Penelitian Ungkap Virus Epstein-Barr Bisa Sebabkan 7 Penyakit Serius Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/06/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Virus Epstein Barr yang dikenal sebagai penyebab mononukleosis ternyata meningkatkan risiko sebagian orang untuk mengembangkan tujuh penyakit serius lainnya. Mengapa bisa begitu? Berikut ulasannya berdasarkan temuan penelitian.

Fakta mengenai virus epstein barr

virus ebv

Virus Epstein-Barr (disingkat EBV) adalah virus yang sangat umum menyerang manusia dan ditularkan melalui air liur. Virus ini paling dikenal sebagai penyebab infeksi mononukleosis. Infeksi penyakit ini ditunjukkan dengan gejala demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher. Dikutip dari Healthline, sebanyak 90 hingga 95 persen orang dewasa di seluruh dunia terinfeksi virus ini selama hidupnya.

Virus ini sering menyerang saat seseorang dalam masa anak-anak. Biasanya, anak yang terserang virus ini hanya mengalami sakit ringan seperti pilek. Namun, remaja atau orang dewasa yang terinfeksi biasanya mengalami gejala yang lebih parah seperti demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan badan lemas.

Gejala biasanya berlangsung selama hitungan minggu hingga bulan dan tidak berakibat pada komplikasi penyakit serius. Setelah terinfeksi, virus tetap ada di dalam tubuh seumur hidup meskipun Anda hanya mengalami sakit sekali saja.

Bagaimana virus Epstein Barr bisa menyebabkan berbagai penyakit serius?

penyakit lupus bisa sembuh

Mungkin Anda pernah terkena infeksi mononukleosis akibat virus Epstein Barr di usia dewasa, tapi jangan panik. Terinfeksi EBV di usia dewasa bukan berarti Anda pasti terkena penyakit autoimun seperti lupus dan yang lainnya. Ada berbagai faktor lain yang terlibat dalam hal ini, termasuk lusinan varian gen yang meningkatkan risiko Anda kena penyakit autoimun.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, selain dikenal sebagai penyebab infeksi mononukleosis, virus ini dapat menyebabkan tujuh penyakit lainnya, yaitu:

  1. Lupus eritematosus sistemik
  2. Multiple sclerosis
  3. Rheumatoid arthritis (rematik)
  4. Arthritis idiopatik juvenil
  5. Penyakit radang usus (IBD)
  6. Penyakit Celiac
  7. Diabetes tipe 1

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Genetics ini menunjukkan bahwa protein yang dihasilkan oleh virus Epstein-Barr yang disebut EBNA2 berikatan dengan beberapa lokasi sepanjang genom (kumpulan gen) manusia yang berkaitan dengan tujuh penyakit ini.

Normalnya, ketika infeksi virus dan bakteri menyerang, tubuh meresponnya dengan memerintahkan sel limfosit B di dalam sistem kekebalan tubuh untuk mengelurkan antibodi. Antibodi inilah yang akan digunakan tubuh untuk melawan berbagai zat asing yang masuk ke dalam tubuh termasuk bakteri dan virus.

Namun, ketika infeksi EBV terjadi, sesuatu yang aneh terjadi. Virus Esptein-Barr menyerang sel limfosit B sendiri, memprogram ulang, dan mengambil alih kendali atas fungsi sel B dengan cara yang tidak lazim. Kok bisa begitu?

Tim ahli dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center menemukan fakta baru tentang bagaimana EBV melakukan hal ini. Ternyata ada sebuah proses yang melibatkan protein kecil yang disebut dengan faktor transkripsi.

Sel manusia mengandung protein yang disebut faktor transkripsi yang bertanggung jawab untuk menghidupkan dan mematikan gen tertentu. EBV menggunakan protein-protein ini untuk mengaktifkan dan menonaktifkan gen pada saat yang tepat membantu mereka menjalankan fungsi masing-masing dan menanggapi lingkungan mereka.

Protein ini secara terus menerus bergerak di sepanjang untaian DNA, mengubah berbagai gen spesifik dan mematikannya untuk menjadikan fungsi sel seperti yang diharapkan. Sehingga ketika virus menginfeksi sel, virusnya membuat protein atau faktor transkripsi sendiri. Akibatnya, fungsi normal sel juga berubah sehingga dapat menyebabkan kemunculan berbagai penyakit autoimun.

pantangan rematik

Peneliti yang digawangi salah satunya oleh dr. John Marley, Ph.D., Kepala Genomik dan Etiologi Autoimun di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center ini menemukan bahwa tujuh penyakit autoimun berbagi satu set umum faktor transkripsi yang abnormal. Jadi, pengikatan berbagai protein abnormal ini ke bagian tertentu dari kode genetik meningkatkan risiko munculnya ketujuh penyakit autoimun serius yang telah disebutkan di atas.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memahami mengapa hanya beberapa yang terinfeksi EBV yang akhirnya mengembangkan penyakit autoimun. Kemungkinan terbesarnya karena faktor lingkungan, pola makan yang buruk, polusi, dan paparan zat berbahaya lainnya juga dapat berinteraksi dengan gen manusia dan mengakibatkan penyakit tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
mitos skleroderma adalah

Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 8 menit baca
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca