Waspada, Infeksi Bakteri Helicobacter Pylori Bisa Sebakan Kanker Perut

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak normal. Tumbuhnya sel kanker sering disebabkan oleh faktor genetik (keturunan) dan gaya hidup yang tidak sehat. Namun, beberapa jenis kanker pada organ saluran pencernaan juga berkaitan dengan adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori. Bagaimana bisa bakteri menyebabkan kanker? Berikut ulasan lengkapnya.

Mengenal infeksi bakteri Helicobacter pylori

Bakteri Helicobacter pylori, disingkat H. pylori, merupakan bakteri yang hidup pada lapisan lendir pada saluran pencernaan manusia. Bakteri ini tidak menimbulkan gejala kesakitan pada orang yang terinfeksi.

H. pylori juga memiliki kemampuan untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh (imun) sehingga tidak terdeteksi. Caranya dengan mengganggu kerja proses respon imun di dalam saluran pencernaan.

H. pylori hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan karena lambung manusia bersifat sangat asam. Agar dapat bertahan hidup, H. pylori mengeluarkan enzim urease yang merubah urea menjadi amonia. Akibatnya, kadar keasaman lambung berkurang.

Koloni bakteri ini juga sering menggali permukaan lendir pada saluran pencernaan untuk bertahan hidup. Karena itulah muncul peradangan dan luka yang menganga pada lapisan lendir. Peradangan ini susah sembuhnya.

Bagaimana bisa infeksi bakteri ini sebabkan kanker?

Luka yang ditimbulkan oleh H. pylori akibat infeksi kronis dilaporkan jadi salah satu faktor risiko dari kanker lambung nonkardia (terjadi pada bagian lambung bawah).

Peradangan dan luka akibat infeksi bakteri H. pylori bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel dalam sistem pencernaan Anda. Kerusakan sel dalam waktu yang lama bisa memicu mutasi genetik. Mutasi atau perubahan genetik inilah yang kemudian mengubah sel yang normal menjadi sel kanker.

Risiko akibat infeksi H. pylori meningkat jika seseorang memiliki faktor risiko kanker lambung lainnya. Faktor risiko lainnya antara lain pola makan yang tidak sehat, jarang makan sayur buah, merokok, punya penyakit anemia pernisiosa, dan ada anggota keluarga yang kena kanker lambung.

Infeksi bakteri H. pylori adalah penyakit yang cukup umum di masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, banyak juga orang yang terinfeksi oleh H. pylori yang tidak diserang kanker lambung.

Dalam beberapa kasus, infeksi H. pylori juga berkaitan dengan kanker Limfoma non-Hodgkin dan peningkatan risiko kanker usus . Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana persisinya H. pylori memicu kedua jenis kanker tersebut.

Bagaimana mencegah kanker kalau saya terinfeksi bakteri H. pylori?

Karena tidak menimbulkan gejala yang spesifik, diagnosis infeksi bakteri H. pylori memerlukan pemeriksaan khusus. Infeksi H. pylori bisa dideteksi menggunaan tes darah atau tes pernapasan. Pemeriksaan saluran pencernaan juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan tinja dan endoskopi.

Seperti infeksi bakteri pada umumnya, infeksi H. pylori dapat ditangani dengan mengonsumsi antibiotik. Namun, infeksi H. pylori dapat mengalami resistensi terhadap antibiotik. Metode pengobatan ini lebih khusus ditujukan pada pasien yang berisiko tinggi mengalami kanker lambung atau mengalami gastritis (maag) dan komplikasi lainnya yang terbukti diakibatkan oleh infeksi H. pylori.

Dengan mengobati infeksi bakteri secepat mungkin sampai tuntas, Anda menekan kemungkinan adanya kerusakan sel dan mutasi genetik yang dapat memicu kanker. Perhatikan gejala-gejala infeksi bateri H. pylori yang disari dari situs kesehatan MayoClinic berikut ini:

  • Sakit perut atau perut terasa perih
  • Mual
  • Sering bersendawa
  • Begah
  • Berat badan turun drastis padahal tidak sedang diet
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit menelan

Diagnosis dan pencegahan sebaiknya dilakukan pada seseorang yang memiliki riwayat diagnosis luka di lambung atau usus yang aktif. Seseorang yang baru menjalani operasi penanganan kanker lambung ataupun limfoma juga dianjurkan untuk memantau kondisi infeksi H. pylori.

Jika terbukti terinfeksi H. pylori, segera lakukan pengobatan dan juga melakukan deteksi dini adanya kanker pada saluran pencernaan.

Bakteri Helicobacter pylori biasanya ditemukan pada tempat-tempat yang kotor, seperti pada lingkungan padat penduduk. Biasanya bakteri ini masuk melalui mulut dan saluran pencernaan melalui kontak dengan tangan makanan yang telah terkontaminasi. Selain itu H. pylori juga dapat ditularkan melalui tinja dan kontak antara mulut dengan mulut.

Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegah infeksi H. pylori adalah dengan cara memperhatikan keamanan makanan dan kebersihan diri. Hindari juga berbagai alat makan dengan orang yang sedang terinfeksi bakteri Helicobacter pylori.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca