Gigi Susu Saya Tidak Tanggal Sampai Dewasa, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Di masa kanak-kanak, tumbuhnya gigi susu (gigi bayi) menandai anak siap untuk makan makanan yang keras. Biasanya gigi susu ini bertahan maksimal hingga anak berusia 12 tahun. Namun, ternyata ada beberapa orang dewasa yang gigi susunya tetap bertahan dan tidak tanggal. Lantas, kenapa bisa gigi susu tidak tanggal sampai dewasa?

Kapan gigi susu seharusnya tanggal?

Gigi susu mulai tumbuh dan terlihat di usia 6 hingga 12 bulan. Sebagian besar anak-anak akan memiliki gigi susu yang berjumlah 20 buah. Jumlah ini akan dicapai saat anak berusia 3 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, gigi susu akan tanggal satu per satu dan digantikan oleh gigi permanen yang berjumlah 32.

Biasanya, gigi susu mulai rontok dan digantikan dengan gigi permanen saat anak memasuki usia enam tahun. Di saat yang bersamaan, gigi permanen pun siap menggantikannya.

Gigi susu pertama yang rontok biasanya dua gigi depan bawah dan dua gigi depan atas. Nantinya, akan diikuti oleh gigi seri samping, gigi molar pertama, gigi taring, dan gigi geraham kedua. Nah, gigi bayi ini biasanya akan tetap di tempatnya sampai didorong oleh gigi permanen yang akan tumbuh.

Kenapa gigi susu bisa tumbuh hingga dewasa?

Sebagian anak mengalami pertumbuhan gigi permanen yang tertunda. Akibatnya, gigi bayi yang seharusnya tanggal dan langsung digantikan oleh gigi permanen di belakangnya justru tidak mengalami hal ini. Kondisi ini disebut juga over-retained. Hal ini membuat gigi susu menyatu ke tulang rahang (ankylosis).

Saat gigi susu tidak tanggal sampai dewasa, hal ini membuat gigi permanen pada akhirnya tidak tumbuh dan justru mendorong akar gigi susu. Dikutip dari Medical Daily, ada sekitar 2,5 hingga 6,9 persen kasus yang terjadi di dunia. Biasanya, kondisi ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.

Selain itu, hal lain yang menyebabkan gigi susu tidak tanggal sampai dewasa yaitu karena trauma, infeksi, adanya penghalang di tempat tumbuhnya gigi atau ketidakselarasan gigi permanen di bawahnya. Berbagai hal ini membuat gigi permanen akhirnya tidak berkembang dan akar gigi bayinya tetap ada, tidak hilang atau tergantikan.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir asalkan rutin memeriksakannya ke dokter gigi. Dokter akan memberikan rekomendasi perawatan dan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah Anda.

Implan, solusi untuk menggantikan gigi susu yang tidak tanggal

Jika Anda termasuk yang memiliki gigi susu hingga dewasa, Anda perlu menggantinya dengan gigi implan. Pasalnya, gigi susu yang tetap ada hingga dewasa akan lepas pada usia sekitar 20-45 tahun. Akibatnya, ada kekosongan gigi di bagian tersebut. Hal ini karena gigi susu umumnya tidak bisa berfungsi dengan maksimal karena ukurannya yang cenderung lebih kecil dari gigi permanen.

Prosedur implan dilakukan dengan mengganti akar gigi menggunakan logam berbentuk seperti sekrup. Nantinya, dokter akan membuatkan gigi tiruan yang mirip dengan gigi asli baik tampilan maupun fungsinya. Dengan begitu, gigi Anda bisa berfungsi dengan baik layaknya gigi permanen pada umumnya.

Sebelum melakukan prosedur ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahlinya terlebih dahulu. Tanyakan pada dokter gigi Anda kira-kira apa tindakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Prosedur Implan Gigi, Apa Kelebihannya?

Anda bisa menggunakan perawatan gigi yang tanggal dengan melakukan implan gigi. Apa itu implan gigi? Apakah aman? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 7 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Gigi bungsu biasanya baru tumbuh belakangan. Bagaimana mengobati rasa sakit ketik gigi bungsu tumbuh? Perlukah operasi gigi bungsu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Gambar Anatomi Gigi, Jenis-Jenis Gigi, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Selain untuk mengunyah, gigi juga berperan untuk berbicara. Namun, tahukah Anda ada apa saja yang ada di dalam gigi? Simak gambar anatomi gigi di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Perhatikan Baik-Baik, Ini 3 Tanda Gigi Anda Sebentar Lagi Mau Copot!

Tergantung dari penyebab yang mendasarinya, berikut beberapa tanda atau gejala gigi mau copot yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 5 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi anak hitam

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bedah mulut

Berbagai Prosedur Bedah Mulut yang Perlu Diketahui, Kapan Perlu Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Aji Purwoko
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
gigi susu anak apakah akan tanggal semua

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cabut gigi

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit