home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Waktu Sinar Matahari Terbaik: Pagi atau Sore?

Kapan Waktu Sinar Matahari Terbaik: Pagi atau Sore?

Anda mungkin sudah tidak asing dengan manfaat sinar matahari karena kaya akan vitamin yang bagus untuk tulang. Meski begitu, kenali dahulu kapan sebenarnya waktu matahari terbaik, pagi atau sore, untuk mendapatkan khasiatnya secara maksimal.

Kapan waktu sinar matahari terbaik?

Sinar matahari termasuk sumber vitamin D terbaik bagi tubuh manusia. Meski begitu, ada beberapa faktor yang memengaruhi kadar vitamin D yang didapatkan melalui paparan matahari. Salah satu faktor tersebut yaitu waktu.

Waktu sinar matahari terbaik pun berbeda di setiap negara. Pasalnya, sebagian negara memiliki iklim yang berbeda dengan negara lainnya, sehingga memengaruhi sinar UV yang dihasilkan dari matahari.

Simak penjelasan lengkap seputar waktu matahari pagi dan sore, sehingga Anda bisa memutuskan kapan waktu yang paling tepat untuk berjemur.

Matahari pagi

Beberapa orang menganggap sinar matahari pagi merupakan waktu terbaik untuk mengawali hari dengan berjemur.

Nyatanya, beberapa ahli justru tidak memiliki pendapat yang sama. Hal ini dikarenakan matahari berada di bawah horizon atau langit bawah yang berbatasan dengan permukaan bumi atau laut.

Bila matahari berada di posisi tersebut, seperti pada awal pagi atau menjelang malam, matahari hanya memancarkan UVA dan sedikit sinar UVB. Sedangkan, paparan sinar UVA berlebih bisa meningkatkan risiko melanoma dibandingkan UVB.

Hal ini pun berlaku di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut penelitian dari Dermato-endocrinology, pancaran sinar UVB tertinggi di Jakarta terjadi pada pukul 11 hingga 1 siang.

Itu sebabnya, para ahli menyarankan untuk berjemur di antara jam 10 pagi hingga 3 sore selama 5 sampai 20 menit.

Matahari sore

Sama seperti matahari pagi, paparan sinar matahari sore, khususnya setelah jam 4 sore, bukan waktu yang tepat untuk mendapatkan vitamin D.

Anda mungkin menyangka seharusnya matahari sore tidak sekuat matahari pagi karena mendekati waktu terbenam. Faktanya, tidak demikian.

Penelitian dari Proceedings of the National Academy of Sciences melaporkan bahwa matahari sore dapat meningkatkan risiko kanker kulit hingga 500 persen.

Meski begitu, studi ini baru diujicobakan pada tikus, sehingga para peneliti membutuhkan penelitian lanjutan seputar efeknya yang sama terhadap manusia atau tidak.

Intinya, sinar matahari yang terbaik dimanfaatkan untuk memperoleh vitamin D yaitu mulai dari pukul 10 pagi hingga 3 sore. Sementara itu, paparan UV dari matahari di luar jam tersebut biasanya cukup kuat hingga memicu risiko penyakit kulit.

Cara aman mendapatkan paparan sinar matahari

sinar matahari membunuh coronavirus

Walaupun menawarkan manfaat bagi kulit, setiap orang membutuhkan perlindungan tersendiri ketika berjemur di bawah sinar matahari.

Semakin cerah warna kulit alami yang dimiliki, semakin sedikit melanin yang Anda punya untuk menyerap sinar UV. Sementara itu, semakin gelap kulit seseorang, semakin banyak melanin yang dipunyai.

Terlepas dari warna kulit yang dimiliki, mendapatkan perlindungan adalah hal yang wajib. Di bawah ini cara melindungi kulit dari paparan matahari ketika berjemur.

1. Memakai tabir surya

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika berjemur di bawah sinar matahari yaitu tetap memakai tabir surya.

Usahakan untuk menggunakan tabir surya seperti sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi. Selain itu, pastikan sunscreen yang dipakai melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, alias berspektrum luas.

Jangan lupa untuk sering mengaplikasikan ulang tabir surya, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

2. Menggunakan pakaian panjang

Tak hanya menggunakan tabir surya, Anda juga perlu menggunakan baju dan celana panjang untuk menutupi kulit.

Usahakan untuk memilih pakaian dengan bahan tipis serta warna cerah yang membantu kulit menyerap cahaya matahari. Cara ini juga dapat mencegah heat stroke.

Bila perlu, pakailah topi pinggiran lebar untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal.

3. Memanfaatkan kacamata hitam

Paparan sinar matahari, termasuk pada waktu terbaik, dapat merusak mata dan kulit. Bahkan, seharian penuh di bawah matahari dapat menyebabkan kornea terbakar hingga terkena penyakit mata katarak.

Cara terbaik melindungi mata dari bahaya sinar UV yaitu memakai kacamata hitam. Cobalah untuk memilih kacamata hitam yang menawarkan perlindungan UV 100%.

Bila mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter spesialis kulit atau ahli dermatologi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gaddameedhi, S., Selby, C., Kaufmann, W., Smart, R., & Sancar, A. (2011). Control of skin cancer by the circadian rhythm. Proceedings Of The National Academy Of Sciences, 108(46), 18790-18795. https://doi.org/10.1073/pnas.1115249108. Retrieved 14 April 2021. 

Moan, J., Dahlback, A., & Porojnicu, A. C. (2008). At what time should one go out in the sun?. Advances in experimental medicine and biology, 624, 86–88. https://doi.org/10.1007/978-0-387-77574-6_7. Retrieved 14 April 2021. 

Nimitphong, H., & Holick, M. F. (2013). Vitamin D status and sun exposure in southeast Asia. Dermato-endocrinology, 5(1), 34–37. https://doi.org/10.4161/derm.24054. Retrieved 14 April 2021. 

Cronan, K.M. (2017). Sun Safety. Kids Health. Retrieved 14 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/sun-safety.html  

Sunlight exposure: risks and benefits. (2016). National Institute for Health and Care Excellence. Retrieved 14 April 2021, from https://www.nice.org.uk/guidance/ng34/resources/sunlight-exposure-risks-and-benefits-1837392363205 

How to get vitamin D from sunlight. (2021). NHS UK. Retrieved 14 April 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/how-to-get-vitamin-d-from-sunlight/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x