Sebelum Olahraga Pagi, Baiknya Sarapan Dulu Atau Tidak?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sarapan dan olahraga pagi adalah kegiatan yang baik dalam menjaga kesehatan. Namun yang sering jadi dilema adalah: jika jadwal olahraga kita adalah di pagi hari, apakah kita harus sarapan dulu atau olahraga dulu?

Sarapan memang penting untuk memenuhi asupan nutrisi setelah tubuh tidak mengonsumsi makanan selama tertidur. Kemudian, untuk berolahraga, tubuh juga membutuhkan kalori untuk menghasilkan energi. Namun, jika Anda berolahraga setelah sarapan, memang tubuh akan memiliki kalori yang lebih untuk dibakar, tapi diperlukan waktu untuk mencerna makanan dengan sempurna, sehingga langsung berolahraga setelah makan juga tidak disarankan.

Inilah kenapa beberapa ahli menyarankan berolahraga pagi hari dilakukan saat belum sarapan dan perut masih kosong.

Olahraga pagi sebelum sarapan bisa membakar lemak lebih banyak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berolahraga sebelum sarapan aman untuk dilakukan. Salah satunya adalah penelitian oleh Gonzalez pada tahun 2013 lalu yang menunjukkan bahwa berolahraga sebelum sarapan dapat membakar 20% lemak tubuh lebih banyak.

Jika kita ingin membakar lemak, maka tubuh harus menggunakan cadangan makanan dalam bentuk lemak di dalam tubuh, bukan dari makanan yang kita konsumsi. Karena pada dasarnya, tubuh menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak, bahkan saat kita belum makan.

Dengan berolahraga sebelum sarapan, energi yang dibakar juga cenderung lebih banyak karena diperoleh dari cadangan makanan yang sudah ada di dalam tubuh, dari asupan yang Anda makan sebelumnya.

Selain itu, peneliti juga menjelaskan, berolahraga pagi sebelum sarapan tidak akan membuat kita ingin makan makan lebih banyak atau kelaparan sepanjang hari. Justru hal ini akan membuat sesi olahraga pagi lebih optimal.

Saat kita berolahraga sebelum makan, terjadi perubahan kinerja hormon insulin dan hormon pertumbuhan. Dengan berolahraga sebelum sarapan, kita akan membantu tubuh untuk menyesuaikan produksi hormon insulin, sehingga setelah kita berolahraga dan makan, hormon insulin akan bekerja lebih sensitif dan membantu menyerap nutrisi dari makanan lebih baik dan menyalurkannya ke otot dan liver.

Kinerja hormon pertumbuhan juga menjadi lebih baik saat kita berolahraga saat pagi hari dan belum sarapan. Hormon pertumbuhan membantu pembentukan jaringan otot, membakar lemak, dan meningkatkan kesehatan tulang serta ketahanan fisik. Namun efek ini hanya akan optimal jika kita sudah mencukupi waktu tidur malam hari.

Tak semua boleh olahraga sebelum sarapan

Semakin sedikit kalori yang berada di sistem pencernaan Anda, semakin banyak lemak yang dibakar saat berolahraga, karena tubuh mengambil cadangan makanan dari tubuh. Inilah kenapa jika Anda ingin membakar lemak dan menurunkan berat badan, olahraga pagi sebaiknya dilakukan sebelum makan.

Namun, menurut Freguson, CEO Diet Free Life, sebagaimana yang dilansir oleh HuffingtonPost, kalau tujuan Anda berolahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik, kekuatan, dan kecepatan, maka berolahraga tanpa asupan makanan malah akan membuatnya kurang efektif, karena tubuh tetap membutuhkan kalori untuk dimetabolisme.

Pada penderita diabetes, olahraga sebelum makan juga tidak dianjurkan karena penderita diabetes sering mengalami kekurangan kadar gula darah (hipoglikemia). Maka, jika Anda menderita diabetes, disarankan untuk sarapan atau memakan sedikit camilan terlebih dahulu sebelum olahraga.

Tips aman berolahraga pagi sebelum sarapan

Baik olahraga dan sarapan adalah kegiatan yang dipengaruhi oleh kebiasaan, sehingga metode ini juga belum tentu sesuai dengan semua orang. Namun jika Anda ingin mencoba olahraga dengan perut kosong, berikut ini beberapa tips yang bisa diikuti:

  1. Persiapkan diri Anda sejak malam sebelumnya – bangun pagi dipengaruhi oleh jam biologis dan waktu tidur, jadi jika Anda ingin berolahraga pagi, cukupilah kebutuhan waktu tidur malam sehingga tubuh siap untuk beraktivitas fisik saat pagi hari.
  2. Lakukanlah olahraga yang sesuai dengan Anda – jenis olahraga yang dapat Anda lakukan bisa sesuai dengan keinginan atau yang biasanya Anda lakukan. Jika Anda baru memulai, cobalah dengan olahraga intensitas sedang seperti jalan pagi atau jogging.
  3. Cukupilah kebutuhan air – minumlah sekitar setengah hingga satu liter air mineral atau minuman olahraga lainnya sebelum dan sesudah berolahraga. Disarankan bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan cairan ini 2 atau 3 jam sebelum olahraga.
  4. Berhenti bila lelah dan konsumsi makan kapanpun Anda suka – jika Anda merasa kelelahan dan merasa butuh makanan atau merasa lapar, berhentilah berolahraga untuk mencegah penurunan massa otot.
  5. Cukupilah konsumsi nutrisi setelah berolahraga – hal ini perlu dilakukan dalam jangka waktu maksimal 45 menit setelah Anda berolahraga, baik jika Anda sudah sarapan maupun belum. Namun jangan hanya konsumsi karbohidrat, karena konsumsi proteinlah yang harus diperbanyak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

Paha ayam lebih murah dan lebih mudah untuk diolah. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena dagingnya lebih banyak. Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini

Bangun tidur tiba-tiba kaki kram? Duh, pasti mengganggu sekali! Pastikan kram tak kambuh lagi dengan meningkatkan asupan beragam nutrisi penting ini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit