Jangan Menyerah! Coba 5 Tips Ini untuk Mencegah Sakit Perut Saat Lari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/03/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berlari merupakan jenis olahraga paling sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebugaran. Namun, pernahkah rutinitas berlari Anda terganggu akibat sakit perut yang muncul secara mendadak? Sakit perut saat lari ternyata erat hubungannya dengan kebiasaan Anda sebelum melakukan olahraga ini.

Guna mencegahnya timbul kembali, berikut penyebab dan cara mencegah sakit perut saat lari yang bisa Anda terapkan.

Apa yang menyebabkan sakit perut saat lari?

Sakit perut saat lari biasanya disebabkan oleh penyebab umum sebagai berikut:

1. Teknik bernapas yang salah

Cara bernapas dapat memengaruhi performa olahraga Anda secara keseluruhan. Saat Anda bernapas dengan cara yang salah, tubuh akan berusaha memperingatkan melalui rasa nyeri dan kram pada salah satu sisi perut. Inilah mengapa kram perut saat lari biasanya muncul pada salah satu sisi perut saja.

2. Terlalu banyak makan atau minum sebelum berlari

Anda mungkin pernah mendengar anjuran untuk tidak makan dan minum terlalu banyak sebelum berolahraga. Hal ini bukannya tanpa alasan, sebab perut yang terisi penuh akan menyulitkan Anda saat bernapas. Akibatnya, Anda mengalami sakit perut saat lari.

3. Dehidrasi

Asupan cairan sebelum berolahraga memang perlu dibatasi, tapi bukan berarti boleh dihilangkan sama sekali. Saat berolahraga, tubuh mengalihkan aliran darah dari perut menuju otot untuk mensuplai lebih banyak oksigen.

Volume darah menuju sistem pencernaan pun berkurang dan akan bertambah buruk saat Anda mengalami dehidrasi. Dampaknya adalah kram, muntah, bahkan diare usai berolahraga.

Cara mencegah sakit perut saat lari

Anda dapat mencegah sakit perut saat lari dengan tips sederhana sebagai berikut:

1. Melakukan pemanasan sebelum berlari

Gerakan pemanasan bermanfaat untuk melenturkan otot-otot dan membiasakan sistem pernapasan Anda untuk bekerja lebih cepat sebelum berlari. Dengan begitu, Anda tidak akan cepat kehabisan napas dan otot-otot perut tidak rentan mengalami kejang maupun kram.

2. Mencukupi kebutuhan cairan

Sebelum melakukan olahraga lari jarak jauh, Anda perlu mencukupi kebutuhan cairan sejak beberapa hari sebelumnya. Satu jam sebelum Anda akan berlari, minumlah air putih sebanyak kira-kira 500 mL. Anda dapat minum kembali tepat sebelum mulai berlari, tapi batasi dalam jumlah 100-200 mL untuk mencegah keinginan buang air kecil.

3. Kurangi asupan makanan tinggi serat dan lemak

Makanan berserat dan berlemak memang bermanfaat untuk kesehatan, tapi tidak saat Anda hendak berlari. Pasalnya, makanan kaya kedua zat gizi ini akan membuat perut Anda terasa penuh dan dapat memicu sakit perut saat lari. Sebagai gantinya, cobalah menu olahan seperti:

  • nasi dengan telur rebus
  • roti lapis isi selai kacang, madu, dan buah-buahan
  • sereal dengan susu dan pisang
  • wafel panggang dengan buah-buahan

Anda boleh makan 2-3 jam sebelum berlari untuk memberikan waktu tubuh Anda mencerna makanan. 

4. Hindari konsumsi kafein

Bagi sebagian orang, kafein dapat merangsang aktivitas pada sistem pencernaan. Hal ini tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman jika terjadi saat Anda berolahraga. Jadi, hindari terlebih dulu konsumsi kopi, teh, minuman bersoda, maupun bahan makanan sumber kafein lainnya beberapa jam sebelum Anda berlari.

5. Pahami kondisi tubuh Anda

Catatlah makanan, minuman, maupun kondisi tertentu yang dapat memicu sakit perut saat Anda berlari. Perhatikan pula kapan Anda terakhir mengonsumsi sesuatu sebelum mulai berolahraga. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, begitu pun diri Anda. Mengenali faktor-faktor yang memicu sakit perut saat lari akan mempermudah Anda dalam mencegahnya.

Sakit perut saat lari adalah satu dari banyaknya gangguan yang mungkin Anda alami saat berolahraga. Akan tetapi, jangan biarkan hal ini menghalangi Anda dari mencapai tubuh yang bugar dan sehat. Perlahan tapi pasti, kram yang timbul pada perut saat berlari akan berangsur hilang bila Anda giat menerapkan teknik berolahraga yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Membedakan Nyeri Haid yang Normal dan Tidak Normal

Tidak sedikit wanita mengalami nyeri haid parah hingga mengganggu aktivitas. Bagaimana cara membedakan nyeri haid yang normal dan tidak normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2018 . Waktu baca 5 menit

5 Penyebab Kram Perut Pada Wanita, Selain Karena Haid

Wanita umumnya merasakan kram perut saat haid. Namun, 5 masalah kesehatan serius ini juga bisa menjadi penyebab kram perut yang Anda rasakan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/04/2018 . Waktu baca 5 menit

Kenali Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Sakit Perut Setelah Melahirkan

Berbagai perubahan tubuh terjadi usai melahirkan. Salah satunya yakni rasa sakit atau kram perut setelah melahirkan. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2018 . Waktu baca 7 menit

Bolehkah Minum Kopi Saat Menstruasi?

Banyak yang bilang bahwa minum kopi saat haid bisa membantu meredakan berbagai gejala PMS. Benarkah demikian? Ini kata penelitian.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 09/02/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi gejala endometriosis

4 Cara Alami Mengatasi Gejala Endometriosis di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2018 . Waktu baca 3 menit
kram setelah orgasme

Merasa Kram Setelah Orgasme? Mungkin Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 29/11/2018 . Waktu baca 4 menit
setelah aborsi

Pantangan dan Anjuran Bagi Ibu yang Baru Menjalani Aborsi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 02/10/2018 . Waktu baca 3 menit
ciri perut kembung

Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Ciri Perut Kembung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2018 . Waktu baca 4 menit