home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Susu kambing adalah salah satu alternatif terbaik dari susu sapi karena kaya akan vitamin dan mineral. Selain diolah menjadi bahan pangan, susu kambing ternyata juga dapat dibuat menjadi sabun mandi.

Bahkan, produk skincare ini diklaim punya lebih banyak manfaat dibandingkan sabun mandi komersil. Benarkah?

Kekurangan sabun mandi biasa

sabun untuk alergi

Kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan sabun mandi biasa atas alasan kenyamanan. Akan tetapi, tak selamanya yang praktis dan murah meriah selalu lebih unggul.

Sabun pembersih tubuh komersil sebenarnya adalah produk detergen sintetik. Sabun mandi yang diproduksi massal biasanya memiliki pH tinggi karena mengandung zat kimia yang mungkin dapat merugikan kulit bila digunakan secara berlebihan.

Dibandingkan sabun susu kambing, sabun yang mengandung detergen lebih populer karena berbusa dan ampuh sebagai penghilang kotoran. Namun, detergen juga bersifat alkali. Alkali dapat mengubah keseimbangan pH kulit sehingga kulit menjadi kering.

Kulit memiliki lapisan yang bertindak sebagai pelindung terhadap bakteri, virus, racun, iritan, dan hal lain yang berpotensi menembus kulit. Apapun yang mengganggu pH lapisan pelindung ini dapat menyebabkan peradangan pada kulit.

Menurut sebuah penelitian terbitan jurnal Skin Pharmacology and Physiology, sekitar 90 menit setelah mencuci dengan sabun, pH kulit tangan ternyata belum sepenuhnya kembali normal. Nilai pH kulit yang seimbang adalah 4,7 – 5,75.

Perubahan pH bisa menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dan meningkatkan risiko iritasi. Hasilnya, kulit lebih rentan terhadap dermatitis kontak, dermatitis atopik, infeksi jamur, dan masalah kulit lain yang berkaitan dengan jerawat.

Beda dengan sabun susu kambing, sabun mandi komersil biasanya juga memiliki zat pewangi dan pewarna tambahan. Berbagai zat ini dapat menyebabkan kekeringan kulit sekaligus memicu reaksi alergi, terutama pada kulit yang sensitif.

Sabun antibakteri yang dinilai unggul bahkan dapat memiliki bahan kimia yang lebih keras seperti triclosan dan triclocarban. Keduanya diduga meningkatkan risiko bakteri menjadi lebih kuat terhadap zat antibakteri dalam sabun.

https://wp.hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/perawatan-kulit/cara-mandi-yang-benar-kulit-putih/

Proses pembuatan sabun susu kambing

Sabun susu kambing terbuat dari susu kambing murni dan bahan-bahan alami lainnya seperti minyak kelapa dan minyak zaitun. Seluruh bahan baku tersebut umumnya diramu bersama dengan lye (pelet natrium hidroksida).

Walaupun bersifat alkali, dampak penggunaan lye tidak sebesar sabun mandi komersil. Ini karena molekul minyak dan lye langsung menyatu menjadi sabun. Proses pembuatan sabun juga menghasilkan gliserin yang secara alamiah dapat melembapkan kulit.

Penting untuk dicatat bahwa semua sabun asli memang harus dibuat dengan lye. Setiap produk pembersih kulit ataupun rambut yang dibuat tanpa natrium hidroksida bukanlah sabun sejati, melainkan produk detergen.

Manfaat sabun susu kambing

sabun muka untuk jerawat

Berikut manfaat yang dapat Anda peroleh dari menggunakan sabun susu kambing.

1. Membersihkan kotoran yang membandel

Susu kambing dalam bentuk alaminya mengandung asam laktat dan alpha-hydroxy acid (AHA). Asam laktat dikenal sangat ampuh untuk membersihkan kulit. Senyawa ini bekerja dengan mempreteli kotoran membandel yang ada pada kulit Anda.

Sementara itu, kandungan alpha-hydroxy acid berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati penyebab kulit kusam. Hal ini akan mempercepat proses meremajakan kulit untuk memberikan tampilan kulit yang bersih bercahaya.

2. Memenuhi kebutuhan nutrisi kulit

Manfaat lain dari susu kambing berasal dari kandungan protein dan lemaknya yang tinggi. Protein memperkuat struktur kulit dan membantu membunuh bakteri penyebab jerawat, sedangkan lemak dapat melembapkan dan mencegah peradangan kulit.

Tidak hanya itu, susu kambing juga kaya dengan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk merawat kulit tetap sehat. Kulit Anda bisa mendapatkan asupan zinc, vitamin A, B kompleks, D, dan vitamin E hanya dengan rutin menggunakan sabun susu kambing.

3. Menyeimbangkan pH kulit

Nilai pH sabun susu kambing lebih cocok untuk kulit berkat kandungan asam kaprilat. Senyawa ini bisa menurunkan nilai pH sabun dan membuatnya hampir menyerupai pH tubuh manusia. Alhasil, kulit bisa menyerap nutrisi dengan lebih baik tanpa bertambah kering.

4. Unggul dalam menjaga kelembapan kulit

Krim alami dalam susu kambing membantu mengunci kelembapan dalam kulit. Ini sebabnya jika Anda memakai sabun susu kambing secara teratur, Anda mungkin akan mulai menyadari bahwa kulit Anda menjadi lebih lembut dan kenyal.

Sabun susu kambing juga tidak mengandung detergen, alkohol, pewarna, atau limbah minyak bumi. Oleh sebab itu, produk ini dinilai lebih aman bagi orang-orang dengan kulit yang sensitif atau terdampak masalah kulit seperti eksim.

Sabun susu kambing adalah salah satu alternatif terbaik bila Anda ingin beralih ke perawatan kulit yang lebih alami. Produk ini secara umum lebih aman bagi kulit, tapi tetaplah mengamati kondisi kulit setelah pemakaian rutin guna mencegah efek yang tidak diinginkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Schmid-Wendtner, M. H., & Korting, H. C. (2006). The pH of the skin surface and its impact on the barrier function. Skin pharmacology and physiology, 19(6), 296–302.

Mawarti, H., Rajin, M., Purwati, D. & Zakaria, A. (2018). The Potential of Goat Milk Soap with Probiotic and Sulfur for Preventing and Treating Scabies Disease. ASEAN Plus Three Graduate Research Congress.

Prieto Vidal, N., Adeseun Adigun, O., Pham, T. H., Mumtaz, A., Manful, C., Callahan, G., Stewart, P., Keough, D., & Thomas, R. H. (2018). The Effects of Cold Saponification on the Unsaponified Fatty Acid Composition and Sensory Perception of Commercial Natural Herbal Soaps. Molecules (Basel, Switzerland), 23(9), 2356.

Walters, R. M., Mao, G., Gunn, E. T., & Hornby, S. (2012). Cleansing formulations that respect skin barrier integrity. Dermatology research and practice, 2012, 495917.

Tang, S. C., & Yang, J. H. (2018). Dual Effects of Alpha-Hydroxy Acids on the Skin. Molecules (Basel, Switzerland), 23(4), 863.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 26/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x