3 Perbedaan Utama Antara Gigi Susu dan Gigi Permanen

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seperti yang sudah Anda ketahui, terdapat dua jenis gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Walaupun gigi susu hanya muncul sebentar dan kemudian digantikan dengan gigi permanen. Namun, gigi bayi ini tidak kalah penting dengan gigi permanen. Kesehatan gigi harus mulai dijaga sejak gigi muncul, walau hanya gigi bayi. Tapi, tahukah Anda perbedaan antara gigi susu dan gigi permanen?

Perbedaan gigi susu dan gigi permanen

1. Jumlah dan komposisi gigi

Perbedaan yang paling jelas antara gigi bayi dan gigi dewasa adalah jumlah dan komposisi gigi. Gigi permanen mempunyai jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan gigi susu. Gigi susu pada anak berjumlah 20 gigi, yang terdiri dari 4 gigi seri depan, 4 gigi seri samping, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Sedangkan, gigi permanen berjumlah 32 gigi, terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 gigi geraham belakang.

2. Bentuk dan struktur gigi

Dilihat dari ukurannya, gigi susu tentu berbeda dengan gigi permanen. Biasanya gigi permanen berbentuk lebih besar dibandingkan dengan gigi bayi ini. Selain itu, gigi permanen depan yang baru tumbuh biasanya juga memiliki mamelon, yaitu tonjolan kecil pada gigi yang akhirnya dapat hilang sendiri.

Akar dalam gigi juga berbeda. Gigi susu memiliki akar yang lebih pendek dan lebih tipis dibandingkan dengan gigi permanen. Hal ini membuat gigi pada bayi lebih mudah  tanggal dibandingkan dengan gigi permanen pada dewasa. Selain itu, akar yang pendek juga bertujuan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi gigi permanen untuk berkembang sebelum waktunya muncul. Akar pendek ini juga bisa hilang saat gigi tanggal dan digantikan dengan gigi permanen.

3. Enamel dan dentin gigi susu lebih tipis

Karena enamel gigi susu lebih tipis daripada gigi permanen, maka tak heran gigi bayi memiliki warna yang lebih putih dibandingkan gigi permanen pada umumnya. Namun, enamel dan dentin yang lebih tipis membuat gigi bayi lebih mudah untuk mengalami kerusakan atau gigi berlubang.

Jika gigi susu sedikit saja berlubang, maka perkembangannya lebih cepat sampai pada saraf gigi. Hal ini membuat gigi pada bayi lebih rentan mengalami kerusakan. Sehingga, sangat disarankan agar kesehatan gigi dijaga sejak kecil bahkan sejak gigi mulai tumbuh. Namun disayangkan, masih banyak orangtua yang belum menyadari pentingnya kesehatan gigi anaknya sejak gigi muncul.

Tips menjaga kesehatan gigi sejak kecil

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa kesehatan gigi bayi tidak kalah penting dengan gigi permanen. Walaupun pada akhirnya gigi bayi akan tanggal dan diganti gigi permanen. Bahkan, kesehatan gigi susu sebenarnya dapat menentukan pertumbuhan gigi permanen juga. Jadi, ada baiknya kesehatan gigi sudah mulai diperhatikan sejak dini.

Beberapa tips untuk merawat gigi agar terhindar dari gigi berlubang sejak kecil adalah:

  • Jangan biasakan anak kecil minum susu sambil tiduran. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gigi berlubang pada anak.
  • Membiasakan untuk menyikat gigi secara teratur dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sebelum tidur.
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Sebenarnya, pemeriksaan gigi sudah diperlukan saat anak berusia satu tahun.
  • Jaga makanan Anda. Jangan terlalu sering makan makanan manis dan asam. Serta, perbanyak sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan gusi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi

Baking soda digunakan untuk menghilangkan noda dan memutihkan gigi. Namun, bagaimana cara kerjanya dan anjuran pemakaiannya agar tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara menjaga kesehatan gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

Enamel merupakan lapisan gigi yang ketika rusak tidak bisa kembali normal dengan sendirinya. Lalu, adakah cara untuk memperbaiki kerusakan pada enamel gigi?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

Ngilu akibat gigi sensitif dapat kambuh saat berbuka dan sahur saat puasa. Agar makan dan minum tetap nikmat, yuk ketahui cara mengcegah gigi ngilu ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mencegah gigi ngilu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
sakit gigi atau gigi sakit

Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
anatomi gigi manusia

Gambar Anatomi Gigi, Jenis-Jenis Gigi, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan gigi dan mulut

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit