6 Penyebab Nyeri Rahang yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 September 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nyeri rahang bisa memengaruhi kemampuan Anda untuk makan dan berbicara, bahkan untuk tertawa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa arti dari nyeri rahang Anda untuk bisa menemukan cara mengatasinya.

Penyebab nyeri rahang yang paling umum

Sebagian besar nyeri rahang disebabkan oleh kelainan atau cedera pada sendi rahang Anda, terutama pada persendian temporomandibular (TMJ). TMJ adalah sebuah set sendi dan otot rahang yang bekerja untuk membuka dan menutup mulut saat Anda mengunyah, berbicara, atau menelan. Persendian ini juga mengendalikan rahang bawah saat bergerak ke depan, ke belakang, dan menyamping.

Nyeri yang diakibatkan oleh gangguan pada persendian TMJ biasanya dipicu oleh kebiasaan mengemeretakkan gigi saat sedang tidur atau stres, arthritis, hingga trauma benturan pada rahang, kepala, atau leher. Nyeri juga bisa dikarenakan adanya luka pada sendi rahang dan penggunaan yang berulang. Tanda-tanda dan gejala dari gangguan TMJ dapat meliputi:

  • Nyeri pada rahang
  • Rasa sakit pada bagian dalam dan sekitar telinga
  • Kesulitan atau rasa tidak nyaman saat mengunyah
  • Nyeri pada wajah
  • Terkuncinya sendi, menyebabkan mulut sulit membuka dan menutup

Penyebab nyeri rahang lainnya

Jika gangguan TMJ bukanlah yang menyebabkan nyeri rahan Anda, beberapa kondisi di bawah ini juga dapat menyebabkan nyeri pada rahang dan area sekitarnya.

Masalah gigi

Gangguan pada kesehatan gigi berupa penyakit gusi, gigi berlubang, celah gigi, gigi rusak, distorsi gigi, dan gigi tidak rata juga dapat menyebabkan nyeri rahang.

Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling menyakitkan. Rasa sakit yang disebabkan sakit kepala cluster biasanya tetap, kuat, dan tidak berdenyut yang terasa jauh di dalam kepala atau di sekitar mata pada satu sisi kepala. Rasa sakit sering pindah ke bagian dahi, pelipis, dan pipi serta menyebar ke rahang.

Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada jaringan sinus di dekat sendi rahang. Sinus yang normal dilapisi dengan lapisan lendir tipis yang dapat menangkap debu, kuman, atau partikel lain dari udara. Ketika sinus tersumbat, kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi. Peradangan pada sinus bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Sinus yang terinfeksi menyebabkan tekanan pada sendi rahang dan menyebabkan rasa sakit di area tersebut.

Serangan jantung

Serangan jantung dapat menyebabkan nyeri rahang, yang umumnya disertai dengan timbulnya rasa sakit di daerah tubuh atas seperti di dada, lengan, punggung, hingga leher. Khususnya pada wanita, nyeri rahang tanda serangan jantung mungkin muncul di sisi kiri wajah saat serangan jantung terjadi. Segera hubungi nomor darurat 118 untuk mendapatkan bantuan medis secepatnya begitu Anda mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, berkeringat, mual, dan merasa akan pingsan.

Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi bakteri pada tulang, sumsum tulang, dan jaringan lunak di sekitar tulang. Bakteri masuk ke tulang melalui aliran darah setelah patah tulang, bisul, atau rusaknya kulit, infeksi telinga bagian tengah, pneumonia, atau infeksi lainnya. Osteomielitis terjadi dengan cepat dan sangat terasa sakit, atau dapat terjadi secara perlahan dan menyebabkan sedikit rasa sakit.

Neuralgia trigeminal

Neuralgia trigeminal atau nyeri wajah adalah kondisi kelainan pada saraf trigeminal di dekat pelipis yang dapat menyebabkan rasa sakit pada rahang. Namun demikian, kondisi ini termasuk jarang terjadi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gambar Anatomi Gigi, Jenis-Jenis Gigi, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Selain untuk mengunyah, gigi juga berperan untuk berbicara. Namun, tahukah Anda ada apa saja yang ada di dalam gigi? Simak gambar anatomi gigi di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Bersin dan pilek akibat sinus yang kambuh dapat menyulitkan Anda beraktivitas, tapi Anda bisa mencegah sinusitis dengan beberapa perubahan gaya hidup mudah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

Untuk senyuman yang indah dan sehat, kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga dengan baik. Hindari sakit gigi, dimulai dengan kebiasaan baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Mencegah asam penyebab gigi berlubang di mulut dapat membantu menjaga kesehatan mulut selama pandemi. Simak tips mudahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asam penyebab gigi berlubang di mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kebersihan mulut

Hati-hati, Malas Bersihkan Mulut Bisa Munculkan Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
sakit gigi atau gigi sakit

Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit