home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mencukur Rambut Kemaluan

7 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mencukur Rambut Kemaluan

Beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan rutin mencukur rambut kemaluan dengan alasan yang beragam, mulai dari alasan kebersihan ataupun untuk kenyamanan saat bercinta. Apa pun alasannya, saat Anda memutuskan untuk mencukur rambut kemaluan, Anda harus berhati-hati. Hal ini dilakukan untuk menghindari iritasi ataupun adanya infeksi setelah mencukur.

Yang harus diperhatikan sebelum mencukur rambut kemaluan

Pada dasarnya, mencukur rambut kemaluan itu merupakan pilihan pribadi. Itu sebabnya, Anda bebas untuk memilih mencukur atau tidak. Yang terpenting, Anda harus rutin merawat kebersihan area kulit kelamin dengan baik agar tidak terjadi infeksi dan iritasi setelahnya. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin mencukur rambut kemaluan.

1. Cukur dengan pisau cukur adalah cara yang paling aman

Ada beberapa cara untuk menghilangkan rambut kemaluan, yaitu dengan waxing, mencukurnya dengan pisau cukur khusus, dan laser. Tapi, waxing dan laser hanya bisa dilakukan oleh para ahli profesional. Selain itu, keduanya pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk sekali perawatan. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynaecology, mencukur dengan pisau cukur adalah cara yang dinilai paling aman.

Meski begitu, seorang konsultan ginekolog asal Amerika Serikat, Hugh Byrne, mengatakan waxing dan pisau cukur pada dasarnya memiliki risiko yang sama. Terlebih jika Anda tidak merawat kulit di bagian genital dengan benar setelah mencukur atau waxing.

2. Mencukur bisa menimbulkan abses

Beberapa wanita mengaku mengalami hal yang tidak mengenakkan setelah mencukur rambut kemaluannya. Salah satunya, munculnya abses di kulit sekitar kemaluan. Abses adalah penumpukan nanah yang disebabkan karena adanya bakteri yang masuk ke tubuh melalui folikel rambut. Jika segera ditangani, ini tidak terlalu membahayakan. Anda bisa mengurangi risiko ini dengan meminum antibiotik dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kulit di sekitar area genital setelah mencukur.

3. Rambut tumbuh ke dalam

Efek samping mencukur rambut kemaluan selain rentan infeksi adalah tersisanya rambut di dalam lapisan kulit terluar, yang akan menyebabkan rambut tumbuh kembali di dalam lapisan kulit setelah beberapa hari. Adanya “sisa” rambut dan tumbuhnya rambut ke dalam lapisan kulit ini memang akan menimbulkan rasa tidak nyaman, menyakitkan dan gatal. Meski begitu, “sisa” rambut ini sebenarnya tidak membahayakan, dan ini merupakan efek samping paling umum setelah mencukur rambut kemaluan.

4. Pakai krim penghilang rambut

Berbeda dari waxing dan pisau cukur, penggunaan krim penghilang rambut tidak akan membuat trauma fisik pada kulit Anda. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang terkandung dalam krim akan membuat rambut kemaluan Anda rontok dengan sendirinya selang beberapa menit setelah pemakaian. Meski begitu, Anda juga harus waspada. Pada orang dengan kulit sensitif, krim ini mungkin akan menimbulkan iritasi.

5. Meningkatkan risiko penyakit menular seksual

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2012, kirim pencukur rambut kemaluan ternyata bisa meningkatkan risiko penyebaran dan penularan penyakit menular seksual seperti herpes dan kutil kelamin. Pasalnya, mencukur area di sekitaran kemaluan akan mempengaruhi membran kulit, sehingga memudahkan bakteri masuk ke dalam pori-pori.

6. Pakai gunting rambut bisa jadi solusi lain

Bagi Anda yang mungkin takut atau khwatir untuk mencukur rambut kemaluan menggunakan pisau cukur, Anda menggunakan gunting rambut. Pilihlah gunting rambut yang didesain khusus untuk menggunting rambut-rambut halus di tubuh. Dengan perlahan dan hati-hati, guntinglah rambut kemaluan sedikit demi sedikit supaya jadi lebih pendek dan rapi. Tapi, jangan lupa pisahkan gunting yang Anda pakai untuk mencukur rambut kemaluan dengan gunting sehari-hari lainnya ya!

7. Mencukur rambut kemaluan lebih berbahaya bagi wanita gemuk

Dilansir dari Telegraph, sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat menemukan jika mencukur rambut dengan cara apa pun ternyata lebih berbahaya bagi wanita yang bertubuh gemuk, apa lagi yang mengalami obesitas. Pasalnya, kulit wanita yang gemuk lebih berisiko mengalami gesekan dengan kulit lain. Nah, jika rambut kemaluan di cukur habis, risiko terjadinya luka dan iritasi akan semakin meningkat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pubic Hair: 8 Thins You Need to Know Before You Shave – http://www.telegraph.co.uk/women/womens-health/11087771/Pubic-hair-8-things-you-need-to-know-before-you-shave.html diakses pada 4 Agustus 2017

How to Keep Pubic Area From Itching After Shavinng – http://www.livestrong.com/article/176437-how-to-keep-public-area-from-itching-after-shaving/ diakses pada 4 Agustus 2017

Treating and Preventing Ingrown Pubic Hair – http://www.healthline.com/health/treating-preventing-ingrown-vaginal-hair diakses pada 4 Agustus 2017

http://www.medicaldaily.com/pubic-hair-hair-down-there-wax-trim-shave-384111

Removing Pubic Hair

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 18/09/2017
x