk bisa melakukan gerakan senam yang sulit, atlet profesional sudah lebih dulu dibekali dengan latihan intens selama bertahun-tahun. Jika Anda baru mulai mencoba senam ini, mulailah dengan perlahan dan pilih gerakan-gerakan dasarnya.

Ketika sudah terbiasa, Anda boleh bereksplorasi mencoba gerakan lainnya. Alangkah lebih baik jika Anda meminta pengawasan dan bimbingan dari instruktur senam yang ahli.

Tips aman untuk melakukan senam irama

Mengingat ada beragam manfaat yang bisa Anda peroleh, sebenarnya sah-sah saja untuk melakukan senam irama. Namun, pastikan Anda mengetahui aturan keamanan dan keselamatannya sebelum mencoba.

Alih-alih berhasil, kurangnya keseimbangan saat melakukan senam irama justru bisa membuat Anda mengalami bahaya. Maka itu, pastikan Anda menaati seluruh aturan keamanan dalam melakukan senam irama, seperti:

  • Berlatih hanya dengan pelatih senam irama yang sudah terampil di bidangnya, sehingga setidaknya dapat menjamin keselamatan Anda saat melakukan gerakan senam.
  • Hanya lakukan gerakan senam irama di area latihan yang memadai. Area latihan biasanya dilengkapi dengan alas yang berisi pegas, bantalan penjaga, serta dilapisi dengan alas empuk guna mencegah terjadinya cedera saat terjatuh.
  • Jangan pernah mencoba gerakan baru atau berisiko tinggi tanpa pengawasan pelatih.

Baca Juga:

Sumber