backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

Gigi Copot Saat Remaja, Apakah Bisa Tumbuh Lagi?

Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya · Gigi · Lumina Aesthetics Clinic


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 28/10/2022

Gigi Copot Saat Remaja, Apakah Bisa Tumbuh Lagi?

Gigi copot atau gigi yang tanggal dari gusi umumnya terjadi pada masa anak-anak. Namun, remaja dan orang dewasa juga bisa mengalami gigi copot, baik karena lepas dengan sendirinya atau penyebab lainnya. Gigi yang copot pada masa kanak-kanak akan langsung digantikan dengan gigi baru. Namun, bagaimana dengan remaja? Apakah gigi yang copot saat remaja bisa tumbuh lagi?

Kenali dulu soal gigi susu dan gigi permanen

Manusia pada umumnya akan mengalami dua kali masa pertumbuhan gigi. Awalnya, gigi susu atau gigi primer mulai tumbuh saat bayi berusia sekitar 6 bulan hingga 2 sampai 3 tahun.

Saat menginjak usia 3 tahun, anak-anak rata-rata memiliki 20 gigi susu pada rahangnya. Gigi susu akan copot secara bertahap dan kemudian digantikan oleh gigi permanen, dimulai dari usia 5 sampai 6 tahun dan selesai pada masa remaja awal.

Selanjutnya, terjadilah pertumbuhan gigi permanen atau gigi sekunder yang menggantikan gigi susu.

Pada pergantian ini, rahang akan dipenuhi dengan campuran antara gigi susu dan gigi permanen. Gigi permanen biasanya sudah menggantikan gigi susu secara keseluruhan pada usia 12 sampai 13 tahun. 

Gigi susu yang copot akan digantikan dengan gigi permanen dalam waktu satu minggu hingga enam bulan. Namun, jika gigi tanggal akibat patah atau pembusukan, gigi permanen akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk tumbuh. 

Penyebab gigi copot pada remaja dan dewasa

solusi gigi ompong di usia muda

Terkadang, gigi juga bisa copot saat Anda telah memasuki usia remaja dan dewasa. Berikut adalah beberapa penyebabnya.

1. Trauma gigi

Gigi tanggal dapat disebabkan oleh pukulan keras pada kepala atau langsung pada bagian gigi. Beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari juga dapat memicu gigi copot, misalnya membuka botol atau merobek bungkus makanan dengan gigi.

Gigi Anda bukan dirancang untuk melakukan hal-hal tersebut. Maka, baiknya hindari kebiasaan ini demi menjaga kesehatan gigi dan mulut.

2. Penyakit gusi (periodontitis)

Penyakit gusi merupakan penyakit lanjutan dari gingivitis yang ditandai dengan infeksi pada gusi, tulang rahang, dan jaringan penghubung antara gigi dan gusi. Periodontitis dapat menyebabkan gigi Anda merenggang atau tanggal.

3. Penyakit lainnya

Selain penyakit gusi, beberapa penyakit kronis seperti diabetes, kanker, osteomielitis, dan penyakit autoimun dapat mengakibatkan orang dewasa mengalami gigi copot pada usia dini.

Jika saat remaja Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan penyakit yang menyertainya

Apakah gigi yang copot saat remaja bisa tumbuh lagi?

gigi anak tumbuh tidak beraturan

Kemungkinan bisa atau tidaknya gigi tumbuh kembali tergantung pada jenis gigi yang tanggal, apakah termasuk gigi susu atau gigi permanen.

Bila gigi yang copot adalah gigi susu, kemungkinan gigi akan digantikan oleh pertumbuhan gigi permanen. Namun, gigi susu sangat jarang bertahan hingga usia 17 tahun.

Tiga gigi dari tengah ke kanan dan ke kiri umumnya akan copot pada usia 6–12 tahun. Gigi seri tengah akan copot pada usia 6–7 tahun, gigi seri samping akan copot pada usia 7–8 tahun, dan gigi taring pada usia 10–12 tahun.

Sementara itu, gigi geraham biasanya akan copot pada usia 9–12 tahun. Setelah semua gigi susu copot, struktur gigi anak akan digantikan seluruhnya oleh gigi permanen.

Apabila gigi yang tanggal adalah gigi permanen, kemungkinan tidak ada lagi benih gigi yang tersedia untuk menggantikannya.

Meski demikian, ada pula orang-orang yang memiliki gigi susu yang menetap dan belum pernah tanggal hingga usia remaja atau bahkan dewasa.

Jika di balik gigi susu masih terdapat benih gigi permanen yang belum tumbuh, kemungkinan dapat terjadi pertumbuhan gigi.

Ada pula beberapa orang yang memang tidak memiliki benih pertumbuhan gigi sehingga jumlah giginya lebih sedikit daripada orang lain.

Jadi, untuk lebih jelasnya, tanyakan pada dokter gigi dan lakukan rontgen gigi. Bila pada akhirnya tidak ada benih gigi, Anda harus menempuh cara lain jika memang benar-benar ingin mengganti gigi tersebut. 

Salah satu cara menggantikan gigi yang ompong yakni dengan melakukan implan gigi. Jika Anda tertarik menjalani tindakan ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter gigi kepercayaan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drg. Farah Nadiya

Gigi · Lumina Aesthetics Clinic


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 28/10/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan