5 Penyebab Gigi Anak Rusak dan Tips Perawatannya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/05/2020
Bagikan sekarang

Apakah gigi anak Anda tampak menguning, keropos dan nampak bercak kecoklatan, atau justru berlubang? Hati-hati. Ini bisa menjadi tanda anak Anda mengalami masalah gigi. Masalah gigi pada anak umumnya terjadi karena anak-anak doyan makanan manis tapi belum terbiasa menyikat gigi secara teratur. Simak apa saja penyebab gigi anak rusak serta perawatan yang bisa dilakukan.

Penyebab gigi anak rusak

Masalah pada gigi tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Anak-anak justru lebih rentan mengalaminya. Dikutip dari Absolute Dental, ada baiknya orangtua tetap menjaga kesehatan gigi anak agar tetap terjaga dan terawat. Berikut merupakan beberapa penyebab masalah kerusakan pada gigi anak Anda.

1. Gigi gigis akibat minum susu dari botol dot

Gigi gigis adalah pembusukan gigi anak karena terus-menerus minum susu dengan botol  dot. Apalagi bila dilakukannya sambil tidur, ini akan membuat gigi cepat rusak.

Minum susu dari botol dalam posisi tidur mungkin nyaman untuk bayi. Tapi, hati-hati jika hal ini dilakukan selama berjam-jam, dapat membahayakan gigi bayi. Ketika susu menempel atau menggenang di sekitar gigi dalam waktu yang cukup lama, ini bisa membuat gigi rentan terhadap bakteri dan asam.

Susu mengandung gula yang merupakan makanan bagi bakteri. Jika gula susu menempel pada gigi, ini artinya memberikan makanan untuk bakteri berkembang biak di gigi sehingga gigi menjadi berlubang.

Gigi depan atas si anak adalah yang paling rentan rusak karenanya. Perhatikan jika gigi depan anak Anda terdapat tanda-tanda rusak, seperti ada bintik putih atau kuning pada gigi. Sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter gigi.

Jika tidak diobati, penyebab gigi rusak ini dapat mengakibatkan rasa sakit dan membuat anak sulit mengunyah makanan.

Orangtua dapat membantu anak mengatur waktu khusus untuk minum susu setiap hari karena menggunakan dari botol sepanjang hari bisa merusak gigi susu.

Jika anak sudah beranjak besar, tidak ada salahnya untuk mengajarinya minum susu dengan gelas. Ini akan lebih baik untuk melatih keterampilan motorik dan koordinasi anak.

2. Gigi berlubang atau karies gigi

Gigi berlubang terjadi saat bakteri menggerogoti enamel gigi sehingga menyebabkan pembusukan dan akhirnya gigi berlubang. Makanan yang tersisa di gigi dan tidak dibersihkan bisa memicu timbulnya masalah ini.

Hal ini dikarenakan makanan yang menempel pada gigi tersebut pada akhirnya menjadi makanan untuk bakteri berkembang biak. Asam kemudian mengumpul pada gigi, terjadi pelunakan enamel pada gigi, dan akhirnya gigi menjadi berlubang.

Lubang ini akan menjadi lebih besar jika tidak segera diobati. Jika dibiarkan, lubang pada gigi susu anak dapat berpindah ke gigi permanen anak.

Gigi susu menentukan ruang untuk tumbuhnya gigi permanen. Jika gigi susu rusak, mereka tidak dapat membantu gigi permanen untuk tumbuh di posisi yang tepat. Hal ini bisa menyebabkan gigi bertumpuk atau miring.

Gigi berlubang dapat menyebabkan gusi bengkak dan dapat menyebabkan kemungkinan infeksi menyebar ke tempat lainnya. Penyebab gigi pada anak menjadi rusak ini pun ditandai dengan bintik putih atau kekuningan pada gigi.

3. Gingivitis (peradangan gusi)

Banyak anak juga mengalami masalah gigi yang bernama gingivitis. Gingivitis adalah tahap pertama dari penyakit gusi.

Penyebab dari gigi anak yang rusak ini adalah karena anak sering makan makanan ringan, seperti coklat dan permen, serta diperparah dengan kebiasaan buruk menggosok gigi.

Lalu, penyebab lain dari gingivitis adalah terlalu banyak plak pada gigi. Hal ini membuat bakteri menempel pada gigi dan berkembang biak diikuti dengan tidak terbiasa menyikat gigi secara teratur.

Jika gusi anak bengkak, meradang, atau berdarah setelah menyikat gigi, sebaiknya segera periksakan ke dokter karena ditakutkan anak Anda menderita gingivitis.

4. Terlalu lama menghisap jempol

Menghisap jempol  atau dot adalah aktivitas yang normal untuk bayi dan juga balita. Hal ini merupakan salah satu cara yang memberikan perasaan tenang, aman, dan juga nyaman.

Namun, sebaiknya apabila anak sudah berumur 5 tahun, hindari kebiasaan ini karena nisa menjadi penyebab gigi pada anak rusak.

Frekuensi menghisap jempol atau dot yang terlalu lama bisa membuat gigi bagian atas menjadi keluar jalur. Ini bisa membuat anak jadi lebih sulit menggigit atau mengunyah. Lalu, kondisi ini pun juga bisa membuat rahang atas juga bawah menjadi tidak sejajar.

5. Gigi yang lebih sensitif

Apabila anak punya gigi sensitif, ia bisa merasa tidak nyaman atau terganggu. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gigi anak yang rusak ini, seperti:

Cara merawat gigi anak agar tidak cepat rusak

Perawatan gigi anak sebaiknya dimulai sebelum gigi pertamanya muncul. Walaupun gigi belum terlihat, namun bukan berarti gigi anak Anda belum ada.

Sebenarnya gigi sudah mulai terbentuk di trimester kedua kehamilan. Saat lahir, bayi akan Anda memiliki 20 gigi utama, yang masih sepenuhnya berkembang di rahang.

Berikut ini merupakan cara untuk merawat gigi anak agar tidak cepat rusak dari mereka kecil.

  • Setelah gigi anak muncul, sebaiknya Anda sudah menyikat giginya dengan lembut. Anda bisa lakukan dengan sikat gigi bayi dan air.
  • Saat anak sudah beranjak besar dan mulai mengerti cara menyikat gigi, sekitar usia 2 tahun, Anda bisa mengajarkan anak untuk meludahkan busa yang muncul saat menyikat gigi. Hindari anak menelan pasta gigi.
  • Sekitar usia 3 tahun, Anda bisa memberikannya pasta gigi fluoride sebesar biji kacang. Pastikan anak dapat cukup fluoride untuk melindungi gigi anak dari asam. Jangan terlalu banyak juga kandungan fluoride dalam pasta gigi anak karena tidak baik untuk kesehatan gigi.
  • Biasakan anak untuk selalu menyikat giginya dua kali sehari secara teratur, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Hal ini bisa mencegah terjadinya gigi anak menjadi rusak. Lalu, jangan lupa untuk selalu awasi anak Anda ketika menyikat gigi sendiri, terutama pada mereka yang berusia kurang dari 6 tahun.
  • Batasi makan makanan manis karena dapat mengikis enamel dan menyebabkan gigi anak berlubang. Biasakan pula untuk selalu menyikat gigi setelah makan makanan manis agar gula pada makanan tidak menempel di gigi dan gigi berlubang dapat dihindari.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Gigi yang berlubang jangan dibiarkan begitu saja. Cepat redakan sakit nyut-nyutan Anda dengan beragam pilihan obat untuk gigi berlubang ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Puasa saat sakit gigi? Jangan khawatir! pasalnya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi saat puasa tanpa harus menelan obat!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 05/05/2020

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
gejala sakit gigi

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
mencegah gigi ngilu

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020