4 Komplikasi Penyakit yang Mungkin Terjadi Jika Infeksi Gusi Tak Kunjung Diobati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/09/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Infeksi gusi sering kali diabaikan. Apalagi kalau gejalanya hanya sekadar sensasi nyut-nyutan dan bengkak. Padahal, radang gusi yang sudah parah berisiko menyebabkan penyakit kronis di bagian tubuh lainnya yang mungkin saja berujung fatal. Berikut penjelasannya.

Komplikasi penyakit yang mungkin muncul akibat infeksi gusi

Infeksi gusi kronis alias periodontitis pada awalnya dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Komplikasi yang paling umum adalah gusi bengkak bernanah, gusi surut, hingga gigi copot sendiri. Jika dibiarkan terus berlanjut tanpa diobati, masuknya bakteri ke jaringan dalam gusi dapat menyerang organ dalam tubuh lainnya. Beberapa komplikasi penyakit akibat infeksi gusi yang dapat terjadi adalah:

1. Gingivitis ulseratif akut nekrosis (ANUG)

gejala penyakit gusi

Gingivitis ulseratif akut kronis (ANUG) adalah salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal. ANUG berisiko tinggi terjadi pada orang yang sudah terlanjur mengalami infeksi gusi tapi tetap jarang menggosok gigi dan mengabaikan pola hidup sehat.

Gejalanya pun tentu lebih parah daripada penyakit gusi biasa, yaitu:

  • Gusi surut hingga menyebabkan gigi tampak lebih panjang dari sebelumnya; akar gigi terlihat jelas.
  • Luka terbuka permanen pada gusi (ulkus).
  • Gigi goyang hingga patah.
  • Bau mulut (halitosis)
  • Gusi berdarah.

2. Penyakit jantung dan stroke

sakit dada ciri penyakit jantung

Infeksi periodontitis meningkatkan risiko Anda hingga 3 kali lipat terkena serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lainnya. Dr. Hatice Hasturk, seorang dokter gigi dari Forsyth Institute, mengungkapkan bahwa risiko ini disebabkan oleh timbunan plak yang dapat masuk ke pembuluh darah dalam gusi lewat lubang pada gigi.

Plak gigi biasanya terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat sisa makanan lainnya. Plak tersebut bisa lepas dari gigi atau gusi dan kemudian mengalir pembuluh darah arteri dan menyumbatnya. Kondisi penyumbatan pembuluh darah ini disebut dengan aterosklerosis, penyebab paling utama penyakit jantung koroner. Semakin parah penyakit gusi, maka semakin tinggi pula risiko penyakit jantung dan stroke yang dapat terjadi.

3. Pneumonia

pneumonia dan bronkitis

Dikutip dari Telegraph, Dental Health Foundation melaporkan bahwa salah satu komplikasi penyakit dari infeksi gusi yang harus diwaspadai adalah infeksi paru atau pneumonia.

Mekanismenya sama seperti risiko penyakit jantung di atas. Bakteri dalam gusi bisa mengalir dalam pembuluh darah dan sampai ke paru hingga menginfeksinya. Saat bernapas lewat mulut, bakteri jahat penyebab periodontitis juga dapat terhirup masuk ke tenggorokan hingga paru.

Jika Anda mengalami gusi bengkak dan berdarah yang tak kunjung sembuh, maka segera konsultasikan ke dokter gigi terdekat. Terlebih bila Anda mulai merasakan gejala pneumonia seperti batuk terus-terusan, demam, susah bernapas, hingga dada sakit. Segera periksakan diri Anda ke dokter umum terdekat.

4. Komplikasi pada kehamilan

resusitasi bayi

Ibu hamil yang terkena infeksi gusi tapi tidak mengobatinya sampai tuntas berisiko memicu berbagai komplikasi pada kehamilannya. Apalagi jika Anda malah menunggu-nunggu sampai gejalanya bertambah dulu baru berobat.

Komplikasi akibat infeksi gusi yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR). Lagi-lagi, hal ini disebabkan oleh masuknya bakteri penyebab radang gusi ke dalam aliran darah hingga mencapai tubuh janin dalam kandungan lewat plasenta.

Itulah kenapa sangat penting untuk periksa gigi sebelum hamil demi menjaga kesehatan calon janin Anda nantinya. Lebih cepat, tentu akan lebih baik.

Kuncinya, jaga kebersihan mulut dan gigi setiap hari

Semua risiko di atas dapat dihindari dengan rutin menggosok gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, mengurangi makan makanan manis, dan rutin memeriksakan gigi ke dokter.

Jika Anda terlanjur mengalami gejala-gejala infeksi gusi, cepat periksakan ke dokter gigi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gabung Mama Sigi dan Pepo Dalam Misi Memberantas Masalah Gigi

Kesehatan gigi dan mulut akan menunjang tumbuh kembang anak secara umum. Ini beberapa kebiasaan yang harus ortu tanamkan agar gigi anak tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 29/10/2019 . Waktu baca 5 menit

Ciptakan Momen Sikat Gigi yang Seru di Malam Hari

Mengajarkan anak rajin menyikat gigi memang sulit. Sebagai orangtua, Anda harus pintar-pintar menciptakan momen seru sikat gigi bersama anak di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 07/10/2019 . Waktu baca 5 menit

Panduan Melakukan Flossing Gigi yang Baik dan Benar

Selain menyikat gigi, Anda juga perlu flossing gigi secara teratur. Supaya hasilnya optimal, simak panduan cara flossing gigi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 03/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Jangan biarkan gigi ngilu menghambat aktivitas sehari-hari Anda. Atasi gigi ngilu dengan berbagai obat medis dan ala rumahan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/09/2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daun eucalyptus dan ekstrak minyak eukaliptus yang berguna untuk usir bau mulut dan kesehatan gigi dan mulut

Manfaat Eucalyptus untuk Usir Bau Mulut saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020 . Waktu baca 4 menit
radang gusi menyebabkan BBLR

Radang Gusi Saat Hamil Tidak Diobati, Benarkah Meningkatkan Risiko BBLR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab gusi turun

Kenali 5 Kondisi yang Paling Sering Menyebabkan Gusi Turun

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak cengkeh untuk sakit gigi

Bagaimana Minyak Cengkeh Mengobati Sakit Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 02/11/2019 . Waktu baca 4 menit