Kapan Anak Boleh Pakai Obat Kumur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penggunaan mouthwash alias obat kumur untuk orang dewasa mungkin terdengar hal yang wajar. Namun, apa jadinya kalau anak dikenalkan obat kumur sejak dini? Faktanya, obat kumur justru perlu dikenalkan sejak dini untuk anak. Ya, obat kumur untuk anak diperlukan untuk mencegah pembentukan plak di gusi dan gigi, serta mengurangi pertumbuhan kuman berbahaya di rongga mulut. Pasalnya, plak dan bakteri yang menumpuk di rongga mulut bisa menyebabkan penyakit gusi, yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan gigi.

Simak tips-tips mengenalkan obat kumur untuk anak yang benar dalam artikel ini.

Sejak kapan anak boleh pakai obat kumur?

American Dental Association, yaitu persatuan dokter gigi di Amerika Serikat merekomendasikan penggunaan obat kumur untuk anak ketika usianya sudah menginjak 6 tahun. Anjuran ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, anak usia 6 tahun umumnya sudah memiliki refleks untuk meludah, sehingga risiko mereka menelan obat kumur pun lebih rendah.

Drg. Sri Angky Soekanto, Ph.D., PBO, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pun menyatakan hal serupa. Ketika ditemui oleh tim Hello Sehat pada Jumat (9/11), drg. Sri Angky menjelaskan bahwa sebenarnya pada usia 6 tahun, gigi geraham permanen biasanya akan mulai tumbuh.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak menjaga kebersihan gigi gerahamnya dengan baik karena mereka tidak mengetahui bahwa giginya tersebut sudah tumbuh sejak usia 6 tahun. Akibatnya, gigi geraham permanen rentan mengalami kerusakan. Padahal, gigi geraham permanen yang sudah rusak sejak kecil sampai dewasa tidak akan tumbuh lagi.

“Oleh karena itu, sebelum anak sebelum usia 6 tahun, harusnya mereka diajarkan kebiasaan baik. Termasuk berkumur. Jadi, begitu anak sudah bisa berkumur dan meludah, maka anak sudah bisa diajarkan berkumur pakai obat kumur,” papar drg. Sri Angky, yang juga menjabat sebagai ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia (KDGI).

Bagaimana cara mengajarkan anak pakai obat kumur?

obat kumur

Mengajarkan ilmu dan kebiasaan baru untuk anak memang tidak mudah. Anda dituntut ekstra sabar dalam menghadapi perilaku anak yang cenderung berubah-ubah dan sulit ditebak. Meski begitu, jangan jadikan hal tersebut sebagai halangan untuk mengajari si kecil kebiasaan sehat sejak dini.

Drg. Sri Angky berbagi tips mengenalkan obat kumur untuk anak. Pada dasarnya, cara pakai obat kumur untuk anak sama dengan yang digunakan pada orang dewasa. Bedanya, orangtua harus memastikan bahwa si kecil sudah mampu untuk berkumur dan meludah.

“Suruh anak belajar berkumur dengan air biasa terlebih dahulu, baru pakai obat kumur,” terang drg. Sri Angky.

Ya, langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk mengenalkan anak dengan obat kumur adalah dengan menyuruhnya rutin berkumur dengan air matang. Untuk memastikan anak Anda benar-benar mampu untuk berkumur dan meludah sendiri, Anda bisa menempatkan air dalam sebuah wadah yang sudah diberi tanda batas atau pakai gelas takar kecil yang biasa digunakan untuk minum obat.

Sumber: Etsy

Setelah itu, mintalah anak untuk berkumur-kumur ke kanan, ke kiri, dan sambil mendongak ke atas (tapi jangan ditelan). Kemudian buang ke gelas takarnya lagi, jangan ke wastafel atau lantai kamar mandi. Jika setelah meludah batas air dalam wadah tidak berubah, itu artinya anak Anda sudah mulai bisa diajarkan pakai obat kumur. Sementara jika batas air dalam wadah mengalami perubahan, maka anak perlu belajar lebih sering sampai cara berkumurnya sudah baik.

Mouthwash tidak dapat menggantikan sikat gigi

mengajari anak gosok gigi

Obat kumur untuk anak-anak umumnya bersifat terapi, yang berfungsi untuk membantu mencegah gigi berlubang. Biasanya obat kumur untuk anak-anak bebas alkohol, memiliki kemasan menarik, serta punya banyak pilihan rasa yang disukai anak-anak yaitu manis.

Selain itu, obat kumur anak-anak juga biasanya mengandung flouride. Flouride sangat diperlukan untuk proses remineralisasi di masa pergantian gigi susu ke gigi permanen. Pasalnya, gigi permanen yang kekurangan flouride lebih mudah rapuh dan berlubang.

Idealnya, obat kumur digunakan dua kali sehari setelah sikat gigi. Namun, penting untuk dipahami bahwa obat kumur tidak dapat menggantikan peran menyikat gigi. Artinya, meski anak sudah dibiasakan kumur pakai mouthwash, anak juga harus diajarkan untuk tetap rutin menggosok giginya dua kali sehari.

Penggunaan obat kumur secara terus menerus dan berkelanjutan mungkin tidak begitu diperlukan, apabila kebiasaan menyikat gigi dengan cara yang tepat sudah konsisten dilakukan sejak dini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca