Benarkah Hormon Testosteron Terlalu yang Tinggi Sebabkan Kanker Prostat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hormon testosteron seringkali dikaitkan dengan vitalitas seksual dan kejantanan pria. Itu sebabnya banyak pria yang berlomba-lomba meningkatkan testosteron dalam tubuhnya dengan berbagai cara. Namun tampaknya Anda perlu lebih berhati-hati lagi. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa kadar hormon testosteron yang terlalu tinggi dapat menjadi faktor penyebab kanker prostat. Mengapa demikian?

Apa penyebab kanker prostat?

Kanker prostat adalah jenis kanker yang paling sering menyerang pria. Diperkirakan satu dari tujuh pria berisiko terkena kanker ini.

Penyebab kanker prostat masih belum jelas hingga saat ini. Meski begitu, kanker prostat dapat terjadi ketika sel prostat berkembang di luar kendali sehingga membentuk tumor yang mendesak dan merusak jaringan sekitarnya. Prostat itu sendiri adalah kelenjar seukuran kacang kenari yang terletak di bawah kandung kemih. Prostat memproduksi cairan mani yang membawa sperma.

Mutasi DNA dapat menyebabkan sel prostat bertumbuh ganas dan membelah diri lebih cepat dibanding sel normal, sehingga menjadikannya sel kanker. Mutasi DNA penyebab kanker prostat terutama dipicu oleh faktor penuaan, namun perkembangannya dapat dipercepat dengan gaya hidup tidak sehat. Misalnya jarang berolahraga, merokok, dan pola makan tinggi lemak yang dapat memicu obesitas.

Kenapa hormon testosteron tinggi terkait dengan peningkatan risiko kanker prostat?

Testosteron adalah hormon seks pria yang diproduksi di testis. Idealnya, kadar testosteron harus seimbang. Tidak boleh berlebihan atau kekurangan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memang benar tingginya testosteron dapat memicu pertumbuhan sel kanker prostat. Sebuah penelitian dari Oxford University yang diterbitkan di BMC Medicine, misalnya, melaporkan bahwa pria yang bertubuh tinggi besar lebih rentan mengalami kanker prostat ganas. Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan tim periset Harvard’s Health Professionals melaporkan bahwa pria yang mengalami sulit ejakulasi atau jarang ejakulasi juga lebih berisiko terhadap kanker prostat. 

Kedua penelitian ini memiliki benang merah yang sama, yaitu jumlah testosteron dalam tubuh. Hormon testosteron pada dasarnya bertanggung jawab untuk memproduksi sperma serta membantu tumbuh kembang sekaligus mempertahankan massa otot dan tulang.

Tingginya kadar hormon testosteron membantu pembentukan postur badan tinggi besar, yang terkait dengan pubertas dini dan pemenuhan nutrisi di awal masa pertumbuhan. Hormon dan makanan tertentu yang mendorong pertumbuhan di masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko pria terhadap kanker prostat.

Sementara itu, prostat terus memproduksi sperma. Namun emakin jarang Anda berejakulasi, maka semakin banyak testosteron dan zat karsinogen yang menumpuk dalam sperma dan/atau air mani dalam jangka waktu panjang. Lama-kelamaan, tumpukan zat asing ini dapat menyebabkan peradangan dan diduga kuat dapat menjadi penyebab kanker prostat.

Meski begitu, hubungan antara kadar testosteron yang berlebihan dengan peningkatan risiko kanker prostat masih kontroversial. Belum ada studi ilmiah yang dapat membuktikan hubungan sebab-akibat langsung antara tingginya hormon testosteron dengan risiko kanker prostat.

Tingginya hormon testosteron tidak selalu menyebabkan peningkatan kadar PSA, faktor penentu kanker prostat

Dalam sebuah penelitian tahun 2015 terbitan jurnal Medicine, peningkatan kadar testosteron akibat terapi hormon tidak menyebabkan kenaikan kadar prostate specific antigen (PSA). Kanker prostat dapat terjadi ketika kadar PSA meningkat dalam darah.

Ini menunjukkan bahwa tingginya kadar hormon testosteron bukanlah tolak ukur utama yang dapat dijadikan faktpr risiko penyebab kanker prostat. Malah, sejumlah penelitian membuktikan bahwa orang dengan kadar testosteron rendah justru lebih berisiko kena kanker prostat.

Karena datanya masih simpang siur, para ahli dan dokter di seluruh dunia belum dapat sepakat apakah tinggi-rendahnya testosteron memengaruhi perkembangan kanker prostat. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan bukti seputar teori-teori ini.

faktor risiko kanker prostat

Lebih baik cegah kanker prostat dengan pola hidup sehat

Saat ini memang penyebab kanker itu sendiri masih terus diteliti. Akan tetapi, Anda bisa mencegah munculnya kanker prostat dengan hal-hal berikut ini.

  • Jaga pola makan Anda dan tingkatkan konsumsi sayur dan buah.
  • Hindari makanan dengan lemak jenuh.
  • Konsumsi makanan dengan asam lemak omega-3, misalnya dari ikan.
  • Jaga berat badan Anda agar tetap ideal. Cek apakah berat badan Anda sekarang sudah cukup ideal di bit.ly/indeksmassatubuh atau dalam tautan ini.
  • Berhenti merokok.
  • Periksa ke dokter apabila Anda merasakan gejala-gejala seperti sering buang air kecil, buang air kecil tidak tuntas, dan rasa sakit ketika buang air kecil atau ejakulasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit