Orang yang Punya Rematik Berisiko Tinggi Terkena Penyakit Gusi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/01/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Bila Anda memiliki penyakit rematik, menjaga kebersihan mulut perlu Anda lakukan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pasien rematik memiliki risiko penyakit gusi lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki penyakit rematik. Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini.

Penyakit gusi berisiko tinggi terjadi pada pasien rematik

Dilansir dari WebMD, sebuah penelitian melakukan perbandingan gusi dan gigi dari 91 pasien rematik dan 93 orang tidak rematik. Pesertanya sebagian besar adalah wanita berusia awal 40 tahun, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi obat rematik. Hasilnya, 65 persen orang dengan rematik memiliki penyakit gusi sedangkan hanya 28 persen orang tanpa rematik yang mengalami penyakit gusi.

Penyakit gusi dengan rematik sama-sama menyebabkan peradangan. Peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon dan melindungi tubuh dari bakteri dan virus. Antibodi yang menjaga mulut dan bagian tubuh lainnya dari peradangan (ACPA) lebih tinggi pada orang dengan rematik.

Tingkat ACPA pada orang yang memiliki rematik sering kali tidak stabil, sebab sistem imunnya sering keliru mendeteksi adanya virus atau bakteri sehingga menyebabkan peradangan. Pemicu tingginya ACPA juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan bakteri porphyromonas gingivalis, aggregatibacter actinomycetemcomitans, dan virus epstein-barr (EBV).

Penyakit gusi yang bisa terjadi akibat adanya rematik adalah sindrom sicca atau sindrom Sjorgen, yaitu penyakit autoimun kelenjar yang menyebabkan mulut kering dan kerusakan gigi serta periodontitis, yaitu penyakit yang menyebabkan terbentuknya kantung pada gusi yang dipenuhi oleh bakteri dan menyebabkan gigi terlepas dari gusinya.

Penyakit gusi juga bisa memperparah rematik

Dilansir dari Live Science, peneliti dari Case Western Reverse University di Cleveland mengamati pelepasan dan DNA bakteri dalam mulut yang memasuki aliran darah dan akhirnya menetap di cairan sinoval (cairan yang terdapat pada tempurung lutut). “Bakteri ini menyebabkan radang sendi semakin parah dan melemah”, kata pemimpin studi Nabil Bissada, ketua departemen periodontik di Case Western School of Dental Medicine.

pasien rematik 1

Jadi pasien rematik memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit gusi. Bila penyakit gusi terjadi akibat pasien rematik tidak menjaga kebersihan mulutnya, kemungkinan besar rematik akan semakin parah.

Yang perlu diperhatikan:

Dilansir dari Everyday Health, penelitian dilakukan di Case Western University menyimpulkan bahwa mengobati penyakit rematik bisa dilakukan menjaga kesehatan gusi. Kesehatan gusi yang baik dapat mengurangi gejala dan keparahan dari penyakit rematik.

Kesehatan mulut yang tidak dijaga membuat pasien rematik rentan salah satu penyakit gusi, yaitu periodontitis. Bila semakin parah, periodontitis bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Ini disebabkan oleh penumpukan bakteri penyebab periodontitis yang menyebar ke dalam darah yang juga bersirkulasi ke jantung.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk menjaga kebersihan mulut, seperti:

  • Rutin sikat gigi, misalnya pada pagi dan malam hari, tepatnya sehabis makan dan sebelum tidur. Gunakan pasta gigi yang mengandung flouride dan sikat gigi yang lembut. Perhatikan teknik menyikat gigi, pastikan semua sela gigi dibersihkan termasuk lidah, teknik menyikat gigi yang benar menghindari Anda dari luka pada mulut.
  • Anda bisa melakukan flossing (membersihkan gigi dan mulut dengan benang gigi).
  • Perbanyak minum air yang dapat membantu membawa sisa-sisa makanan pada sela gigi.
  • Berhenti merokok.
  • Rutin pergi dokter, bukan hanya untuk mengobati rematik, Anda juga perlu memeriksakan kesehatan gigi dan mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 mins read

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
obat radang sendi terbaru

Diklaim Ampuh, Ini Obat Radang Sendi Terbaru Temuan Ilmuwan Inggris

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 4 mins read