4 Fakta Penting Tentang Menumbuhkan Jenggot

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menumbuhkan jenggot atau brewok semakin menjadi tren belakangan ini. Namun, tidak jarang banyak pria yang sudah berusaha keras untuk menumbuhkan jenggot, malah gagal. Masalah lain kadang juga terjadi di kalangan pria yang berjenggot, seperti jika mereka ingin mempertebal jenggot mereka.

Dikutip dari howstuffworks.com, orang-orang yang berjanggut tebal atau lebat memiliki folikel rambut yang banyak di wajah mereka. Gen, hormon, dan usia juga mempengaruhi seberapa banyak folikel rambut yang dimiliki seseorang. Di samping melakukan transplantasi folikel dari beberapa bagian tubuh ke wajah, tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan untuk menambah jumlahnya.

Selain faktor genetik dan jumlah folikel rambut, obrolan seputar jenggot juga melibatkan sejumlah fakta menarik lainnya.

1. Testosteron memang bisa mempercepat pertumbuhan jenggot, tapi…

Banyak pria yang menambah kadar testosteronnya demi bisa menumbuhkan atau memperlebat jenggot mereka. Sayangnya, menurut Professor Joe Herbert, spesialis hormon dari University of Cambridge, mereka ini cuma buang-buang uang.

“Testosteron hanya meningkatkan pertumbuhan rambut wajah jika kadar testosteron seseorang memang rendah atau tidak pada tingkat optimal,” ujar Herbert.

Ahli endokrinologi ini juga mengatakan, tingkat testosteron pada setiap pria berbeda. Sebagai tambahan, ukuran dan kualitas rambut wajah benar-benar tergantung pada seberapa banyak folikel rambut di wajah Anda, bagaimana penyebarannya, dan apakah wajah Anda mengandung jumlah reseptor yang cukup untuk melihat kadar testosteron Anda.

Orang yang tidak bisa menumbuhkan jenggotnya karena kekurangan testosteron bisa menambah testosteron dengan beberapa suplemen yang ada, meskipun dampak yang paling terlihat adalah isi kocek mereka yang terkuras habis. Namun, sayangnya penggunaan suplemen testosteron untuk menambah kadar testosteron dalam tubuh bisa berakibat buruk.

“Menggunakan banyak suplemen testosteron juga bisa merusak tubuh Anda. Hati Anda bisa rusak, risiko serangan jantung bisa meningkat, dan menyebabkan masalah vaskular lainnya. Testosteron yang tinggi juga bisa meningkatkan ukuran prostat Anda, yang bisa menyebabkan infeksi kemih dan memperburuk risiko kanker prostat,” jelas Herbert seperti dilansir Telegraph.

2. Jenggot bisa mengurangi risiko kanker kulit

Siapa sangka kalau ternyata menumbuhkan jenggot bisa mengurangi risiko kanker? Ya, berdasarkan studi yang dilakukan sejumlah peneliti di University of Southern Queensland, jenggot terbukti memiliki manfaat kesehatan. Jenggot mampu menghalangi 95% sinar UV yang berbahaya menyentuh kulit, dan ini akan mengurangi risiko perkembangan kanker kulit.

Tidak hanya mengurangi risiko terkena kanker kulit, seperti dilansir Huffingtonpost, pria penderita asma yang memiliki jenggot biasanya gejala asmanya berkurang seiring tumbuhnya jenggot. Ini karena jenggot membantu mencegah debu dan serbuk sari masuk ke sistem pernapasan. Jenggot yang lebat dan menutupi sebagian wajah Anda akan membuat kulit Anda terlihat lebih sehat dan lebih muda.

3. Merokok mengganggu pertumbuhan jenggot

Rokok mengandung lebih dari 4.800 bahan kimia dan ia bisa menyebabkan stress oksidatif pada setiap pertumbuhan rambut dan pigmentasi. Namun, ahli rambut dan kulit kepala Lisa Gilbey dari Northants Hair & Scalp Clinic, mengatakan sebenarnya efek merokok pada pertumbuhan rambut belum dilakukan secara menyeluruh.

“Apa yang kita tahu sekarang adalah bahwa merokok memiliki efek penuaan. Dengan mengganggu sirkulasi, akhirnya aliran darah kapiler ke akar rambut berkurang. Hasilnya membuat sel kulit menolak kebutuhan optimal untuk pertumbuhan rambut normal,” ujar Lisa.

Lisa menambahkan, merokok bisa menguras banyak vitamin yang mengandung sel penghancur radikal bebas. Ketika vitamin B terkuras, jalur metabolis untuk melanin (pigmen warna) akan kacau. Hasilnya bisa membuat rambut di tubuh menjadi beruban lebih cepat.

4. Sering mencukur jenggot tidak memperlebat ataupun mempercepat pertumbuhan

Ada sebuah mitos yang paling umum beredar di kalangan pria, yaitu dengan sering mencukur jenggot, jenggot kita akan tumbuh lebih cepat dan juga akan lebih lebat atau tebal. Sayangnya itu salah.

David Alexander, ahli perawatan rambut pria memaparkan dalam tulisan di menshair.about.com, bahwa rambut pada dasarnya adalah protein dan keratin, ia tidak memiliki asupan darah atau sistem saraf.

“Tubuh Anda tidak tahu apakah jenggot Anda dicukur (atau panjangnya 5 cm), karena rambut tidak memiliki cara mengomunikasikan informasi tersebut ke tubuh Anda,” tutur David.

Dalam studi tahun 1970 yang dimuat di Journal of Investigative Dermatology, dipastikan bahwa mencukur tidak mengubah ketebalan atau jumlah pertumbuhan rambut seseorang. Studi ini melibatkan 5 pria muda, yang semuanya diminta untuk mencukur bulu salah satu kaki mereka, dan kaki satunya lagi dijadikan perbandingan.

Pria sering kali percaya bahwa bercukur menyebabkan jenggot tumbuh lebih cepat atau lebih lebat, tapi rambut wajah umumnya tumbuh lebih banyak dan lebih cepat seiring bertambahnya usia.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Banyak yang menyangka penyebab selulit adalah tumpukan lemak di tubuh, namun ini ternyata kurang tepat. Lalu, bagaimana cara menghilangkan selulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Efek Samping Suntik Filler di Wajah?

Tertarik melakukan filler wajah? Ketahui terlebih dulu efek samping dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perawatan wajah satu ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Operasi A-Z 31 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Tren Operasi Rahang untuk Bikin Pipi dan Rahang Lebih Tirus

Untuk membuat pipi nampak tirus serta wajah yang kecil, banyak wanita yang melakukan operasi rahang. Seperti apa prosesnya? Apakah aman?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Memilih Sabun Pembersih Muka Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Sabun muka banyak jenisnya. Akan tetapi, Anda perlu mencari tahu pembersih wajah yang cocok dengan tipe kulit Anda. Begini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab bulu mata rontok

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
minyak jojoba untuk melawan keriput

Penuaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit