Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gigi Anda Tumbuhnya Berantakan? Mungkin Ini Penyebabnya

Gigi Anda Tumbuhnya Berantakan? Mungkin Ini Penyebabnya

Gigi susu memang hanya sementara. Gigi ini adalah yang pertama muncul saat Anda bayi, dan kemudian akan tanggal dan diganti dengan gigi permanen. Namun, bukan berarti gigi susu tidak harus dijaga kesehatannya. Mungkin banyak orangtua menyepelekan gigi susu pada anaknya, tapi ini salah. Mengapa? Karena sebenarnya gigi susu dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen anak. Bagaimana bisa?

Bagaimana gigi susu dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen?

Gigi susu ternyata sangat penting bahkan dapat menentukan pertumbuhan gigi permanen anak. Gigi susu sebenarnya sudah ada dalam gusi bayi semenjak bayi lahir dan biasanya mulai muncul saat bayi berusia 6 bulan. Pada sekitar usia 3 tahun, umumnya anak sudah memiliki gigi susu yang lengkap, berjumlah 20 gigi. Terdiri dari empat gigi seri, dua gigi taring, dan empat gigi geraham di setiap rahang atas dan rahang bawah.

Pertumbuhan gigi permanen berkaitan dengan gigi susu. Saat gigi permanen sudah sepenuhnya berkembang, maka gigi permanen akan mulai muncul. Sehingga mendorong gigi susu untuk tanggal. Gigi permanen sebenarnya sudah berkembang dalam gusi dan hanya menunggu kapan waktu yang tepat untuk muncul dan mengganti gigi susu.

Gigi susu sangat menentukan ruang yang tersedia untuk gigi permanen tumbuh. Gigi susu yang tidak dirawat dapat membuat gigi permanen sulit untuk tumbuh dan bisa berantakan. Gigi susu yang tanggal lebih awal dapat membuat gigi permanen lebih bebas untuk tumbuh, sehingga dapat mengambil ruang gigi lain untuk tumbuh. Hal ini membuat gigi di sampingnya akan lebih sulit untuk menemukan ruang untuk tumbuh. Alhasil, gigi anak Anda mungkin akan berantakan dan tumbuh tumpang tindih.

Gigi susu yang berlubang atau rusak harus mendapat perhatian lebih. Saat gigi susu berlubang atau rusak, gigi susu tidak dapat membimbing gigi permanen untuk tumbuh di tempat yang tepat. Hasilnya, gigi permanen bisa tumbuh bertumpuk dan tidak rata. Gigi yang bertumpuk atau tidak rata ini kemudian akan lebih sulit untuk dibersihkan. Gigi susu yang berlubang juga dapat berpotensi menyebarkan infeksi ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, perawatan gigi mulai dari gigi susu sangat dibutuhkan. Dampaknya tidak hanya untuk sekarang, tapi untuk tahun-tahun selanjutnya. Rutinlah untuk membersihkan gigi sejak kecil, saat gigi susu sudah mulai tumbuh.

Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dari kecil?

Penting bagi Anda sebagai orangtua untuk memerhatikan kesehatan gigi anak sejak gigi susunya mulai tumbuh. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak adalah:

  • Beberapa hari pertama setelah bayi lahir, Anda dapat mulai membersihkan mulut bayi. Caranya? Anda bisa menyeka gusi bayi dengan kain bersih. Saat gigi pertama bayi mulai muncul di sekitar usia 6 bulan, Anda bisa dengan rutin membersihkan gigi bayi setiap setelah bayi menyusu. Caranya sama, yaitu dengan menyeka gigi susu bayi dengan kain bersih. Gigi susu bayi yang baru muncul sudah bisa mengalami kerusakan. Untuk itu, Anda harus selalu menjaga kesehatan gigi bayi.
  • Saat anak sudah mulai besar (kira-kira usia 3 tahun), Anda mulai bisa mengajarkan anak untuk menyikat gigi dengan sikat gigi dan pasta gigi. Namun, awasi pemakaian pasta gigi anak, jangan sampai berlebihan dan jangan sampai ditelan. Sikat gigi setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pagi hari dan sebelum tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mouth Healthy. Baby Teeth – American Dental Association. [online] Available at: http://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/baby-teeth [Accessed 10 Feb. 2017].

Lori. (2013). Do Baby Teeth Affect Permanent Teeth?. [online] Available at: https://jedkeslerdds.com/do-baby-teeth-affect-permanent-teeth/ [Accessed 10 Feb. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 20/06/2019
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x