Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gigi Susu Saya Tidak Tanggal Sampai Dewasa, Apa Sebabnya?

Gigi Susu Saya Tidak Tanggal Sampai Dewasa, Apa Sebabnya?

Di masa kanak-kanak, tumbuhnya gigi susu (gigi bayi) menandai anak siap untuk makan makanan yang keras. Biasanya gigi susu ini bertahan maksimal hingga anak berusia 12 tahun. Namun, ternyata ada beberapa orang dewasa yang gigi susunya tetap bertahan dan tidak tanggal. Lantas, kenapa bisa gigi susu belum tanggal sampai dewasa?

Kapan gigi susu seharusnya tanggal?

Gigi susu mulai tumbuh dan terlihat di usia 6 hingga 12 bulan. Sebagian besar anak-anak akan memiliki gigi susu yang berjumlah 20 buah. Jumlah ini akan dicapai saat anak berusia 3 tahun.

Seiring dengan berjalannya waktu, gigi susu akan tanggal satu per satu dan digantikan oleh gigi permanen yang berjumlah 32.

Biasanya, gigi susu mulai rontok dan digantikan dengan gigi permanen saat anak memasuki usia enam tahun. Di saat yang bersamaan, gigi permanen pun siap menggantikannya.

Gigi susu pertama yang rontok biasanya dua gigi depan bawah dan dua gigi depan atas. Kemudian diikuti oleh gigi seri samping, gigi molar pertama, gigi taring, dan gigi geraham kedua.

Nah, gigi bayi ini biasanya akan tetap di tempatnya sampai didorong oleh gigi permanen yang akan tumbuh.

Kenapa gigi susu bisa tumbuh hingga dewasa?

Sebagian anak mengalami pertumbuhan gigi permanen yang tertunda. Akibatnya, gigi bayi yang seharusnya tanggal dan langsung digantikan oleh gigi permanen di belakangnya justru tidak mengalami hal ini.

Kondisi ini disebut juga over-retained. Hal ini membuat gigi susu menyatu ke tulang rahang (ankylosis).

Saat gigi susu tidak tanggal sampai dewasa, hal ini membuat gigi permanen pada akhirnya tidak tumbuh dan justru mendorong akar gigi susu.

Diperkirakan ada sekitar 2,5 hingga 6,9 persen kasus yang terjadi di dunia. Biasanya, kondisi ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.

Selain itu, hal lain yang menyebabkan persistensi gigi susu yaitu karena trauma, infeksi, adanya penghalang di tempat tumbuhnya gigi, atau ketidakselarasan gigi permanen di bawahnya.

Berbagai hal ini membuat gigi permanen akhirnya tidak berkembang dan akar gigi bayinya tetap ada, tidak hilang atau tergantikan.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir selama rutin memeriksa kondisi ke dokter gigi. Dokter akan memberikan rekomendasi perawatan dan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah Anda.

Bagaimana cara mengatasi persistensi gigi?

Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi susu yang belum tanggal. Berikut adalah di antaranya.

1. Cabut gigi

Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah pencabutan gigi. Anda biasanya harus menjalani prosedur ini apabila gigi susu telah menimbulkan masalah pada kesehatan rongga mulut, misalnya seperti infeksi.

Sebelum mencabut gigi, dokter akan memberikan bius lokal terlebih dahulu. Kemudian, dokter mengendurkan gigi di gusi menggunakan alat pencabut yang disebut lift. Setelah itu, dokter menempatkan tang di sekitar gigi dan mencabut gigi dari gusi.

Setelah cabut gigi, dokter mungkin akan memberikan obat seperti antibiotik untuk mencegah infeksi. Selebihnya, Anda bisa melakukan kompres dingin pada pipi bila bekas cabutan terasa menyakitkan.

2. Memasang crown gigi

Baik gigi permanen maupun gigi susu dapat rusak seiring waktu. Namun, gigi susu lebih rentan mengalami masalah, sebab lapisan pelindungnya yang bernama enamel lebih tipis daripada enamel gigi permanen.

Untuk mencegah hal tersebut, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk memasang crown gigi. Crown gigi adalah “topi” berbentuk gigi yang nantinya dipasang di atas gigi asli Anda. Dengan kata lain, crown gigi akan menutupi bagian gigi Anda yang terlihat.

Pertama, dokter akan mencetak gigi dengan menyesuaikan kondisi gigi Anda. Cetakan tersebut biasanya dikerjakan dalam waktu 2-3 minggu. Pada masa tersebut, gigi akan dipasangkan dengan mahkota sementara, baru nantinya dilepas dan digantikan dengan cetakan mahkota permanen yang sudah jadi.

Mahkota gigi dapat bertahan setidaknya 5 sampai 15 tahun. Awet tidaknya mahkota bergantung pada seberapa baik Anda menjalani praktik kebersihan mulut. Hindari kebiasaan seperti mengunyah es batu, menggertakkan gigi, menggigit kuku, dan membuka bungkusan dengan gigi.

3. Implan gigi

Terkadang, Anda perlu mengganti gigi susu yang belum tanggal sampai dewasa dengan gigi implan. Pasalnya, gigi susu yang tetap ada hingga dewasa akan lepas pada usia sekitar 20-45 tahun.

Akibatnya, ada kekosongan gigi di bagian tersebut. Hal ini karena gigi susu umumnya tidak bisa berfungsi dengan maksimal karena ukurannya yang cenderung lebih kecil dari gigi permanen.

Prosedur implan dilakukan dengan mengganti akar gigi menggunakan logam berbentuk seperti sekrup. Nantinya, dokter akan membuatkan gigi tiruan yang mirip dengan gigi asli baik tampilan maupun fungsinya. Dengan begitu, gigi Anda bisa berfungsi dengan baik layaknya gigi permanen pada umumnya.

Sebelum melakukan prosedur ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahlinya terlebih dahulu. Tanyakan pada dokter gigi Anda kira-kira apa tindakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini.

Apapun prosedur yang Anda jalani, yang penting Anda tetap harus menjaga kebersihan gigi. Sikat gigi setiap dua kali sehari dan gunakan floss untuk mengangkat kotoran di sela-sela gigi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

At what age do children start losing their baby teeth? (2019). Mayo Clinic. Retrieved 22 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/expert-answers/baby-teeth/faq-20058532

Dental Implant Surgery. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 22 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/dental-implant-surgery/about/pac-20384622

Alshukairi, H. (2019). Delayed tooth eruption and its pathogenesis in paediatric patient: a review. Journal Of Dental Health, Oral Disorders & Therapy, 10(3), 209-212. Retrieved 22 September 2021.

Tooth Extraction. (2020). MedlinePlus. Retrieved 22 September 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/007630.htm

Dental Crowns: What Are They, Types, Procedure & Care. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 22 September 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10923-dental-crowns

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rina Nurjanah Diperbarui 6 jam lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.