Panduan Aman Olahraga Pakai Treadmill Agar Tidak Cedera

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu olahraga paling banyak disukai bagi orang yang baru saja mulai nge-gym adalah treadmill. Meski terkadang membosankan, treadmill seringkali jadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin olahraga lari namun malas untuk pergi ke luar ruangan.

Ya, olahraga satu ini memang mudah digunakan sehingga tidak perlu keahlian khusus. Namun, semudah apa pun jenis olahraganya, Anda tetap perlu tahu pedoman yang benar, bukan? Nah, ketahui panduan melakukan olahraga treadmill yang aman, khususnya bagi para pemula, agar sesi olahraga Anda lebih efektif dan  menyenangkan dalam artikel ini. 

Cara aman olahraga treadmill supaya tidak cedera

1. Cari tahu cara pakainya

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk olahraga treadmill adalah cari tahu dulu seluk-beluk jenis peralatan yang akan Anda gunakan. Jangan sampai ketidaktahuan Anda justru membuat Anda cedera ketika menggunakannya.

Oleh karena itu, sebelum mulai menggunakannya, Anda harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara kerja dan fungsi alat tersebut. Anda dapat meminta bantuan kepada orang yang sudah terbiasa menggunakan treadmill untuk mengajarkan cara menggunakan dan mencontohkan bagaimana cara berjalan yang benar di atasnya. Hal ini berlaku jika Anda belum pernah sama sekali menggunakan treadmill sebelumnya. 

2. Pakai sepatu olahraga

Meski olahraga treadmill dilakukan di dalam ruangan, bukan berarti Anda tidak membutuhkan sepatu olahraga. Sepatu olahraga adalah hal penting lainnya yang harus Anda persiapkan sebelum olahraga treadmill. Pasalnya, sepatu olahraga dapat mendukung kaki untuk menekuk setiap kali Anda melangkah.

Pilih sepatu yang tidak hanya nyaman dipakai, tapi juga memang didesain khusus untuk olahraga di dalam ruangan. Memilih sepatu yang tidak sesuai dengan aktivitas olahraga bisa menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari jari kaki lecet hingga sakit punggung.

3. Lakukan pemanasan

Setiap anggota tubuh manusia, terutama otot, memerlukan adaptasi terhadap aktivitas tubuh. Nah, itu sebabnya sebelum Anda berjalan di atas treadmill, jangan lupa untuk melakukan pemanasan. Fungsinya untuk menyiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik agar Anda terhindar dari cedera.

Anda dapat melakukan pemanasan sederhana dengan cara merentangkan otot kaki secara perlahan. Ini akan membantu Anda pada saat memulai latihan yang sesungguhnya.

4. Atur derajat kemiringan (incline) sesuai kemampuan

Mengatur derajat incline atau derajat kemiringan amatlah penting ketika Anda menggunakan treadmill untuk olahraga. Ini dilakukan untuk menghindari cedera saat And olahraga.

Anda dapat mengatur derajat incline pada posisi naik atau mendaki sebesar 1-3 persen. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas kekuatan otot panggul dan paha bagian belakang sehingga dapat membuat otot-otot tersebut makin kuat. Bahkan Anda bisa membakar kalori lebih banyak.

5. Perhatikan cara Anda melangkah

Anda harus paham, berjalan di atas treadmill tentu beda dengan berjalan pada umumnya. Banyak orang melakukan kesalahan dengan melihat ke bawah saat lari di treadmill. Sebenarnya cara ini keliru karena melihat ke bawah tepatnya ke arah kaki justru akan meningkatkan risiko jatuh karena Anda kehilangan keseimbangan.

Yang paling benar adalah mata dan kepala Anda menghadap lurus ke depan dan bagian belakang kepala tegak dengan punggung. Bila Anda memang ingin memastikan apakah cara Anda lari atau jalan di atas treadmill sudah benar, tanyakan pada pelatih olahraga Anda atau pilih treadmill yang menghadap ke arah cermin.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Pernahkah Anda terbayang seperti apa rasanya koma? Anda juga mungkin penasaran, sebenarnya pasien koma masih sadar tidak? Yuk, cari tahu lebih jauh di sini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

3 Jenis Obat Keseleo di Apotek dan Perawatannya di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit