home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Semua Orang Akan Tumbuh Gigi Bungsu? Simak 5 Faktanya Berikut Ini

Semua Orang Akan Tumbuh Gigi Bungsu? Simak 5 Faktanya Berikut Ini

Pernahkah Anda merasakan sakit karena ada gigi tumbuh pada bagian geraham belakang, padahal Anda sudah memasuki usia dewasa? Nah, bisa jadi gigi bungsu Anda mungkin baru saja tubuh. Sakit gigi bungsu umumnya menjadi alasan banyak kalangan orang dewasa berkunjung ke dokter gigi. Lantas, apa sajakah fakta menarik seputar gigi bungsu?

Berbagai fakta gigi bungsu yang perlu Anda ketahui

Kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui bahwa gigi bungsu akan membawa masalah ketika tumbuh. Padahal, ada beberapa fakta tentang gigi bungsu yang penting untuk Anda ketahui seperti berikut ini.

1. Gigi bungsu tumbuh menjelang usia dewasa

gigi bungsu tumbuh

Rongga mulut akan mengalami banyak perubahan seiring bertambahnya usia, termasuk gigi Anda. Gigi bungsu atau gigi geraham ketiga merupakan empat buah gigi yang masing-masing terletak pada bagian rahang atas dan bawah bagian belakang, yang munculnya paling akhir ketika seseorang memasuki usia dewasa.

Menurut American Dental Association, proses pembentukan benih gigi bungsu umumnya berlangsung sebelum seseorang usia 12 tahun. Selanjutnya, kemunculan gigi geraham ketiga ini biasanya terjadi antara usia 17 hingga 21 tahun. Bahkan pada beberapa orang hal ini bisa terjadi saat mereka memasuki usia 30 tahun.

Hal itulah yang menjadikan gigi bungsu Anda biasanya muncul terakhir, daripada gigi-gigi yang lain. Periode kemunculan gigi yang terjadi ketiga seseorang menjelang usia dewasa inilah yang kemudian menyebabkan gigi ini juga terkenal dengan sebutan wisdom teeth.

2. Tidak semua orang menyadari gigi bungsu tumbuh

Hanya beberapa orang yang merasakan rasa sakit saat gigi bungsu, sehingga tidak semua orang bisa menyadari pertumbuhannya. Gangguan kemunculan gigi atau impaksi gigi bungsu sebenarnya bisa juga terjadi pada gigi-gigi lain, tetapi frekuensi tertinggi ditemukan pada gigi bungsu. Bahkan, 90 persen orang memiliki setidaknya satu gigi bungsu yang impaksi.

Pertumbuhan rahang biasanya selesai ketika Anda memasuki usia dewasa, sehingga tidak lagi terdapat tempat yang cukup untuk gigi bungsu tumbuh. Alhasil, pertumbuhan gigi bungsu jadi kurang sempurna, terlebih jika posisi atau arah tumbuhnya salah. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit saat kemunculan gigi bungsu.

Gigi bungsu sebenarnya bisa tumbuh normal ke dalam rongga mulut tanpa halangan, apabila benih gigi terbentuk dengan posisi yang baik dan lengkungan rahang cukup menampung gigi bungsu. Hal ini tidak menimbulkan rasa sakit dan malah akan membantu aktivitas Anda, terutama untuk mengoyak dan mengunyah makanan yang cenderung keras.

3. Genetik dan makanan bisa memengaruhi gigi bungsu

Gigi bungsu berjumlah empat buah, namun hanya terdapat sekitar 25 persen orang yang memiliki gigi bungsu kurang dari jumlah normal tersebut. Faktanya pertumbuhan gigi bungsu umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti masalah genetik, jenis makanan yang dikonsumsi, dan benih gigi yang salah posisi.

  • Masalah genetik. Tidak munculnya gigi bungsu bisa terjadi karena seseorang punya lengkung rahang kecil, tetapi dengan ukuran gigi relatif lebih besar. Kondisi ini bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya.
  • Kebiasaan pola makanan. Diet mungkin juga bertanggung jawab atas pertumbuhan gigi bungsu Anda. Mengonsumsi makanan lunak kurang merangsang pertumbuhan dan perkembangan lengkung rahang, sementara makanan yang cenderung keras bisa membuat otot-otot dalam mulut beraktivitas dan tumbuh maksimal.
  • Benih gigi salah posisi. Posisi benih gigi yang salah bisa mengakibatkan kesalahan saat pertumbuhan gigi bungsu. Hal ini memengaruhi gigi-gigi lain, sehingga seringkali menimbulkan nyeri. Penanganan gigi bungsu yang bermasalah perlu Anda lakukan untuk menghindari komplikasi, seperti infeksi gigi dan kista gigi.

4. Hampir semua kasus gigi bungsu sakit harus dicabut

gigi bungsu harus dicabut

Pertumbuhan gigi bungsu miring umumnya menjadi alasan kenapa banyak orang melakukan kunjungan ke dokter gigi. Sebelum menentukan apakah gigi bungsu harus dicabut, dokter akan melakukan pemeriksaan gigi bungsu, serta gigi dan gusi di sekitarnya. Dokter juga memeriksa gigi bungsu dengan mengecek nodus limfa pada bagian leher, apakah ada pembengkakan atau tidak.

Rontgen gigi juga bisa dokter lakukan untuk mendiagnosis kondisi gigi bungsu. Prosedur ini bisa digunakan untuk memeriksa infeksi pada gigi bungsu, akar, atau jaringan di sekitarnya yang bisa disebabkan oleh karies gigi, perikoronitis, atau periodontitis.

Menurut American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons, hampir 85 persen pasien sakit gigi bungsu pada akhirnya harus menjalani operasi gigi bungsu. Prosedur cabut gigi bungsu membutuhkan teknik yang berbeda dan lebih rumit daripada cabut gigi biasa. Walaupun begitu, prosedur ini cenderung aman untuk menghindari komplikasi ke depannya.

5. Gigi bungsu mengandung sel punca (stem cells)

Walaupun lebih sering terkait dengan masalah rongga mulut, fakta gigi bungsu lainnya adalah di dalam gigi ini terdapat sel punca atau stem cells yang menurut sejumlah penelitian sangat bermanfaat bagi Anda dalam berbagai terapi pengobatan. Sel punca berpotensi dalam memperbaiki dan meregenerasi jaringan yang rusak akibat kondisi penyakit tertentu.

Sebuah studi dari University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences menemukan bahwa sel punca yang berasal dari gigi bungsu memiliki potensi untuk memperbaiki kornea mata yang terluka akibat infeksi atau cedera. Namun, para peneliti baru meneliti hal ini pada objek tikus sehingga manfaatnya untuk manusia perlu penelitian lebih lanjut

Bagaimana cara mencegah rasa sakit saat gigi bungsu muncul?

Anda bisa terlebih dulu mendeteksi keberadaan gigi bungsu dengan rutin melakukan konsultasi ke dokter gigi, sebelum memasuki periode kemunculan gigi bungsu. Dokter gigi mungkin akan melakukan rontgen gigi berkala untuk mengevaluasi posisi dan pertumbuhannya. Sehingga Anda bisa melakukan tindakan segera, bahkan sebelum berkembang masalah selanjutnya.

Hal ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala nyeri dan rasa sakit apabila gigi bungsu harus dicabut beberapa tahun setelahnya. Pencabutan gigi akan lebih mudah Anda lakukan pada usia belia daripada setelah dewasa. Terlebih, masa penyembuhan saat dewasa membutuhkan waktu yang lebih lama daripada saat Anda masih belia.

Sementara itu, menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut tak kalah penting untuk Anda lakukan. Mulailah dengan rutin menyikat gigi dua kali sehari dan gunakan obat kumur yang mengandung fluoride untuk menjaga kesehatan gigi bungsu dan bagian mulut lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wisdom teeth. Oral Health Foundation. Retrieved 13 January 2017, from https://www.dentalhealth.org/wisdom-teeth

All About Wisdom Teeth. WebMD. (2016). Retrieved 13 January 2017, from https://www.webmd.com/oral-health/wisdom-teeth

Choi, T. (2017). 6 Surprising Facts About Wisdom Teeth. West Ryde Dental Clinic. Retrieved 15 June 2021, from https://www.westrydedental.com.au/6-surprising-facts-about-wisdom-teeth/

Stem Cells from Wisdom Teeth Can Be Transformed into Corneal Cells. University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences. (2015). Retrieved 15 June 2021, from https://www.upmc.com/media/news/wisdom-teeth-stem-cells-corneal

Rahayu, Sri. “Odontektomi, Tatalaksana Gigi Bungsu Impaksi.” E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan, vol. 1, no. 1, 2014

Foto Penulis
Ditulis oleh Theresia Evelyn pada 16/01/2017
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x