home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Olahraga Trampolin yang Seru dan Menyehatkan

7 Manfaat Olahraga Trampolin yang Seru dan Menyehatkan

Bosan dengan jenis olahraga yang itu-itu saja? Kini saatnya Anda coba olahraga trampolin. Olahraga yang dilakukan dengan cara melompat-lompat di atas trampolin ini menawarkan aktivitas seru dan pengalaman yang berbeda dari olahraga pada umumnya. Tidak hanya itu, ternyata aktivitas yang satu ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Apa saja? Ketahui selengkapnya dalam artikel ini.

Manfaat olahraga trampolin

1. Lebih sehat dibanding lari

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Council on Exercise (ACE) menunjukkan bahwa berlari memberikan beban yang lebih berat pada pergelangan kaki dan tungkai bawah. Sedangkan pada orang yang melompat, gaya pada trampolin akan disalurkan secara merata ke kaki, punggung, dan kepala si pelompat. Dengan begitu, lebih banyak otot tubuh yang bekerja dan dilatih saat olahraga trampolin.

Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa seseorang yang melompat menghabiskan energi yang sama besar seperti orang yang berlari, namun dengan beban yang lebih ringan pada tubuh mereka.

2. Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh

Salah satu manfaat olahraga trampolin yang paling banyak dipelajari adalah membantu memperbaiki keseimbangan dan koordinasi tubuh, terutama pada populasi lansia. Meski begitu, olahraga trampolin ini tak cuma bagus untuk meningkatkan keseimbangan pada orang dewasa yang lebih tua saja.

Pasalnya, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research diketahui jika melakukan olahraga trampolin selama enam minggu sedikit efektif untuk meningkatkan keseimbangan tubuh para atlet pasca mengalami keseleo pergelangan kaki.

Memang sih, penelitian ini dilakukan dalam segala yang kecil, sehingga sulit untuk memperkirakan efektivitasnya dalam sekala yang lebih luas. Namun setidaknya, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa trampolin bisa menjadi salah satu alat latihan pilihan bagi atlet yang mencoba pulih setelah cedera.

3. Baik untuk kesehatan jantung

Olahraga trampolin dapat memberikan manfaat yang sama seperti olahraga aerobik, di mana keduanya baik untuk kesehatan jantung dan paru.

Pasalnya trampolin dapat meningkatkan serapan oksigen karena lebih banyak oksigen yang bisa mencapai sel akibat perubahan gravitasi yang terjadi saat tubuh Anda memantul. Bahkan dalam beberapa penelitian, trampolin dinilai memiliki kemampuan untuk menyerap lebih banyak oksigen dibandingkan dengan lari di treadmill.

4. Mengontrol gula darah

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Australian Journal of Rural Health, melakukan olahraga trampolin secara rutin tiga kali perminggu selama 20 sampai 30 menit dalam kurun waktu sembilan minggu menghasilkan perubahan positif terhadap hasil tes gula darah serta indeks massa tubuh pada orang dengan diabetes tipe 2.

Yang lebih menarik lagi, efek positif dari olahraga ini ini tidak hanya berlaku untuk orang dengan diabetes atau pradiabetes. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada orang dengan kadar glukosa (gula) normal menemukan bahwa olahraga trampolin dengan intensitas tinggi selama 50 menit mampu menurunkan kadar glukosa secara efektif selama dan setelah berolahraga. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2016 dan diterbitkan dalam The Journal of Sports Medicine and Physical Fitness.

5. Mengurangi sakit punggung

Salah satu manfaat paling mengejutkan dari olahraga trampolin adalah mengurangi sakit punggung. Hal ini berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Tourism Polandia. Orang paruh baya yang melakukan olahraga trampolin selama 21 hari diketahui mengalami peningkatan kapasitas fungsional yang secara signifikan mengurangi sakit punggung.

Namun, sebelum memulai olahraga ini Anda disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Pasalnya, melompat terlalu banyak atau terlalu tinggi bagi beberapa orang yang sudah memiliki sakit punggung bisa memperburuk keadaan mereka.

6. Menghilangkan stres

Meloncat-loncat di atas trampolin sangat menyenangkan. Apalagi jika dilakukan di luar ruangan sambil menikmati udara segar. Setiap orang yang melakukan olahraga ini pasti tidak ada yang bisa menahan diri untuk tidak tersenyum setelah terlempar ke udara seolah-olah Anda sedang terbang. Sensasi tersebut merupakan sarana efektif untuk menghilangkan stres dan membuat Anda jadi lebih bahagia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Benefits of Home-Based Rebounding Exercise – https://www.verywell.com/benefits-of-home-based-rebounding-exercise-4129151 diakses pada 31 Oktober 2017

The Benefits of a Trampoline Workout and Rebounding – https://draxe.com/trampoline-workout/ diakses pada 31 Oktober 2017

Effect of Six Weeks of Dura Disc and Mini-Trampoline Balance Training On Postural Sway In Athletes With Functional Ankle Instability  – http://journals.lww.com/nsca-jscr/Abstract/2007/05000/EFFECT_OF_SIX_WEEKS_OF_DURA_DISC_AND.31.aspx diakses pada 31 Oktober 2017

Rebound Exercise: A Beneficial Adjuvant for Sedentary Non-Insulin-Dependent Type 2 Diabetic Individuals In A Rural Environment  – http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ajr.12223/abstract diakses pada 31 Oktober 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 03/11/2017
x