Apakah Nonton Video Hewan yang Lucu Dapat Mengurangi Stres?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/06/2019
Bagikan sekarang

Tidak bisa dipungkiri, bila stres menjadi bagian dari kehidupan. Mulai dari macet, kurang tidur, menghadapi wawancara kerja, dan berbagai faktor lainnya dapat memicu munculnya stres. Untungnya, mengurangi stres bisa diatasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan menonton video tingkah laku hewan yang lucu.

Hubungan antara hewan dengan kesehatan mental manusia

Saat berselancar di Instagram atau Twitter, Anda pasti menemukan berbagai jenis unggahan video. Mulai dari video debat politik hingga tingkah lucu binatang peliharaan, terutama kucing dan anjing.

Ternyata, kebanyakan orang cenderung lebih memilih menonton video hewan yang lucu ketimbang debat politik. Kok bisa?

Sebagian besar beralasan bahwa video yang berbau politik membuat pikiran jadi keruh dan dapat memicu stres.

Sementara, menonton video hewan yang lucu menimbulkan efek sebaliknya. Lantas, benarkah menonton video hewan lucu dapat mengurangi stres?

Sebelum mengulas bagaimana nonton video hewan lucu dapat mengurangi stres, sebaiknya Anda lebih dahulu memahami relasi antara hewan peliharaan dengan kesehatan mental manusia.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh American Psychological Association (APA), menunjukkan bahwa hewan peliharaan dapat menjadi sumber dukungan sosial dan emosional bagi manusia.

“Secara khusus, orang yang memiliki hewan peliharaan lebih percaya diri, bugar secara fisik, cenderung lebih tidak kesepian, lebih berhati-hati, berpengetahuan luas, tidak takut, dan cenderung lebih sibuk dibanding yang tidak memiliki binatang peliharaan,” jelas Allen R. McConnell, PhD, ketua penelitian dari Miami University di Ohio.

Berdasarkan studi di atas, adanya interaksi langsung antara hewan peliharaan ternyata dapat meningkatkan kesehatan mental pemiliknya, terutama dalam mengatasi stres dan kesepian.

Lantas, apa benar menonton video hewan lucu dapat atasi stres?

Sumber: Mondrian Moshable

Tidak hanya interaksi, melihat tingkah lucu hewan dari foto dan video ternyata juga memiliki efek yang tidak jauh berbeda dalam mengurangi stres.

Sudah banyak penelitian yang mengamati hal ini, salah satunya studi yang dipimpin oleh James K. McNulty dari Florida State University.

Sebanyak 144 pasangan yang telah menikah kurang lebih 5 tahun, diminta untuk mengisi survei mengenai kepuasaan dalam berumah tangga.

Kemudian, pasangan tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diarahkan untuk melihat gambar hewan lucu tiga kali seminggu selama 6 minggu. Satu kelompok lainnya tidak diarahkan demikian.

Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan yang rutin melihat foto hewan lucu lebih merasakan kepuasan dalam hubungannya, ketimbang mereka yang tidak.

Peneliti menyimpulkan bahwa melihat foto hewan yang lucu dapat membantu seseorang menjadi lebih positif. Efeknya ini kemungkinan besar sama dengan menonton video hewan yang lucu.

Faktor yang menguatkan teori bahwa menonton video hewan lucu dapat mengurangi stres adalah munculnya dorongan untuk selalu berpikir positif.

Pikiran positif dapat membangun pertahanan diri yang lebih kuat terhadap stres dan kecemasan.

Selain itu, melihat video lucu dari hewan-hewan juga bisa mengundang gelak tawa dan perasaan senang.

Perubahan suasana hati yang menjadi lebih baik ini tentu dapat membantu seseorang untuk keluar dari perasaan cemas dan tertekan.

Video hewan yang lucu tersebut juga dapat mengalihkan perhatian seseorang dari berbagai masalah dan tekanan sehingga cukup ampuh untuk mengatasi stres.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Stress-Relieving Benefits of Watching Cute Animal Videos. https://www.verywellmind.com/stress-relieving-benefits-of-watching-cute-animal-videos-4150074. Accessed on May 28th, 2019.

McConnell, A., Brown, C., Shoda, T., Stayton, L. and Martin, C. (2011). Friends with benefits: On the positive consequences of pet ownershipJournal of Personality and Social Psychology, 101(6), pp.1239-1252.

McNulty, J., Olson, M., Jones, R. and Acosta, L. (2017). Automatic Associations Between One’s Partner and One’s Affect as the Proximal Mechanism of Change in Relationship Satisfaction: Evidence From Evaluative ConditioningPsychological Science, 28(8), pp.1031-1040.

 

Yang juga perlu Anda baca

5 Kiat Ampuh Mengurangi Stres Menjelang Persalinan

Baik selama kehamilan maupun menjelang persalinan, ibu hamil rentan mengalami stres. Lantas, bagaimana cara mengurangi stres menjelang persalinan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Melahirkan, Kehamilan 24/11/2019

Demi Pikiran yang Bebas Stres, Ikuti 5 Prinsip Pola Makan Ini!

Sadar atau tidak, pola makan harian berperan besar sebagai sumber stres, lho! Supaya lebih terkendali, coba tips pola makan untuk mengurangi stres ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 04/07/2019

Katanya Kesenian Bisa Meredakan Stres, Mitos Atau Fakta?

Ada banyak cara yang disebut-sebut mampu meredakan stres termasuk seni. Namun, benarkah salah satu fungsi seni adalah mengatasi stres?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Tak Perlu Sedih Jika Single, Rayakan Valentine Dengan 7 Cara Sehat Ini

Merayakan valentine saat single tidak selalu menyedihkan. Coba lakukan beberapa kegiatan menyenangkan dan menyehatkan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Saatnya Berhenti Mengonsumsi Trenggiling

Saatnya Berhenti Mengonsumsi Trenggiling

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020
Uji Coba Riset Pada Hewan Tidak Selalu Sama dengan Manusia, Kenapa?

Uji Coba Riset Pada Hewan Tidak Selalu Sama dengan Manusia, Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019
Suplemen Vitamin untuk Bantu Mengurangi Stres

Suplemen Vitamin untuk Bantu Mengurangi Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15/12/2019