Berbagai Jenis Olahraga Terbaik untuk Menjaga Kekuatan Tulang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Seiring bertambahnya usia, tulang dan otot Anda akan jadi lebih rapuh dan rentan cedera. Inilah mengapa banyak orang lanjut usia (lansia) mengalami patah tulang panggul, cedera lutut, atau sering jatuh. Tenang saja, Anda masih punya kesempatan untuk menjaga kekuatan tulang sekaligus mencegah osteoporosis. Caranya adalah dengan melakukan latihan beban!

Apa itu latihan beban? Apa saja manfaatnya buat tulang? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Olahraga apa yang terbaik untuk menjaga kekuatan tulang?

Menurut sebuah penelitian oleh tim ahli dari University of Missouri, latihan beban ternyata jadi salah satu jenis olahraga terbaik untuk merawat tulang dan otot. Dari penelitian ini, diketahui bahwa latihan beban mampu mengendalikan kadar sklerostin sekaligus meningkatkan produksi hormon khusus yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang.

Sklerostin sendiri yaitu salah satu protein alami dalam tubuh manusia. Bila kadar sklerostin yang menumpuk pada tulang sudah melebihi batas, tulang Anda pun jadi lebih rentan mengalami pengeroposan. Sedangkan hormon khusus bernama IGF-1 bertugas untuk menjaga pertumbuhan tulang.

Dengan begitu, latihan ini bisa membantu mencegah gejala osteoporosis serta menjaga kekuatan tulang sejak dini. Anda yang sudah didiagnosis dengan osteoporosis juga bisa menunda kerusakan tulang lebih lanjut dengan melakukan latihan beban.  

Beragam contoh latihan beban

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Paul Mystkowski, seorang pakar hormon dari University of Washington, latihan beban adalah jenis olahraga yang mampu memberikan tekanan pada tulang dan otot, melebihi aktivitas Anda sehari-hari.

Jangan salah, latihan beban beda dengan angkat beban. Latihan ini mencakup aktivitas fisik yang mengharuskan Anda menahan beban tubuh menggunakan otot dan tulang kaki atau tangan.

Berikut adalah macam-macam latihan beban yang dikelompokkan berdasarkan impact-nya. High impact berarti saat berolahraga, kaki Anda hampir tidak menyentuh tanah atau hanya menyentuh tanah dalam sekejap saja. Kebalikannya, low impact berarti saat berolahraga satu atau kedua kaki Anda memijak tanah dengan cukup mapan.

Latihan high impact

  • Jalan cepat
  • Jogging
  • Lari
  • Lompat tali
  • Mendaki gunung
  • Naik tangga

Latihan low impact

  • Jalan kaki (di luar atau di treadmill)
  • Jalan dengan alat elliptical trainer
  • Menari (misalnya poco-poco atau salsa)
  • Yoga
  • Tai chi
  • Pilates

Yang harus diperhatikan sebelum mencoba latihan beban

Sebelum Anda mencoba olahraga yang baik buat kesehatan tulang ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter atau pelatih olahraga Anda. Pasalnya, latihan-latihan di atas rawan cedera. Terutama bagi lansia serta orang yang sudah terdiagnosis dengan osteoporosis. Anda mungkin saja sedang mengonsumsi obat-obatan yang berdampak pada koordinasi dan keseimbangan Anda.

Dokter atau pelatih akan menyarankan metode berolahraga beban yang paling cocok dan aman buat kondisi fisik Anda. Misalnya latihan low impact.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca