Pilih Sepatu Lari Berdasarkan Jenis Larinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kadang kala ketika ingin berlari, baik itu lari pagi di kompleks, di kampus, atau saat car free day, kita selalu memikirkan sepatu apa yang keren untuk digunakan. Mungkin awalnya, waktu baru-baru pertama lari, kita memikirkan kalau untuk lari yang penting sepatu yang digunakan adalah yang dipajang di rak running shoes.

Padahal, di samping cara kita memilih sepatu berdasarkan bentuk kaki atau bahannya, yang paling penting untuk diingat adalah apa jenis lari yang akan kita lakukan.

Tapi jangan sampai salah memilih sepatu, karena sepatu yang tidak tepat akan membuat kita berpotensi terkena cedera. Seperti dikutip Kompas, Dr. Andi Kurniawan, SpKO, mengatakan olahraga lari bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mental. Namun, menurutnya cedera selalu menghantui pelari sekitar 80% jika salah sepatu.

Lari adalah olahraga high impact yang memberi benturan tinggi untuk tubuh. Dampaknya besar mengenai kaki dan lutut. “Sepatu lari yang tidak tepat pun bisa menyebabkan cedera. Ibarat sebuah mobil, outsole sepatu mirip ban. Bagian tengah sepatu adalah penyerap benturan dan bagian atas adalah pengatur kestabilan,” ujarnya.

“Sepatu lari yang tepat hendaknya disesuaikan dengan jenis kaki serta cara kita berlari. Perhatikan juga di mana kita berlari, apakah di treadmill, di gunung, atau di jalan raya,” tambahnya.

Sebenarnya kurang lebih ada sekitar 15 jenis lari, tetapi yang diketahui secara umumdan paling sering dilakukan adalah tiga jenis lari utama, yaitu road-running, trail-running, dan cross-training.

Dikutip dari Rei.com, kalau Anda ingin melakukan tiga jenis lari tadi, Anda harus menggunakan sepatu lari yang sesuai untuk masing-masing. Berikut ini adalah beberaoa perbedaannya yang perlu Anda ketahui:

  1. Road-running Shoes

Ini adalah jenis sepatu yang dipakai untuk jenis lari yang dilakukan di jalanan atau aspal. Sepatu ini didesain untuk lari di aspal atau trotoar dan sesekali sedikit menyimpang ke permukaan lainnya. Sepatu ini ringan dan fleksibel, dibuat dengan bantalan atau penyeimbang kaki saat melangkah berat yang berulang, bahkan di permukaan kasar.

  1. Trail-running Shoes

Sepatu ini didesain untuk rute off-road yang berbatu, berlumpur, berakar, atau hambatan lainnya. Sepatu ini ditambah dengan tapak agresif untuk daya tarik yang solid dan dilapisi untuk menghasilkan stabilitas, bantuan, dan perlindungan telapak kaki.

  1. Cross-training Shoes

Untuk sepatu yang satu ini didesain untuk bisa digunakan untuk lari dan juga olahraga lainnya, seperti ngegym atau latihan silang lainnya, atau aktivitas keseimbangan yangmemerlukan kontak dengan tanah lebih banyak, sehingga memerlukan sol sepatu yang lebih keras.

Ketika Anda sudah memilih jenis sepatu yang tepat berdasarkan jenis lari yang Anda akan lakukan, nantinya ini tidak hanya bermanfaat bagi kaki Anda atau lari Anda, tetapi juga isi dompet dan tabungan Anda. Memilih sepatu yang tepat akan membuat sepatu Anda tahan lama, karena penggunaannya sesuai.

Jadi, kalau Anda masih suka lari tapi tidak tahu lari jenis apa dan Anda salah menggunakan sepatu lari, bisa-bisa Anda jadi boros karena sepatu yang salah itu bisa cepat rusak dan Anda harus menggantinya terus.

Tentu selain tetap sehat, Anda ingin dompet tidak jebol bukan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

    Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rina Nurjanah
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

    Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

    Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    olahraga bareng teman

    4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit
    kejang otot

    Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    kram otot

    Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit