Pada dasarnya olahraga bertujuan untuk meningkatkan kekuatan fisik dan kebugaran tubuh. Namun salah strategi berolahraga justru bisa menjadi senjata makan tuan untuk kesehatan Anda. Misalnya, jika Anda berolahraga terlalu berat sampai mengalami gejala penurunan kebugaran tubuh seperti lemas dan tidak bersemangat setelah selesai, kemungkinan Anda mengalami anemia setelah berolahraga.

Apa penyebab anemia setelah berolahraga?

Para ahli berpendapat jika anemia yang dipicu oleh olahraga bukanlah penyakit anemia yang sebenarnya, melainkan hal tersebut hanya berupa gejala dari defisiensi zat besi setelah berolahraga. Selain itu, anemia setelah berolahraga dapat berupa suatu mekanisme adaptasi tubuh terhadap intensitas olahraga yang mengalami peningkatan. Anemia yang dipicu olahraga cenderung lebih ringan dan dapat lebih mudah diatasi dibandingkan penyakit anemia yang sebenarnya.

Penyakit anemia itu sendiri ditandai dengan penurunan kadar sel darah merah yang konsisten dalam waktu yang lebih lama bergantung dengan kondisi yang memicunya. Hal ini dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor di samping pola makan, seperti adanya peradangan pada organ dalam, menstruasi, malabsorbsi nutrisi, atau sedang mengalami penyakit tertentu.

Kenapa olahraga bisa memicu anemia?

Terdapat dua mekanisme yang dapat menjelaskan bagaimana anemia setelah berolahraga bisa terjadi. Salah satu diantaranya adalah kondisi anemia disebabkan hemolysis atau proses pemecahan sel darah merah akibat tekanan mekanik dan kondisi stres oksidatif, dimana jumlah radikal bebas dalam tubuh meningkat sesaat sedang berolahraga. Meski pemecahan sel darah merah cenderung terjadi pada sel darah tua, namun kehilangan zat besi yang cukup banyak saat berolahraga dapat memicu gejala anemia. Hal ini lebih mungkin terjadi saat seseorang melakukan olahraga kardio.

Sedangkan mekanisme lainnya lebih mungkin terjadi saat sedang melakukan latihan ketahanan dan meningkatkan plasma darah hingga jumlah yang lebih banyak dari sel darah merah dan keping darah. Tingginya kadar plasma darah menyebabkan darah menjadi lebih cair dan konsentrasi sel darah merah menurun. Akibatnya sel darah merah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh, terutama jaringan otot, jadi lebih sedikit. Mekanisme ini mendorong tubuh untuk beradaptasi dan gejala anemia dapat membaik dalam waktu yang singkat.

Terlepas dari kedua mekanisme tersebut, tingginya tingkat aktivitas fisik seseorang — terutama untuk seorang atlit— akan memengaruhi tingkat kebutuhan nutrisi, terutama kebutuhan zat besi. Zat besi yang tersimpan mengalami penurunan melalui ekskresi keringat, pendarahan saluran cerna, dan benturan pada bagian tubuh terutama kaki saat berolahraga.

Zat besi diperlukan karena seseorang yang rutin berolahraga memiliki masa sel darah merah yang lebih besar sehingga jumlah zat besi yang diperlukan untuk membentuknya akan lebih banyak selain itu kebutuhan sel darah merah pada usia pertumbuhan dan remaja akan lebih banyak.

Apa gejala anemia setelah berolahraga?

Beberapa gejala akut dari anemia yang terjadi setelah olahraga adalah kesulitan bernapas, nyeri pada bagian dada atau jantung, sakit kepala, dan nyeri pada kaki. Jika dibiarkan atau tubuh tidak mendapatkan asupan zat besi dalam sehari setelah berolahraga maka dapat menimbulkan gejala sariawan, sensasi lidah terbakar, dan ingin memakan makanan tidak lazim seperti es batu, kapur atau tanah. Jika gejala yang lebih serius seperti kulit terlihat pucat, kelelahan luar biasa, atau kepala terasa ringan kemungkinan hal tersebut dipicu oleh penyakit anemia atau penyakit lainnya yang tidak disadari.

Siapa saja yang berisiko anemia setelah berolahraga?

Gejala anemia akibat olahraga dapat dialami oleh siapa saja termasuk orang yang rutin beraktivitas fisik maupun yang jarang berolaharaga atau weekend warriors. Namun perempuan yang belum menopause atau atlit perempuan pada usia remaja memiliki risiko yang lebih tinggi. Gejala anemia setelah berolahraga juga lebih mudah muncul pada seorang vegetarian, individu yang memiliki luka atau sedang menjalani masa pemulihan operasi serta individu sehat yang memiliki pola makan rendah zat besi, vitamin B12 dan folat.

Perbaikan nutrisi untuk mengatasi anemia setelah berolahraga

Penambahan makanan kaya zat besi merupakan cara terbaik untuk mengatasi anemia setelah berolahraga. Zat besi dapat diperoleh dari daging merah, ikan, dan daging unggas. Zat besi dari hewan merupakan sumber yang baik karena lebih mudah diserap.

Jika Anda vegetarian maka utamakan pemenuhan zat besi dari sumber makanan kacang-kacangan dan biji-bijian serta sayuran yang berdaun hijau. Namun hindari konsumsi teh hitam, gandum, dan protein kacang kedelai agar tidak mengganggu penyerapan zat besi. Penyerapan zat besi dapat dibantu dengan mengkonsumsi vitamin C seperti yang berasal dari tomat dan jeruk.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca