Ini Penyebab Noda Keringat Warna Kuning di Ketiak Baju Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah baju-baju putih Anda jadi bernoda kekuningan di bagian ketiak? Anda tidak sendirian, kok. Noda keringat warna kuning di baju sudah jadi masalah yang cukup umum ditemui. Biasanya hal ini tidak berbahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, keringat warna kuning juga mungkin disebabkan oleh kondisi klinis. Untuk memastikan mengapa keringat Anda meninggalkan bekas noda kuning di baju, simak terus informasi berikut ini.

Apa warna keringat manusia?

Dalam keadaan yang normal, keringat manusia seharusnya bening atau tidak berwarna. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat yang terdapat di bawah lapisan kulit Anda. Tak seperti urin yang mengandung pigmen (zat perwarna) khusus bernama urokrom dan zat-zat sisa lainnya, keringat yang normal tidak mengandung pigmen. Maka, keringat manusia warnanya bening seperti air putih.

Lalu apa penyebab keringat jadi berwarna kuning di baju?

Keringat memang bisa berubah warna jadi kekuningan. Untuk mencari tahu penyebab keringat warna kuning, perhatikan dua alasan berikut.

Reaksi kimia

Noda keringat warna kuning di baju Anda biasanya tidak disebabkan oleh penyakit atau kelainan. Penyebabnya justru deodoran yang Anda pakai. Keringat Anda terdiri dari beragam jenis protein dan mineral. Ketika protein dan mineral ini bertemu dengan aluminium, yaitu salah satu kandungan deodoran yang berfungsi untuk menekan produksi keringat, terjadilah suatu reaksi kimia yang mengubah struktur keringat Anda. Akibatnya, keringat yang sudah diproduksi oleh kelenjar keringat berubah jadi kuning. Keringat warna kuning ini akan kemudian diserap oleh kain pakaian Anda dan meninggalkan noda.

Chromhidrosis

Di samping reaksi kimia yang kerap terjadi, ada sebuah kondisi langka yang bisa membuat keringat seseorang jadi kuning, oranye, atau kehijauan. Kondisi langka tersebut adalah chromhidrosis. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab chromhidrosis.

Ada dua kelenjar yang mengendalikan produksi keringat Anda, yaitu kelenjar apokrin dan kelenjar ekrin. Pada kasus chromhidrosis apokrin, biasanya keringat yang diproduksi mengandung pigmen lipofuscin yang menyebabkan perubahan warna keringat jadi kekuningan. Biasanya bagian tubuh yang paling terpengaruh chromhidrosis apokrin adalah area ketiak, selangkang, areola puting, hidung, dan kelopak mata.  

Sementara itu, chromhidrosis ekrin bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun. Namun, kondisi ini lebih jarang terjadi dibanding chromhidrosis apokrin. Umumnya, chromhidrosis ekrin terjadi setelah seseorang mengonsumsi pewarna makanan atau obat-obatan tertentu.

Mencegah keringat warna kuning pada baju

Noda keringat warna kuning pada pakaian bisa memengaruhi kepercayaan diri Anda. Untuk mencegahnya, pastikan Anda melakukan langkah-langkah berikut.

  • Gunakan deodoran yang kandungan aluminiumnya tidak terlalu kuat dan banyak. Biasanya pada kemasan deodoran, tercantum keterangan “bebas noda”.
  • Untuk mengurangi produksi keringat, cukur bulu ketiak secara berkala.
  • Jika keringat warna kuning muncul pada lengan atau bagian kulit lain pada tubuh Anda, segera hubungi dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
berkeringat lebih banyak

Siapa yang Berkeringat Lebih Banyak? Pria atau Wanita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit